Bacaan Alkitab
Ulangan 28:47-68

47  “Karena engkau tidak mau menjadi hamba kepada TUHAN, Allahmu, dengan sukacita dan gembira hati walaupun kelimpahan akan segala-galanya,
48  maka dengan menanggung lapar dan haus, dengan telanjang dan kekurangan akan segala-galanya engkau akan menjadi hamba kepada musuh yang akan disuruh TUHAN melawan engkau. Ia akan membebankan kuk besi ke atas tengkukmu, sampai engkau dipunahkan-Nya.
49  TUHAN akan mendatangkan kepadamu suatu bangsa dari jauh, dari ujung bumi, seperti rajawali yang datang menyambar; suatu bangsa yang bahasanya engkau tidak mengerti,
50  suatu bangsa yang garang mukanya, yang tidak menghiraukan orang tua-tua dan tidak merasa kasihan kepada anak-anak;
51  yang akan memakan habis hasil ternakmu dan hasil bumimu, sampai engkau punah; yang tidak akan meninggalkan bagimu gandum, air anggur atau minyak, ataupun anak lembu sapimu atau anak kambing dombamu, sampai engkau dibinasakannya.
52  Engkau akan ditekannya di segala tempatmu, sampai runtuh tembok-tembokmu yang tinggi dan berkubu, yang kaupercayai itu di seluruh negerimu, bahkan engkau akan ditekan di dalam segala tempatmu, di seluruh negeri yang telah diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.
53  Dan engkau akan memakan buah kandunganmu, yakni daging anak-anakmu lelaki dan anak-anakmu perempuan yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, –dalam keadaan susah dan sulit yang ditimbulkan musuhmu kepadamu.
54  Dan orang laki-laki yang paling lemah dan paling manja di antaramu akan kesal terhadap saudaranya atau terhadap isterinya sendiri atau terhadap anak-anaknya yang masih tinggal padanya,
55  sehingga kepada salah seorang dari mereka itu ia tidak mau memberikan sedikitpun dari daging anak-anaknya yang dimakannya, karena tidak ada lagi sesuatu yang ditinggalkan baginya, dalam keadaan susah dan sulit yang ditimbulkan musuhmu kepadamu di segala tempatmu.
56  Perempuan yang lemah dan manja di antaramu, yang tidak pernah mencoba menjejakkan telapak kakinya ke tanah karena sifatnya yang manja dan lemah itu, akan kesal terhadap suaminya sendiri atau terhadap anaknya laki-laki atau anaknya perempuan,
57  karena uri yang keluar dari kandungannya ataupun karena anak-anak yang dilahirkannya; sebab karena kekurangan segala-galanya ia akan memakannya dengan sembunyi-sembunyi, dalam keadaan susah dan sulit yang ditimbulkan musuhmu kepadamu di dalam tempatmu.
58  Jika engkau tidak melakukan dengan setia segala perkataan hukum Taurat yang tertulis dalam kitab ini, dan engkau tidak takut akan Nama yang mulia dan dahsyat ini, yakni akan TUHAN, Allahmu,
59  maka TUHAN akan menimpakan pukulan-pukulan yang ajaib kepadamu, dan kepada keturunanmu, yakni pukulan-pukulan yang keras lagi lama dan penyakit-penyakit yang jahat lagi lama.
60  Ia akan mendatangkan pula segala wabah Mesir yang kautakuti itu kepadamu, sehingga semuanya itu melekat padamu.
61  Juga berbagai-bagai penyakit dan pukulan, yang tidak tertulis dalam kitab Taurat ini, akan ditimbulkan TUHAN menimpa engkau, sampai engkau punah.
62  Dari pada kamu hanya sedikit orang yang tertinggal, padahal kamu dahulu seperti bintang-bintang di langit banyaknya–karena engkau tidak mendengarkan suara TUHAN, Allahmu.
63  Seperti TUHAN bergirang karena kamu untuk berbuat baik kepadamu dan membuat kamu banyak, demikianlah TUHAN akan bergirang karena kamu untuk membinasakan dan memunahkan kamu, dan kamu akan dicabut dari tanah, ke mana engkau pergi untuk mendudukinya.
64  TUHAN akan menyerakkan engkau ke antara segala bangsa dari ujung bumi ke ujung bumi; di sanalah engkau akan beribadah kepada allah lain yang tidak dikenal olehmu ataupun oleh nenek moyangmu, yakni kepada kayu dan batu.
65  Engkau tidak akan mendapat ketenteraman di antara bangsa-bangsa itu dan tidak akan ada tempat berjejak bagi telapak kakimu; TUHAN akan memberikan di sana kepadamu hati yang gelisah, mata yang penuh rindu dan jiwa yang merana.
66  Hidupmu akan terkatung-katung, siang dan malam engkau akan terkejut dan kuatir akan hidupmu.
67  Pada waktu pagi engkau akan berkata: Ah, kalau malam sekarang! dan pada waktu malam engkau akan berkata: Ah, kalau pagi sekarang! karena kejut memenuhi hatimu, dan karena apa yang dilihat matamu.
68  TUHAN akan membawa engkau kembali ke Mesir dengan kapal, melalui jalan yang telah Kukatakan kepadamu: Engkau tidak akan melihatnya lagi, dan di sana kamu akan menawarkan diri kepada musuhmu sebagai budak lelaki dan budak perempuan, tetapi tidak ada pembeli.”


Renungan GEMA
Percaya pada Firman-Nya

Bangsa Israel telah diingatkan tentang hal-hal yang akan menimpa mereka bila mereka meninggalkan Tuhan dan mengingkari perjanjian dengan tidak taat kepada-Nya. Namun, mengapa pada akhirnya bangsa Israel benar-benar mengalami hukuman Tuhan yang berakhir pada pembuangan? Bukankah peringatan Tuhan sangat jelas dan keras? Jawabannya adalah karena bangsa Israel meremehkan firman Tuhan dan tidak sungguh-sungguh memercayai firman-Nya. Benarlah apa yang dikatakan Amsal 13:13, “Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan.”

Mengapa orang Israel meremehkan firman? Mereka bersikap seperti itu karena Allah yang panjang sabar itu tidak serta-merta menghukum mereka, melainkan memberikan berbagai kesempatan kepada mereka untuk bertobat. Hal ini dengan jelas dapat kita lihat dari pengalaman orang Israel yang dicatat dalam kitab Hakim-Hakim. Mereka meninggalkan Tuhan dengan menyembah berhala-berhala atau ilah-ilah lain, lalu Tuhan menghukum mereka dengan mengirim bangsa-bangsa lain untuk menjajah mereka. Setelah mengalami penindasan, bangsa Israel kembali kepada Tuhan, dan Tuhan memulihkan mereka. Namun, beberapa waktu kemudian, mereka meninggalkan Tuhan lagi. Setelah orang Israel memiliki raja, siklus tersebut tetap terus-menerus terjadi: Raja yang takut akan Tuhan membawa bangsa Israel kepada pertobatan, tetapi raja yang tidak takut Tuhan membawa bangsa Israel berbuat dosa dan meninggalkan Tuhan dengan menyembah ilah-ilah lain. Pada akhirnya, bangsa Israel mengalami puncak penghukuman berupa pembuangan seperti yang sudah dinubuatkan sebelumnya. Pembuangan itu menyadarkan mereka akan keseriusan hukuman Allah, tetapi hukuman tidak terelakkan lagi.

Memang, tidak mudah untuk sungguh-sungguh memperhatikan firman sebelum firman itu terealisasi. Janji-janji yang belum terjadi serta perintah-perintah dalam firman Tuhan sering terasa kurang up to date atau kurang relevan. Namun, orang yang sungguh-sungguh memercayai Tuhan akan mengindahkan firman Tuhan. Orang yang memercayai Tuhan tidak akan meremehkan firman hanya karena firman itu belum terjadi. Yakinkah Anda bahwa firman Tuhan dapat dipercaya? [GI Wirawaty Yaputri]