Bacaan Alkitab
Markus 1:14-28

14  Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah,
15  kata-Nya: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”
16  Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
17  Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”
18  Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.
19  Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu.
20  Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.
21  Mereka tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar.
22  Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat.
23  Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak:
24  “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.”
25  Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: “Diam, keluarlah dari padanya!”
26  Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya.
27  Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: “Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahatpun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.”
28  Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea.


Renungan GEMA
Dibangun untuk Kekekalan

Segera setelah Yohanes menggenapi panggilannya sebagai orang yang mempersiapkan jalan bagi kedatangan Kristus, Yesus Kristus tampil dan memproklamasikan, “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!” Kerajaan Allah berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan besar dalam jangka panjang yang tidak bisa dikerjakan secara ‘hit and run’ (tabrak lari), tetapi harus “built to last” (dibangun untuk kekekalan). Mula-mula, Tuhan Yesus membentuk tim. Dia mencari dan memilih orang-orang yang akan dipercayakan untuk meneruskan pekerjaan-Nya di dunia ini (1:16-20). Orang-orang yang Dia pilih tidak terpelajar (Kisah Para Rasul 4:13), tidak seperti orang-orang Farisi atau para ahli Taurat yang sudah punya ‘modal’ awal untuk melayani dalam Kerajaan Allah. Cara memilih orang seperti ini menarik dan tidak biasa. Tuhan Yesus lebih tertarik terhadap potensi kualitas hati yang belum diasah karena Dia mengerti bahwa orang-orang seperti itu punya kerendahhatian untuk Ia bentuk.

Setelah memilih murid, Tuhan Yesus mengasah kualitas hati para murid. Dia mengajar para murid untuk melayani dengan menunjukkan apa yang Ia kerjakan: bagaimana Ia mengajar dan bagaimana Ia mengusir roh jahat dalam rumah ibadat (1:21-26). Murid-murid belajar langsung dari pengalaman mereka bersama dengan Sang Guru Agung. Selain itu, murid-murid pertama itu juga menyaksikan langsung kuasa ajaib yang menjadi tanda nyata kehadiran kemuliaan Allah.

Kerajaan Allah selalu berkaitan dengan orang, bukan semata-mata menyangkut tugas. Tugas hanyalah sarana untuk membuat orang bertumbuh. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi bila gereja sebagai perwujudan Kerajaan Allah lebih mengutamakan tugas pelayanan daripada orang. Pelayanan penting, tetapi bukan yang terpenting dan menjadi kurang penting jika membuat orang yang melayani tidak bertumbuh. Gereja sebagai perwujudan Kerajaan Allah harus memprioritaskan membina orang untuk makin mencintai Tuhan dan sesama, sehingga pelayanan gereja menjadi “built to last”. Gereja harus menjadi tempat mempersiapkan umat Allah untuk menjadi murid-murid yang kualitas hatinya terus diasah sehingga kelak mampu meneruskan tongkat estafet pekerjaan menggenapi Kerajaan Allah kepada generasi selanjutnya. Bagaimana dengan gereja Anda? Apakah Anda melayani tanpa bertumbuh atau Anda terus bertumbuh? [GI Mario Novanno]