Bacaan Alkitab
Ulangan 6:6-25

6  Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan,
7  haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.
8  Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu,
9  dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.
10  Maka apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepadamu–kota-kota yang besar dan baik, yang tidak kaudirikan;
11  rumah-rumah, penuh berisi berbagai-bagai barang baik, yang tidak kauisi; sumur-sumur yang tidak kaugali; kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun, yang tidak kautanami–dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang,
12  maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan.
13  Engkau harus takut akan TUHAN, Allahmu; kepada Dia haruslah engkau beribadah dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah.
14  Janganlah kamu mengikuti allah lain, dari antara allah bangsa-bangsa sekelilingmu,
15  sebab TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu di tengah-tengahmu, supaya jangan bangkit murka TUHAN, Allahmu, terhadap engkau, sehingga Ia memunahkan engkau dari muka bumi.
16  Janganlah kamu mencobai TUHAN, Allahmu, seperti kamu mencobai Dia di Masa.
17  Haruslah kamu berpegang pada perintah, peringatan dan ketetapan TUHAN, Allahmu, yang diperintahkan-Nya kepadamu;
18  haruslah engkau melakukan apa yang benar dan baik di mata TUHAN, supaya baik keadaanmu dan engkau memasuki dan menduduki negeri yang baik, yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu,
19  dengan mengusir semua musuhmu dari hadapanmu, seperti yang difirmankan TUHAN.
20  Apabila di kemudian hari anakmu bertanya kepadamu: Apakah peringatan, ketetapan dan peraturan itu, yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN Allah kita?
21  maka haruslah engkau menjawab anakmu itu: Kita dahulu adalah budak Firaun di Mesir, tetapi TUHAN membawa kita keluar dari Mesir dengan tangan yang kuat.
22  TUHAN membuat tanda-tanda dan mujizat-mujizat, yang besar dan yang mencelakakan, terhadap Mesir, terhadap Firaun dan seisi rumahnya, di depan mata kita;
23  tetapi kita dibawa-Nya keluar dari sana, supaya kita dapat dibawa-Nya masuk untuk memberikan kepada kita negeri yang telah dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyang kita.
24  TUHAN, Allah kita, memerintahkan kepada kita untuk melakukan segala ketetapan itu dan untuk takut akan TUHAN, Allah kita, supaya senantiasa baik keadaan kita dan supaya Ia membiarkan kita hidup, seperti sekarang ini.
25  Dan kita akan menjadi benar, apabila kita melakukan segenap perintah itu dengan setia di hadapan TUHAN, Allah kita, seperti yang diperintahkan-Nya kepada kita.”


Renungan GEMA
Pendidik Utama
Pdt Petroes Soeryo

Ulangan 6:5 mengandung dua perintah. Perintah pertama adalah perintah agar orang Israel menjalankan firman Tuhan. Perintah kedua adalah perintah agar orang Israel mengajarkan firman Tuhan kepada anak-anak mereka. Melalui bacaan Alkitab hari ini, kita juga belajar bahwa di dalam perspektif Tuhan, orang tua adalah pendidik utama bagi anak-anak mereka.

Mungkin Anda berpikir bahwa situasi pada zaman itu berbeda dengan situasi masa kini karena saat itu belum ada sekolah, sehingga orang tua “terpaksa” harus menjadi pendidik utama bagi anak-anak mereka. Akan tetapi, dari temuan sejarah, setidaknya pada 3000 tahun sebelum Masehi, sudah terdapat sistem persekolahan formal di Ur, tempat Abraham dibesarkan. Pada masa itu, siswa diajar ilmu botani, zoologi, geologi, geografi, matematika, bahasa, dan pelajaran budaya. Howard F. Vos, di dalam Nelson’s New Illustrated Bible Manners and Customs: How the People of the Bible Reallly Lived, berpendapat bahwa Abraham sangat mungkin mengenyam pendidikan formal yang sudah tersebar pada masa itu. Ketika orang Israel tinggal di Mesir, orang Mesir juga sudah mempunyai sistem persekolahan yang sangat baik sejak tahun 2500 SM. Howard F. Vos berpendapat bahwa dalam perjalanan 40 tahun menuju ke Tanah Kanaan, orang Israel juga telah memiliki sistem pendidikan formal mengingat bahwa Tuhan memberi umat Israel hukum tertulis yang harus diteruskan dari generasi ke generasi. Menariknya, sekalipun sekolah formal tersedia, bagi Tuhan, pendidik utama seorang anak tetap adalah orang tua mereka.

Sebagai pendidik utama, orang tua harus bertanggung jawab mengajarkan kebenaran Tuhan kepada anak-anak mereka. Ketika menyekolahkan anak-anak ke sekolah, orang tua perlu memilih sekolah yang dapat mewakili tanggung jawab mereka dalam mengajar anak-anak mereka. Sekolah tersebut bukan hanya harus baik secara akademis, namun juga harus selaras dengan iman dan nilai hidup yang dihayati oleh orang tua sebagai bagian dari umat Tuhan.

Sebagai pendidik utama, orang tua harus tetap bertanggung jawab membimbing anak-anak dalam belajar. Orang tua tidak boleh cuci tangan karena sudah menyerahkan anak-anak mereka kepada sekolah umum dan sekolah Minggu.