Bacaan Alkitab
Kolose 3:5-17

5  Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,
6  semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka).
7  Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya.
8  Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu.
9  Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,
10  dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;
11  dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.
12  Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.
13  Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.
14  Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.
15  Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.
16  Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.
17  Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.


Renungan GEMA
Hidup Sebagai Manusia Baru
GI Philip Hutapea

Mendapat sesuatu yang baru—baju baru, handphone baru, mobil baru, rumah baru, dan sebagainya—pasti menyenangkan dan membangkitkan antusias, apalagi bila yang kita peroleh merupakan hadiah. Menjadi ciptaan baru adalah anugerah Allah, tetapi menjadi manusia baru memerlukan perjuangan, kerja keras, waktu yang lama, dan proses yang tidak selalu enak. Sebagai ciptaan baru, kita diperintah-kan untuk menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui (3:9-10). Menanggalkan manusia lama berarti mematikan segala sesuatu yang duniawi dalam diri kita, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan keserakahan (3:5), serta membuang sikap marah, geram, kejahatan, fitnah, perkataan kotor, dan dusta. Setiap orang yang sudah menjadi ciptaan baru harus selalu berjuang untuk mematikan segala sesuatu yang duniawi dan membuang sikap-sikap jahat yang tidak diperkenan Allah. Sebaliknya, mengenakan manusia baru berarti mengenakan belas kasihan, kemurahan, kerendah-hatian, kelemahlembutan, pengampunan, serta kasih sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.”

Kecenderungan untuk kembali dalam kehidupan yang lama bukan sesuatu yang mustahil, bahkan sangat mungkin terjadi dalam kehidupan seorang Kristen. Oleh karena itu, Rasul Paulus menasihati agar kita me-matikan dan membuang manusia lama serta mengenakan manusia baru. Menjadi ciptaan baru merupakan anugerah Tuhan, tetapi mengenakan manusia baru—atau mematikan dan membuang kehidupan lama yang berdosa—menuntut perjuangan yang terus-menerus tanpa henti dengan cara mempelajari firman Tuhan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari melalui perkataan dan perbuatan, sambil selalu bersyukur kepada Allah.

Sebagai orang-orang pilihan Allah yang telah dikuduskan dan dikasihi oleh Allah, perubahan dari manusia lama menjadi manusia baru adalah sangat mungkin terwujud. Kematian Kristus memang telah mem-buat kita memperoleh pengampunan dosa. Akan tetapi, godaan untuk melakukan dosa masih ada, sehingga kita harus selalu berusaha mematikan keinginan melakukan dosa dan membuang (menanggalkan)dosa yang telah kita sadari. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda telah menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru di dalam Kristus?