Bacaan Alkitab
Filipi 2:12-16

12  Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,
13  karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.
14  Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan,
15  supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia,
16  sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.


Renungan GEMA
Kerjakanlah Keselamatanmu

Sepintas, ketika membaca judul renungan hari ini, kita mendapat kesan bahwa keselamatan dapat diperoleh dengan usaha kita sendiri. Kalau benar, berarti judul hari ini bertentangan dengan renungan di hari-hari sebelumnya yang mengajarkan bahwa keselamatan itu bukan hasil usaha kita, tetapi pemberian Allah. Ya, keselamatan itu pemberian Allah. Akan tetapi, judul renungan hari ini juga tidak salah!

Rasul Paulus sendiri yang menulis kepada jemaat di Filipi agar mengerjakan keselamatan mereka (2:12). Firman Tuhan tak mungkin saling bertentangan satu dengan yang lain. Jika kita membaca dengan teliti, nasihat Rasul Paulus ini sesuai dengan konteks suratnya. Jelas bahwa keselamatan memang bukan hasil usaha manusia (1:1, surat ini ditujukan kepada semua orang kudus dalam Kristus Yesus di Filipi, dengan para penilik jemaat dan diaken, yaitu orang-orang yang sudah menerima anugerah keselamatan di dalam Yesus Kristus, bukan untuk orang-orang yang belum menerima anugerah keselamatan). Akan tetapi, setelah memperoleh keselamatan, kita bertanggung jawab untuk mengerjakan apa yang telah kita peroleh dengan cuma-cuma. Kita tahu bahwa darah Kristus yang tercurah di atas kayu salib tidak terbayarkan oleh isi seluruh alam semesta ini. Justru karena keselamatan itu sangat mahal harganya, jangan disiasiakan! Hal ini “seakan-akan” kita perlu memastikan bahwa keselamatan itu tetap ada di genggaman kita. Disebut “seakan-akan” karena tidak ada sesuatu yang bisa kita usahakan agar kita memperoleh keselamatan. Akan tetapi, penghargaan terhadap keselamatan itu akan mendorong kita untuk melakukan hal-hal yang dikehendaki oleh Allah dengan kekuatan yang bersumber dari Allah sendiri (2:13).

Lalu, bagaimana mengerjakan keselamatan sebagaimana yang dimaksudkan oleh Rasul Paulus? Dalam konteks surat Filipi, mengerjakan keselamatan berarti senantiasa mengarahkan pikiran dan perasaan kita pada pikiran dan perasaan Kristus untuk menjaga persatuan jemaat. Kalau bukan meneladani Kristus, kita hanya sekadar menjaga persatuan, tetapi ada yang tidak beres dalam hati kita. Kita hanya sekadar terlihat bersatu, tetapi sebenarnya tidak mau bersatu. Persatuan itu tidak lahir dari hati yang saling mengasihi. Tidak mengherankan jika muncul sungut-sungut dan bantah-bantahan (2:14). Yesus Kristus sedemikian mengasihi kita sehingga Ia merendahkan diri-Nya begitu rupa demi menganugerahkan keselamatan kepada kita. Teladanilah Dia! [GI Mario Novanno]