Bacaan Alkitab
Kolose 3:18-25

18  Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan.
19  Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.
20  Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan.
21  Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.
22  Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan.
23  Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
24  Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya.
25  Barangsiapa berbuat kesalahan, ia akan menanggung kesalahannya itu, karena Tuhan tidak memandang orang.

Kolose 4:1-6

1  Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu; ingatlah, kamu juga mempunyai tuan di sorga.
2  Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur.
3  Berdoa jugalah untuk kami, supaya Allah membuka pintu untuk pemberitaan kami, sehingga kami dapat berbicara tentang rahasia Kristus, yang karenanya aku dipenjarakan.
4  Dengan demikian aku dapat menyatakannya, sebagaimana seharusnya.
5  Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada.
6  Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.


Renungan GEMA
Relasi dalam Keluarga Kristen
GI Philip Hutapea

Terdapat banyak rumah tangga Kristen yang tidak bahagia, sehingga akhirnya terjadi keretakan, bahkan kehancuran. Ketidakbahagiaan tersebut bisa disebabkan oleh masalah keuangan, komunikasi, seks, pekerjaan, dan sebagainya. Masalah paling utama adalah karena mereka tidak hidup tetap di dalam Kristus (2:6). Sesudah menerima Kristus, mereka tidak memperjuangkan kedekatan dengan Tuhan, bahkan mereka semakin hari semakin jauh dari Tuhan. Masalah lain adalah ketidaktahuan mereka tentang prinsip-prinsip menjalin relasi. Keluarga adalah lembaga pertama yang didirikan di bumi (Kejadian 1-2). Karena ide dan inisiatif pembentukan keluarga berasal dari Tuhan, bukan dari manusia, desain keluarga kristen harus disesuaikan dengan ajaran Alkitab, bukan dengan keinginan manusia.

Pada perikop sebelumnya (Kolose 3:5-17), Rasul Paulus berbicara tentang “Manusia baru di dalam Kristus.” Pada perikop yang kita baca hari ini, dia membicarakan prinsip-prinsip penting dari “Hidup baru di da-lam Kristus”. Dia menekankan agar prinsip-prinsip itu dipraktikkan lebih dahulu dalam kehidupan berkeluarga yang mencakup hubungan istri-suami, ayah-anak, dan hamba-tuan. Istri diperintahkan untuk tunduk ke-pada suami sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan. Suami diperintah-kan untuk mengasihi istri dan tidak berlaku kasar. Anak diperintahkan untuk menaati orang tua dalam segala hal. Hamba diperintahkan untuk menaati tuannya serta bekerja dengan tulus dan sungguh-sungguh—seperti bekerja untuk Tuhan—dengan rasa hormat. Seorang tuan diperintahkan untuk berlaku adil dan jujur terhadap hambanya.

Tidak dapat disangkal bahwa sering kali tingkah laku dan karakter kita—yang tertampil kepada pasangan, anak, orang tua, pembantu, serta terhadap karyawan—cenderung tidak kristiani. Rasul Paulus mengajarkan tentang relasi yang benar dalam keluarga, yang menuntut adanya sikap tunduk, mengasihi, dan menaati. Setiap anggota keluarga diperintahkan untuk menjalankan relasi secara benar. Bangunlah keluar-ga Anda dengan relasi yang benar, berlandaskan kehidupan yang erat dengan Tuhan yang diekspresikan melalui ketekunan dalam doa, berjaga-jaga sambil mengucap syukur, hidup penuh hikmat dengan orang lain, mempergunakan waktu yang ada, serta senantiasa menghiasi perkataan kita dengan kasih.