Bacaan Alkitab
Efesus 2:1-10

1  Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.
2  Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.
3  Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.
4  Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita,
5  telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita–oleh kasih karunia kamu diselamatkan–
6  dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga,
7  supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.
8  Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
9  itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
10  Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.


Renungan GEMA
Pendidikan dan Tranformasi
Pdt Petroes Soeryo

Manusia itu secara fisik hidup, namun secara rohani mengalami kematian dan terpisah dari Allah (Efesus 2:1). Dalam keadaan mati secara rohani tersebut, manusia masih tetap dapat melakukan kegiatan sehari-hari. Wayne Grudem, dalam buku Systematic Theology, menjelas-kan bahwa dengan anugerah umum dari Allah, manusia yang telah mati secara rohani itu masih dapat melakukan banyak hal baik di berbagai area kehidupan sehari-hari seperti bidang pendidikan, pengembangan peradaban, ilmu pengetahuan dan teknologi, seni, hukum, serta pelayan-an sosial.

Dalam hal pendidikan, dengan anugerah umum Allah, pendidikan sekuler tetap dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan manusia agar dapat menjalankan perannya di tengah dunia. Namun, pendidikan itu sendiri tidak dapat mentransformasi kehidupan manusia yang berdosa menjadi orang yang tidak berdosa. Itulah sebabnya, tidak sedikit orang pandai dan berpendidikan tinggi yang menghuni penjara karena beragam kejahatan. Ada masalah besar yang tidak dapat diubah oleh pendidikan, yaitu status dan tabiat dosa manusia. Manusia tidak dapat melakukan tindakan dan pekerjaan yang bebas dari dosa dan selalu berkenan di hadapan Allah. Paul Kienel—dalam buku Philosophy of Christian School Education—berkata, “Pendidikan tidak akan dapat menyelamatkan masyarakat. Pendidikan akan meningkatkan kualitas komunitas manusia, tetapi kebaikan dan transformasi spiritual hanya berasal dari iman kepada Yesus Kristus”.

Di dalam anugerah Kristus, manusia mengalami transformasi dari kondisi mati secara rohani menjadi dilahirkan kembali, sehingga manusia dapat merespons dan menerima keselamatan. Selain menyangkut hidup kekal di sorga, keselamatan juga menghasilkan transformasi dari seorang berdosa yang tidak mampu melakukan pekerjaan yang berkenan kepada Allah menjadi seorang yang mampu melakukan pekerjaan baik yang telah dipersiapkan Allah (2:10). Dalam hal transformasi inilah, pendidikan Kristen berbeda dengan pendidikan sekuler. Pendidikan Kristen adalah sebuah pendidikan yang mengintegrasikan iman dan ilmu, tempat seorang anak dipertemukan dengan karya Kristus yang mentransformasi hidupnya.