Bacaan Alkitab
Yohanes 15:1-8

1 “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.
2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.
7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.
8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”


Renungan GEMA
Doa Didasarkan pada Firman Tuhan

Apakah Allah selalu mengabulkan doa yang kita panjatkan kepada-Nya? Tidak! Allah bebas menentukan apa yang hendak Dia putuskan atau apa yang hendak Dia kerjakan. Manusia tidak bisa mengatur Allah! Kesalahpahaman terhadap janji Allah tentang pengabulan doa umumnya berkaitan dengan dua hal, yaitu bahwa janji Allah terikat dengan konteks dan bahwa janji Allah seringkali mengandung persyaratan yang harus dipenuhi lebih dulu. Sebelum kita menuntut terpenuhinya janji Allah, kita harus memperhatikan masalah konteks dan persyaratan itu. Dari sisi konteks, seringkali janji Allah berkaitan dengan misi yang harus dijalankan oleh si penerima janji. Sebagai contoh, janji penyertaan Tuhan Yesus (Matius 28:20b) diberikan dalam konteks misi menjadikan semua bangsa sebagai murid Kristus (Matius 28:19). Kita tidak bisa menuntut terpenuhinya janji penyertaan Kristus bila kita mengabaikan misi yang Dia tugaskan kepada murid-murid-Nya.

Janji pengabulan doa dalam Yohanes 15:7b—mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya—mengandung persyaratan bagi terpenuhinya janji tersebut, yaitu “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu” (Yohanes 15:7a). Menjalin relasi dengan Kristus (Jikalau kamu tinggal di dalam Aku) dan menyimpan firman Tuhan di dalam hati (firman-Ku tinggal di dalam kamu) merupakan dua persyaratan penting yang menjamin pengabulan doa. Adanya firman Tuhan di dalam hati kita akan membuat kita bisa menyesuaikan keinginan kita dengan kehendak Allah dan memungkinkan kita berdoa dengan iman, “Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.” (1 Yohanes 5:14).

Tidak berdoa dan salah berdoa merupakan dua penyebab yang membuat kita gagal (Yakobus 4:2-3). Kita harus senantiasa menyadari bahwa sumber kesuksesan adalah kekuatan yang berasal dari Tuhan. Dengan berdoa kita menyatakan kebergantungan kita kepada Tuhan. Dengan mendasari doa kita pada firman Tuhan, kita menaklukkan keinginan kita di bawah kehendak Tuhan. Apakah Anda telah membiasakan diri untuk bergumul mencari kehendak Tuhan melalui firman-Nya? Apakah Anda menganggap kehendak Tuhan sebagai lebih penting daripada keinginan Anda sendiri? Apakah doa Anda selalu didasarkan pada kehendak Allah bagi kehidupan Anda? [P]