Bacaan Alkitab
Kolose 2:6-15

6  Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia.
7  Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.
8  Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus.
9  Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan,
10  dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa.
11  Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa,
12  karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.
13  Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita,
14  dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib:
15  Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.


Renungan GEMA
Kehidupan Setelah Menerima Kristus
GI Philip Hutapea

Banyak orang berpikir bahwa orang Kristen adalah orang yang beribadah di gereja, menyanyi lagu Kristen, dan mengikuti kegiatan Kristen. Walaupun beribadah, memuji Tuhan, dan aktif mengikuti kegiat-an merupakan hal yang baik, hal paling utama dalam kekristenan adalah menjalin hubungan pribadi dengan Yesus Kristus.

Menerima Yesus Kristus merupakan titik awal kehidupan Kristen. Setiap orang yang sudah menerima Yesus Kristus harus melanjutkan dengan menjalin hubungan pribadi dengan Yesus Kristus. Rasul Paulus menyebut jalinan hubungan pribadi itu sebagai “tetap di dalam Kristus” (2:6). Seorang yang tetap di dalam Kristus tidak akan berpaling kepada apa pun yang membuat dirinya mengabaikan Kristus. Supaya kita bisa tetap di dalam Kristus, kita harus berakar di dalam Kristus, dibangun di atas Kristus, bertambah teguh dalam iman, dan memiliki hati yang melimpah dengan syukur (2:7).

Mengapa Rasul Paulus memberikan nasihat seperti itu? Nasihat tersebut diberikan karena jemaat Kolose sedang menghadapi bahaya ajaran sesat yang tidak sesuai dengan ajaran Kristus. Beliau menasihati jemaat Kolose agar berhati-hati terhadap orang atau kelompok yang mengajarkan bahwa Kristus saja tidaklah cukup untuk keselamatan kita, dan karena itu harus ditambah dengan sesuatu yang lain. Bersikap hati-hati artinya bersikap waspada, menjaga diri, memperhatikan, mencer-mati, dan selalu mengantisipasi kemungkinan munculnya godaan dari pengajaran yang tidak sesuai dengan kebenaran firman Allah yang sudah kita terima, yang berusaha menarik kita.

Nasihat Rasul Paulus kepada jemaat Kolose berlaku juga bagi kita yang sudah menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pri-badi. Saat ini, kita menghadapi berbagai macam ajaran sesat yang terutama tersebar melalui media sosial. Selain itu, mungkin saja kita menghadapi berbagai masalah yang datang silih berganti serta tawaran manis dunia yang terus menggoda. Bila Anda tinggal tetap di dalam Kristus, berakar di dalam Kristus, dan dibangun di atas Kristus, seharusnya tidak ada satu alasan pun yang bisa membuat Anda berpaling dari Kristus, dan tidak ada situasi dan kondisi yang bisa menghilangkan rasa syukur dari hati Anda. Apakah Anda memiliki iman yang teguh dan rasa syukur yang tidak tergoyahkan dalam segala situasi?