Bacaan Alkitab
Matius 18:19-20

19 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.
20 Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

Kisah Para Rasul 2:42

42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

Kisah Para Rasul 12:1-17

1 Kira-kira pada waktu itu raja Herodes mulai bertindak dengan keras terhadap beberapa orang dari jemaat.
2 Ia menyuruh membunuh Yakobus, saudara Yohanes, dengan pedang.
3 Ketika ia melihat, bahwa hal itu menyenangkan hati orang Yahudi, ia melanjutkan perbuatannya itu dan menyuruh menahan Petrus. Waktu itu hari raya Roti Tidak Beragi.
4 Setelah Petrus ditangkap, Herodes menyuruh memenjarakannya di bawah penjagaan empat regu, masing-masing terdiri dari empat prajurit. Maksudnya ialah, supaya sehabis Paskah ia menghadapkannya ke depan orang banyak.
5 Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah.
6 Pada malam sebelum Herodes hendak menghadapkannya kepada orang banyak, Petrus tidur di antara dua orang prajurit, terbelenggu dengan dua rantai. Selain itu prajurit-prajurit pengawal sedang berkawal di muka pintu.
7 Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan dekat Petrus dan cahaya bersinar dalam ruang itu. Malaikat itu menepuk Petrus untuk membangunkannya, katanya: “Bangunlah segera!” Maka gugurlah rantai itu dari tangan Petrus.
8 Lalu kata malaikat itu kepadanya: “Ikatlah pinggangmu dan kenakanlah sepatumu!” Iapun berbuat demikian. Lalu malaikat itu berkata kepadanya: “Kenakanlah jubahmu dan ikutlah aku!”
9 Lalu ia mengikuti malaikat itu ke luar dan ia tidak tahu, bahwa apa yang dilakukan malaikat itu sungguh-sungguh terjadi, sangkanya ia melihat suatu penglihatan.
10 Setelah mereka melalui tempat kawal pertama dan tempat kawal kedua, sampailah mereka ke pintu gerbang besi yang menuju ke kota. Pintu itu terbuka dengan sendirinya bagi mereka. Sesudah tiba di luar, mereka berjalan sampai ke ujung jalan, dan tiba-tiba malaikat itu meninggalkan dia.
11 Dan setelah sadar akan dirinya, Petrus berkata: “Sekarang tahulah aku benar-benar bahwa Tuhan telah menyuruh malaikat-Nya dan menyelamatkan aku dari tangan Herodes dan dari segala sesuatu yang diharapkan orang Yahudi.”
12 Dan setelah berpikir sebentar, pergilah ia ke rumah Maria, ibu Yohanes yang disebut juga Markus. Di situ banyak orang berkumpul dan berdoa.
13 Dan ketika ia mengetuk pintu gerbang, datanglah seorang hamba perempuan bernama Rode untuk mengetahui siapa yang mengetuk itu.
14 Ia terus mengenal suara Petrus, tetapi karena girangnya ia tidak membuka pintu gerbang itu dan segera masuk ke dalam untuk memberitahukan, bahwa Petrus ada di depan pintu gerbang.
15 Kata mereka kepada perempuan itu: “Engkau mengigau.” Akan tetapi ia tetap mengatakan, bahwa benar-benar demikian. Kata mereka: “Itu malaikatnya.”
16 Tetapi Petrus terus-menerus mengetuk dan ketika mereka membuka pintu dan melihat dia, mereka tercengang-cengang.
17 Tetapi Petrus memberi isyarat dengan tangannya, supaya mereka diam, lalu ia menceriterakan bagaimana Tuhan menuntunnya ke luar dari penjara. Katanya: “Beritahukanlah hal ini kepada Yakobus dan saudara-saudara kita.” Lalu ia keluar dan pergi ke tempat lain.


Renungan GEMA
Berdoa Bersama-sama

Berdoa bersama merupakan suatu pengalaman rohani yang penting bagi setiap orang Kristen. Hidup kita tidak selalu berjalan mulus. Yang lebih umum, hidup manusia justru penuh hambatan dan tantangan. Saat berhadapan dengan hambatan dan tantangan merupakan saat kita diingatkan bahwa kita tidak berdaya dan bahwa kita memerlukan dukungan Tuhan dan dukungan orang lain. Renungkanlah perkataan Tuhan Yesus kepada para murid-nya menjelang Dia ditangkap dan disalibkan, “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.” (Matius 26:38). Saat menghadapi tantangan kematian di kayu salib, Tuhan Yesus pun membutuhkan dukung-an! Oleh karena itu, saat para murid tertidur (tidak sanggup berjaga-jaga), kekecewaan Tuhan Yesus terungkap melalui perkataan, “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?” (Matius 26:40). Teladan Tuhan Yesus bergumul dalam doa di Taman Getsemani itu ditiru oleh gereja mula-mula. Tekanan terhadap gereja membuat mereka sering berkumpul untuk berdoa (Kisah Para Rasul 2:42). Saat Rasul Petrus ditangkap dan dipenjarakan oleh Herodes, yang dilakukan oleh gereja mula-mula adalah mendoakan (secara bersama-sama) dengan tekun. Hasilnya: Tuhan mengutus malaikat-Nya untuk membebaskan Petrus (Kisah Para Rasul 12:1-17).

Banyak orang Kristen beranggapan bahwa doa pribadi lebih penting daripada doa bersama. Perbandingan semacam itu tidak tepat! Baik doa pribadi maupun doa bersama sama-sama penting! Perhatikanlah bahwa Tuhan Yesus menjanjikan berkat khusus bagi umat-Nya yang berkumpul bersama untuk berdoa, “Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” (Matius 18:19-20). Masalahnya, persekutuan doa sering merosot menjadi sekadar pertemuan besar tan-pa kesehatian (kesepakatan) untuk berdoa bersama. Saat Anda berdoa bersama, apakah Anda sungguh-sungguh peduli terhadap pergumulan yang sedang dihadapi oleh orang-orang yang berdoa bersama-sama dengan Anda? Renungkanlah apakah persekutuan doa di gereja Anda merupakan persekutuan yang dilandasi dan diwarnai oleh pergumulan bersama (Roma 15:30; Kolose 4:12)? [P]