Bacaan Alkitab
Imamat 1

1 TUHAN berfirman kepada Musa:
2 “Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Akulah TUHAN, Allahmu.
3 Janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Mesir, di mana kamu diam dahulu; juga janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Kanaan, ke mana Aku membawa kamu; janganlah kamu hidup menurut kebiasaan mereka.
4 Kamu harus lakukan peraturan-Ku dan harus berpegang pada ketetapan-Ku dengan hidup menurut semuanya itu; Akulah TUHAN, Allahmu.
5 Sesungguhnya kamu harus berpegang pada ketetapan-Ku dan peraturan-Ku. Orang yang melakukannya, akan hidup karenanya; Akulah TUHAN.
6 Siapapun di antaramu janganlah menghampiri seorang kerabatnya yang terdekat untuk menyingkapkan auratnya; Akulah TUHAN.
7 Janganlah kausingkapkan aurat isteri ayahmu, karena ia hak ayahmu; dia ibumu, jadi janganlah singkapkan auratnya.
8 Janganlah kausingkapkan aurat seorang isteri ayahmu, karena ia hak ayahmu.
9 Mengenai aurat saudaramu perempuan, anak ayahmu atau anak ibumu, baik yang lahir di rumah ayahmu maupun yang lahir di luar, janganlah kausingkapkan auratnya.
10 Mengenai aurat anak perempuan dari anakmu laki-laki atau anakmu perempuan, janganlah kausingkapkan auratnya, karena dengan begitu engkau menodai keturunanmu.
11 Mengenai aurat anak perempuan dari seorang isteri ayahmu, yang lahir pada ayahmu sendiri, janganlah kausingkapkan auratnya, karena ia saudaramu perempuan.
12 Janganlah kausingkapkan aurat saudara perempuan ayahmu, karena ia kerabat ayahmu.
13 Janganlah kausingkapkan aurat saudara perempuan ibumu, karena ia kerabat ibumu.
14 Janganlah kausingkapkan aurat isteri saudara laki-laki ayahmu, janganlah kauhampiri isterinya, karena ia isteri saudara ayahmu.
15 Janganlah kausingkapkan aurat menantumu perempuan, karena ia isteri anakmu laki-laki, maka janganlah kausingkapkan auratnya.
16 Janganlah kausingkapkan aurat isteri saudaramu laki-laki, karena itu hak saudaramu laki-laki.
17 Janganlah kausingkapkan aurat seorang perempuan dan anaknya perempuan. Janganlah kauambil anak perempuan dari anaknya laki-laki atau dari anaknya perempuan untuk menyingkapkan auratnya, karena mereka adalah kerabatmu; itulah perbuatan mesum.
18 Janganlah kauambil seorang perempuan sebagai madu kakaknya untuk menyingkapkan auratnya di samping kakaknya selama kakaknya itu masih hidup.
19 Janganlah kauhampiri seorang perempuan pada waktu cemar kainnya yang menajiskan untuk menyingkapkan auratnya.
20 Dan janganlah engkau bersetubuh dengan isteri sesamamu, sehingga engkau menjadi najis dengan dia.
21 Janganlah kauserahkan seorang dari anak-anakmu untuk dipersembahkan kepada Molokh, supaya jangan engkau melanggar kekudusan nama Allahmu; Akulah TUHAN.
22 Janganlah engkau tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, karena itu suatu kekejian.
23 Janganlah engkau berkelamin dengan binatang apapun, sehingga engkau menjadi najis dengan binatang itu. Seorang perempuan janganlah berdiri di depan seekor binatang untuk berkelamin, karena itu suatu perbuatan keji.
24 Janganlah kamu menajiskan dirimu dengan semuanya itu, sebab dengan semuanya itu bangsa-bangsa yang akan Kuhalaukan dari depanmu telah menjadi najis.
25 Negeri itu telah menjadi najis dan Aku telah membalaskan kesalahannya kepadanya, sehingga negeri itu memuntahkan penduduknya.
26 Tetapi kamu ini haruslah tetap berpegang pada ketetapan-Ku dan peraturan-Ku dan jangan melakukan sesuatupun dari segala kekejian itu, baik orang Israel asli maupun orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu,
27 –karena segala kekejian itu telah dilakukan oleh penghuni negeri yang sebelum kamu, sehingga negeri itu sudah menjadi najis–
28 supaya kamu jangan dimuntahkan oleh negeri itu, apabila kamu menajiskannya, seperti telah dimuntahkannya bangsa yang sebelum kamu.
29 Karena setiap orang yang melakukan sesuatupun dari segala kekejian itu, orang itu harus dilenyapkan dari tengah-tengah bangsanya.
30 Dengan demikian kamu harus tetap berpegang pada kewajibanmu terhadap Aku, dan jangan kamu melakukan sesuatu dari kebiasaan yang keji itu, yang dilakukan sebelum kamu, dan janganlah kamu menajiskan dirimu dengan semuanya itu; Akulah TUHAN, Allahmu.”


Renungan GEMA
Jangan Mengikuti Kebiasaan Kafir

Kehidupan di sekitar kita tidak selalu bisa menjadi contoh. Bahkan, dalam banyak hal, kita harus mempertahankan gaya hidup yang berbeda dengan lingkungan kita. Dengan tegas, Allah memerintahkan bangsa Israel agar tidak meniru perbuatan orang Mesir maupun orang Kanaan, melainkan mereka harus mematuhi peraturan dan ketetapan Allah. Dalam bacaan Alkitab hari ini, Allah melarang hubungan seks antar kerabat dekat (18:6-8), perselingkuhan (18:20) dan hubungan seks yang tidak wajar (18:22-24). Waktu manusia masih sedikit jumlahnya, pernikahan antar saudara tidak dapat dihindarkan. Akan tetapi, sesudah jumlah umat manusia berkembang, pembatasan itu penting. Sesudah terjadinya banjir besar pada zaman Nuh, gen (pembawa sifat keturunan) manusia telah rusak (cacat). Dalam hubungan pernikahan antar saudara, ada kemungkinan bahwa gen cacat akan bertemu dengan gen cacat yang sama dan menghasilkan keturunan yang cacat. Poligami terhadap wanita-wanita yang masih kerabat dekat adalah perbuatan yang akan membangkitkan rasa iri hati, sakit hati, dan perpecahan dalam keluarga. Perselingkuhan dengan ibu tiri—seperti yang terjadi dalam jemaat Korintus (1 Korintus 5:1)—merupakan perbuatan yang amat tercela.

Perkembangan teknologi informasi telah membuat berbagai berita tentang hubungan seks yang tidak wajar (termasuk LGBT dan hubungan seks dengan binatang) tersebar luas. Para aktivis LGBT terus berusaha agar keberadaan mereka bisa diterima oleh masyarakat. Beberapa negara Barat telah melegalkan hubungan sesama jenis. Bila tidak diwaspadai, gejala buruk ini bisa meluas pula di Indonesia. Orang Kristen harus menolak penyimpangan seksual ini sejak dini. Dilegalkannya pernikahan sejenis di sebagian negara Barat amat menyedihkan. Perjuangan menegakkan hak asasi manusia tidak boleh dilakukan sambil menentang ketetapan Allah. Allah telah menetapkan bahwa pernikahan hanya boleh terjadi di antara seorang pria dan seorang wanita (Kejadian 2:24). Gereja harus menentang dengan tegas setiap penyimpangan terhadap ketentuan Allah tentang pernikahan ini. Sikap sebagian gereja di negara Barat yang merestui pernikahan sejenis harus ditolak! Saat berinteraksi dengan orang-orang yang beragama lain, kita harus toleran, tidak memaksa, tetapi tidak boleh kompromi. Apakah Anda memiliki tekad untuk menaati Allah dalam segala situasi? [GI Purnama]