Bacaan Alkitab
Filipi 3:17-21

17  Saudara-saudara, ikutilah teladanku dan perhatikanlah mereka, yang hidup sama seperti kami yang menjadi teladanmu.
18  Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.
19  Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.
20  Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,
21  yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya.

Filipi 4:1

1  Karena itu, saudara-saudara yang kukasihi dan yang kurindukan, sukacitaku dan mahkotaku, berdirilah juga dengan teguh dalam Tuhan, hai saudara-saudaraku yang kekasih!


Renungan GEMA
Berdiri teguh di dalam Tuhan
GI Yulina Zebua

Hal yang amat menarik dalam bacaan Alkitab hari ini adalah pernyataan Rasul Paulus bahwa banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus. Ciri-ciri seteru salib Kristus adalah: Pertama, Tuhan mereka ialah perut mereka. Mereka tidak memedulikan kehendak Tuhan, melainkan mereka mementingkan kebutuhan jasmani. Bagi mereka, melayani kebutuhan perut sama penting dengan melayani Allah. Kedua, kemuliaan mereka adalah aib mereka. Yang mereka banggakan adalah hal-hal yang memalukan. Ketiga, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi. Fokus mereka bukanlah kepada hal-hal rohani, melainkan kepada hal-hal duniawi. Oleh karena itu, kesudahan mereka adalah kebinasaan (3:18-19).

Jemaat Filipi adalah jemaat yang dikasihi oleh Rasul Paulus (4:1). Rasul Paulus tidak menginginkan jemaat Filipi terjerumus dan akhirnya menjadi seteru salib Kristus. Ia mengingatkan bahwa status mereka adalah sebagai warga kerajaan sorga (3:20). Raja dalam kerajaan sorga adalah Kristus, bukan perut atau perkara duniawi (kehidupan yang berdosa). Sebagai warga kerajaan sorga, mereka harus tetap teguh di dalam Tuhan. Tak dapat dipungkiri bahwa pada saat itu, jemaat Filipi berada dalam keadaan bimbang. Mereka bimbang saat melihat bahwa seteru salib Kristus semakin berkembang luas dan sukses, sedangkan mereka—yang mengikut Kristus—mengalami penderitaan. Dalam kondisi seperti itu, Rasul Paulus menyerukan agar jemaat Filipi tetap berdiri teguh di dalam Tuhan, iman mereka jangan goyah, dan mereka harus menjadikan Kristus sebagai Raja bagi diri mereka.

Nasihat Rasul Paulus di atas bukan hanya sekadar omong kosong karena kehidupan Rasul Paulus merupakan teladan yang hidup bagi jemaat Filipi. Meskipun menderita, ia tetap setia kepada Tuhan. Jelaslah bahwa kenikmatan yang diperoleh seteru salib Kristus hanyalah kenikmatan yang bersifat sementara, sedangkan kenikmatan yang diperoleh para pengikut Kristus yang setia adalah kenikmatan yang bersifat kekal (3:21, bandingkan dengan 1 Korintus 15:58). Pengharapan inilah yang merupakan penghiburan bagi para pengikut Kristus yang setia. Apakah Anda tetap berdiri teguh di jalan salib Kristus? Walaupun menempuh jalan salib bisa berarti mengalami penderitaan, ingatlah bahwa ada berkat agung yang akan kita terima!