Bacaan Alkitab
2 Korintus 5:9-17

9  Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya.
10  Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.
11  Kami tahu apa artinya takut akan Tuhan, karena itu kami berusaha meyakinkan orang. Bagi Allah hati kami nyata dengan terang dan aku harap hati kami nyata juga demikian bagi pertimbangan kamu.
12  Dengan ini kami tidak berusaha memuji-muji diri kami sekali lagi kepada kamu, tetapi kami mau memberi kesempatan kepada kamu untuk memegahkan kami, supaya kamu dapat menghadapi orang-orang yang bermegah karena hal-hal lahiriah dan bukan batiniah.
13  Sebab jika kami tidak menguasai diri, hal itu adalah dalam pelayanan Allah, dan jika kami menguasai diri, hal itu adalah untuk kepentingan kamu.
14  Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati.
15  Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.
16  Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang jugapun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian.
17  Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.


Renungan GEMA
Yang Lama Berlalu, Yang Baru Telah Datang

Tahun 2019 telah kita lalui. Kenangan apa yang tersimpan dalam benak Anda tentang tahun yang baru saja berlalu tersebut? Bagi sebagian orang, tahun 2019 meninggalkan kenangan berupa pengalaman yang indah. Bagi yang lain, mungkin kenangan yang tersimpan adalah peristiwa yang kurang baik. Meskipun demikian, kita perlu membiasakan diri untuk memulai hari pertama di tahun yang baru ini dengan bersyukur kepada Allah. Firman Tuhan menegaskan bahwa kasih setia Tuhan tidak berkesudahan dan rahmat-Nya selalu tersedia bagi umat-Nya (Ratapan 3:22-23). Artinya, kita dapat menjalani tahun ini dengan keyakinan dan kekuatan yang berasal dari pemeliharaan Allah atas diri kita.

Untuk menyongsong tahun baru, biasanya manusia mengevaluasi hidupnya dan membuat perencanaan untuk melakukan perbaikan atau pengembangan yang hendak diraih di waktu mendatang, misalnya perencanaan meningkatkan karir, perencanaan mengembangkan usaha, perencanaan belajar agar lulus ujian di fase akhir masa studi, perencanaan mengembangkan relasi dalam keluarga, dan sebagainya. Perencanaan seperti itu dilakukan oleh banyak orang, baik orang yang percaya kepada Kristus maupun orang yang belum menerima Kristus. Perencanaan seperti itu tidak salah, tetapi kita juga perlu bersungguh-sungguh mengevaluasi diri dan membuat perencanaan agar semakin lama kita bisa menjadi semakin serupa dengan Kristus. Bacaan Alkitab hari ini mengingatkan bahwa di dalam Kristus, kita adalah ciptaan yang baru (2 Korintus 5:17). Hati kita seharusnya disesuaikan dengan kehendak Allah. Pola pikir, sistem nilai, perilaku, karakter, dan kepribadian kita seharusnya semakin mencerminkan kebenaran Alkitab. Sadarilah bahwa kematian Kristus di kayu salib bukan sekadar untuk menebus dosa, tetapi juga dimaksudkan agar kehidupan orang yang percaya semakin mencerminkan Kristus (bandingkan dengan 1 Petrus 2:24, hidup untuk kebenaran)

Susunlah sebuah rencana untuk bertumbuh menjadi seperti Kristus. Temukanlah satu atau dua aspek dalam diri Anda yang paling Anda harapkan untuk diubah, misalnya ekspresi kemarahan yang tepat, kedisiplinan dalam menggunakan waktu, pola pikir yang tidak sesuai dengan Alkitab, atau hal-hal lain-lain. Pikirkanlah strategi yang tepat untuk menjadi semakin serupa dengan Kristus. Libatkan teman atau rohaniwan sebagai rekan untuk mengingatkan kita agar kita bisa terus bertumbuh. Berdoalah dan mintalah anugerah Allah untuk menolong kita. [Pdt. Emanuel Cahyanto Wibisono]