Bacaan Alkitab
1 Petrus 2:11-17

11 Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa.
12 Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka.
13 Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi,
14 maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik.
15 Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh.
16 Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.
17 Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!


Renungan GEMA
Indonesia Yang Sejahtera

Hari ini, 74 tahun yang lalu, bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Setelah dikuasai, ditindas, dan dimanfaatkan untuk kepentingan bangsa penjajah selama ratusan tahun, bangsa Indonesia akhirnya mendeklarasikan kebebasannya. Sejak saat itu, Indonesia dapat membangun dirinya sendiri di atas kemerdekaan yang didapatkan melalui pengorbanan para pejuang dari berbagai generasi dan wilayah di Indonesia.

Sebagai rakyat Indonesia, para pengikut Kristus yang tinggal di bumi pertiwi ini turut menikmati kemerdekaan bangsa Indonesia. Akan tetapi, orang Kristen juga mengenal jenis kemerdekaan yang berbeda, yaitu kebebasan dari belenggu dosa dan ancaman maut, yang diperoleh melalui pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib. Dalam ayat 16, Rasul Petrus memberikan nasihat agar orang Kristen hidup sebagai orang merdeka. Dari satu sisi, sebagai orang yang dosanya telah ditebus oleh Kristus, hidup sebagai orang merdeka berarti hidup dengan menjauhi keinginan daging (2:11), melakukan berbagai perbuatan baik berdasarkan kasih (2:17), serta berani bertindak benar (sesuai dengan firman Allah)—tidak sekadar mencari rasa aman bagi diri sendiri—di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk, sehingga nama Allah dimuliakan (2:12). Dari sisi lain, sebagai warga negara Indonesia, hidup sebagai orang merdeka juga berarti bahwa orang Kristen harus ikut mendukung cita-cita para pendahulu kita yang telah berjuang tanpa pamrih untuk merebut kemerdekaan. Orang Kristen bertanggung jawab untuk mengisi kemerdekaan dengan turut membangun negara, agar bangsa Indonesia bisa mencapai taraf kesejahteraan yang lebih baik. Orang Kristen harus ikut mengupayakan terwujudnya keadilan di tempat dirinya hadir. Orang Kristen harus waspada agar tidak menjadi pihak yang ikut menindas bangsa sendiri. Orang Kristen harus menghindari perilaku tidak manusiawi terhadap bawahan, menghindari eksploitasi terhadap sesama demi kepuasan diri sendiri, serta menghindari sikap abai terhadap hak orang lain (demi tercapainya tujuan pribadi). Selain harus ikut membangun secara fisik, orang Kristen juga harus ikut membangun secara spiritual, karena kita menyadari bahwa damai sejahtera yang sejati hanya ada di dalam Kristus. [Pdt. Emanuel Cahyanto Wibisono]