Bacaan Alkitab
Filipi 4:2-9

2  Euodia kunasihati dan Sintikhe kunasihati, supaya sehati sepikir dalam Tuhan.
3  Bahkan, kuminta kepadamu juga, Sunsugos, temanku yang setia: tolonglah mereka. Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam pekabaran Injil, bersama-sama dengan Klemens dan kawan-kawanku sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan.
4  Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!
5  Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!
6  Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
7  Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.
8  Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.
9  Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.


Renungan GEMA
Lakukanlah!
GI Yulina Zebua

Damai sejahtera adalah dambaan setiap orang. Orang yang memiliki damai sejahtera adalah orang yang hatinya tenang dan fokus hidupnya terarah kepada Tuhan. Namun, tidak dapat dihindari bahwa ada banyak faktor internal—seperti stres, depresi, dan kekhawatiran—maupun faktor eksternal—seperti konflik dan perpecahan—yang bisa membuat damai sejahtera hilang.

Bagaimana caranya agar damai sejahtera tetap ada di dalam diri orang percaya? Jawabannya adalah, “Lakukanlah!” Orang percaya harus meniru teladan yang telah diberikan oleh Rasul Paulus. Orang percaya harus melakukan apa yang telah dipelajari, diterima, didengar, dan dilihat pada diri Rasul Paulus. Keteladanan dan pengajaran Rasul Paulus pasti sesuai dengan kebenaran yang diajarkan Tuhan Yesus. Dalam bacaan Alkitab hari ini, Rasul Paulus menguraikan hal-hal yang perlu dilakukan, yaitu sehati sepikir (4:2), bersukacita (4:4), menebar kebaikan hati (4:5), tidak kuatir (4:6), berdoa (4:6), mengucap syukur (4:6), serta memikirkan semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji (4:8). Rasul Paulus telah menjadi teladan dalam semua hal di atas. Salah satu contoh adalah masalah bersukacita. Rasul Paulus telah mengalami berbagai macam penderitaan—termasuk dipenjara—tetapi ia tetap bisa bersukacita dan bersyukur kepada Tuhan. Dampak dari mengerjakan hal-hal di atas adalah bahwa damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal akan memelihara hati dan pikiran kita dalam Kristus Yesus. Pernyataan ini sesuai dengan apa yang dikatakan dalam 4:9, “… lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.”

Sebagai orang percaya, kita harus terus mengerjakan keselamatan yang telah kita terima, termasuk melakukan hal-hal yang membentuk damai sejahtera dalam diri kita dan dalam diri orang lain. Sebagai contoh, jika kita melakukan ajaran tentang menebar kebaikan kepada orang lain—misalnya dengan cara memperlakukan orang lain secara sopan—maka tindakan itu akan membentuk damai sejahtera dalam diri kita dan dalam diri orang lain. Intinya, kita perlu menghadirkan Kristus, Sang Raja Damai, dan pengajaran-Nya dalam diri kita, sehingga damai sejahtera itu terus bertumbuh dalam hidup kita.