Bacaan Alkitab
Roma 5:1-10

1  Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.
2  Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.
3  Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,
4  dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.
5  Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.
6  Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah.
7  Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar–tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati–.
8  Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.
9  Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.
10  Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!


Renungan GEMA
Pertunjukan Kasih

Saat ini, di media sosial sedang viral prank (ngerjain orang lain) untuk menimbulkan kesan bahwa orang yang nge-prank berbuat sesuatu yang luar biasa baik. Begini kisahnya: seseorang meng-order tujuh kepiting seharga tujuh ratus ribu secara online. Setelah diantarkan oleh seorang ojol, ia berkeras mengatakan ia tidak sengaja/sadar menekan angka 7, padahal ia hanya bermaksud memesan 1 kepiting dan mengaku tidak punya uang. Dengan pasrah, bapak ojol kehilangan enam ratus ribu. Setelah beberapa waktu, bapak ojol ini dihampiri dan diberi sepuluh juta, seakan-akan orang yang sama yang telah nge-prank begitu murah hati memberikan uang dalam jumlah besar. Apa sebenarnya pesan yang ingin disampaikan dalam video tersebut? Mungkin supaya kita terkesan.

Saat Yesus Kristus naik ke atas kayu salib, jelas Ia tidak punya agenda untuk membuat kita terkesan sebagaimana kisah di atas. Kita adalah keturunan Adam dan Hawa yang sudah jatuh dalam dosa. Semenjak peristiwa dimakannya buah terlarang itu, kecenderungan hati kita adalah melakukan yang jahat. TUHAN Allah sudah mengatakan, “… pastilah engkau mati.” (Kejadian 2:17). Pilihan moral kita tidak dapat lagi benar-benar murni untuk menyukakan hati Allah. Di balik apa yang kita tampilkan, selalu ada campuran dengan keinginan menyukakan diri sendiri saat kita seperti sedang mencari dan menyembah Allah. Sebenarnya, kita menjadi allah bagi diri kita sendiri. Kita berzinah dengan memberhalakan diri. Kita berzinah dengan harta-benda. Kita berzinah dengan sesama. Kita berzinah dengan alam. Hal-hal itu menjadi “barang” yang kita cari untuk memuaskan hasrat liar yang kita sembunyikan dengan rapi supaya orang lain terkecoh dan terkesan oleh kebaikan/kesalehan sesuai dengan selera manusia. Bayangkan, hal itu masih terjadi setelah kita menerima Kristus sebagai Juruselamat kita, apalagi sebelumnya.

Di tengah kondisi yang bobrok itulah, Tuhan Yesus datang. Waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita—orang-orang durhaka—pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa (Roma 5:6,8). Di kayu salib, Tuhan Yesus berkata, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Lukas 23:34). Sungguhkah mereka tidak tahu? Sekalipun demikian, Tuhan Yesus tetap bertahan di kayu salib. Ia mati bagi orang-orang yang menyangka bahwa mereka “berbuat baik.” [GI Mario Novanno]