Bacaan Alkitab
Imamat 5:14-19

14 TUHAN berfirman kepada Musa:
15 “Apabila seseorang berubah setia dan tidak sengaja berbuat dosa dalam sesuatu hal kudus yang dipersembahkan kepada TUHAN, maka haruslah ia mempersembahkan kepada TUHAN sebagai tebusan salahnya seekor domba jantan yang tidak bercela dari kambing domba, dinilai menurut syikal perak, yakni menurut syikal kudus, menjadi korban penebus salah.
16 Hal kudus yang menyebabkan orang itu berdosa, haruslah dibayar gantinya dengan menambah seperlima, lalu menyerahkannya kepada imam. Imam harus mengadakan pendamaian bagi orang itu dengan domba jantan korban penebus salah itu, sehingga ia menerima pengampunan.
17 Jikalau seseorang berbuat dosa dengan melakukan salah satu hal yang dilarang TUHAN tanpa mengetahuinya, maka ia bersalah dan harus menanggung kesalahannya sendiri.
18 Haruslah ia membawa kepada imam seekor domba jantan yang tidak bercela dari kambing domba, yang sudah dinilai, sebagai korban penebus salah. Imam itu haruslah mengadakan pendamaian bagi orang itu karena perbuatan yang tidak disengajanya dan yang tidak diketahuinya itu, sehingga ia menerima pengampunan.
19 Itulah korban penebus salah; orang itu sungguh bersalah terhadap TUHAN.”

Imamat 6:1-7

1 TUHAN berfirman kepada Musa:
2 “Apabila seseorang berbuat dosa dan berubah setia terhadap TUHAN, dan memungkiri terhadap sesamanya barang yang dipercayakan kepadanya, atau barang yang diserahkan kepadanya atau barang yang dirampasnya, atau apabila ia telah melakukan pemerasan atas sesamanya,
3 atau bila ia menemui barang hilang, dan memungkirinya, dan ia bersumpah dusta–dalam perkara apapun yang diperbuat seseorang, sehingga ia berdosa–
4 apabila dengan demikian ia berbuat dosa dan bersalah, maka haruslah ia memulangkan barang yang telah dirampasnya atau yang telah diperasnya atau yang telah dipercayakan kepadanya atau barang hilang yang ditemuinya itu,
5 atau segala sesuatu yang dimungkirinya dengan bersumpah dusta. Haruslah ia membayar gantinya sepenuhnya dengan menambah seperlima; haruslah ia menyerahkannya kepada pemiliknya pada hari ia mempersembahkan korban penebus salahnya.
6 Sebagai korban penebus salahnya haruslah ia mempersembahkan kepada TUHAN seekor domba jantan yang tidak bercela dari kambing domba, yang sudah dinilai, menjadi korban penebus salah, dengan menyerahkannya kepada imam.
7 Imam harus mengadakan pendamaian bagi orang itu di hadapan TUHAN, sehingga ia menerima pengampunan atas perkara apapun yang diperbuatnya sehingga ia bersalah.”


Renungan GEMA
Korban Penebus Salah Sudah Tersedia

Dalam bacaan Alkitab hari ini, dijelaskan tentang jenis persembahan korban yang terakhir, yaitu “korban penebus salah”. Semua jenis persembahan—termasuk korban bakaran, korban keselamatan, dan korban penyucian—mencakup penumpahan darah yang berhubungan dengan “mengampuni kesalahan”. Akan tetapi, persembahan “korban penebus salah” memiliki ciri khas, yaitu memberi ganti rugi terhadap orang yang telah dirugikan secara materi karena kesalahan dan pelanggaran pemberi persembahan, sekaligus memohon pengampunan kepada Tuhan Allah sendiri. Pelanggaran yang disebutkan di sini adalah pelanggaran kepercayaan (“berubah setia”).

Ada tiga jenis pelanggaran di sini: Pertama, pelanggaran yang berhubungan dengan “sesuatu hal kudus”, artinya segala sesuatu yang sudah dipersembahkan kepada Tuhan Allah, untuk para imam dan kemah Allah. Apa yang diperlukan untuk menebus kesalahan ini adalah pengorbanan seekor domba jantan yang tidak bercela dan pembayaran ganti-rugi yang ditambah 20% dari nilai itu. Kedua, pelanggaran yang tidak jelas tetapi sang penyembah “merasa bersalah” sekalipun dia tidak tahu pelanggarannya. Pemberi persembahan hanya mempersembahkan korban untuk mendapatkan pengampunan dari Tuhan Allah, tetapi tidak perlu membayar ganti-rugi 120 % tersebut. Ketiga, pelanggaran yang merugikan orang lain karena merusak kepercayaan menyangkut materi, termasuk barang yang dipercayakan, rampasan, pemerasan, atau penyangkalan terhadap barang yang ditemukan. Pelanggaran ini ditebus dengan mempersembahkan seekor domba jantan ditambah dengan ganti-rugi sebesar 120%. Untuk kasus serupa, jika yang melanggar tidak mau mengaku, namun terbukti bersalah, pembayaran ganti-rugi mencapai 200% (Keluaran 22:7-15). Pemberian ganti rugi kepada sesama harus dilakukan sebelum mempersembahkan korban kepada Tuhan. Pelanggaran secara aspek horizontal harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum aspek vertikal (hubungan dengan Tuhan) diselesaikan.

Dalam Yesaya 53, yang dipercayai sebagai nubuatan tentang Kristus Yesus, disebutkan tentang korban penebus salah (Yesaya 53:10). Jadi, kematian Kristus merupakan korban penebus salah—karena dosa-dosa horizontal kita juga—yang telah memuaskan Allah. Oh, betapa indahnya karya pengorbanan Yesus! [GI Abadi]