Bacaan Alkitab
Efesus 2:1-10

1  Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.
2  Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.
3  Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.
4  Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita,
5  telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita–oleh kasih karunia kamu diselamatkan–
6  dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga,
7  supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.
8  Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
9  itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
10  Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.


Renungan GEMA
Hanya Karena Kasih Karunia

Suatu kali, saat Rasul Paulus mengaku bahwa ia adalah seorang warga negara Rum, seorang kepala pasukan berkata kepadanya, “Kewarganegaraan itu kubeli dengan harga yang mahal.” (Kisah Para Rasul 22:28a). Ada semacam peribahasa populer dalam bahasa Inggris yang berbunyi, you get what you pay for (kamu memperoleh apa yang kamu bayar). Ada unsur keadilan di balik kalimat ini. Ada pula unsur usaha yang harus dilakukan seseorang untuk memperoleh apa yang ia inginkan. Secara sederhana, ada hukum tabur tuai di sana. Ada kebenaran universal dalam peribahasa itu yang berlaku di seluruh dunia. Namun, untuk masalah keselamatan, apakah kebenaran ini juga berlaku?

Rasul Paulus berkata, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.” (2:8-9). Firman Tuhan ini sangat jelas: Keselamatan adalah pemberian Allah, kasih karunia Allah, anugerah dari Allah. Keselamatan adalah sesuatu yang tidak pantas diterima oleh si penerima. Akan tetapi, Allah memberikannya karena Allah tahu bahwa manusia memang tidak sanggup menggapainya. Tidak ada usaha dari kita—seberapa pun kuat dan besarnya usaha itu—yang dapat meluputkan kita dari maut, yang dapat menebus dosa kita, bahkan dosa yang paling kecil pun. Bukan pekerjaan/perbuatan baik kita yang membuat Tuhan terkesima, lalu Ia memberikan tiket masuk ke sorga. Nabi Yesaya mengakui, “Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor …” (Yesaya 64:6). Uang persembahan kita yang jumlahnya milyaran serta jasa pelayanan kita selama 50 tahun menjadi seorang gembala/majelis/pengurus gereja, bahkan pengorbanan nyawa kita hanyalah bukti—bukan syarat—keselamatan (Efesus 2:10, “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.”) Kebenarannya: tidak ada yang bisa membeli keselamatan. Allah tidak memiliki timbangan keselamatan.

Kita tak mungkin melakukan apa yang Tuhan Yesus telah lakukan bagi manusia berdosa. Kita ini bagaikan tumpukan sampah yang bau, kotor, dan hina. Sekaya apa pun kita, sepintar apa pun kita, sepopuler apa pun kita, kita semua sama di mata Tuhan, manusia yang Ia kasihi dan perjuangkan demikian rupa. Terima kasih Tuhan Yesus! [GI Mario Novanno]