Bacaan Alkitab
Kisah Para Rasul 7:19-24

19  Raja itu mempergunakan tipu daya terhadap bangsa kita dan menganiaya nenek moyang kita serta menyuruh membuang bayi mereka, supaya bangsa kita itu jangan berkembang.
20  Pada waktu itulah Musa lahir dan ia elok di mata Allah. Tiga bulan lamanya ia diasuh di rumah ayahnya.
21  Lalu ia dibuang, tetapi puteri Firaun memungutnya dan menyuruh mengasuhnya seperti anaknya sendiri.
22  Dan Musa dididik dalam segala hikmat orang Mesir, dan ia berkuasa dalam perkataan dan perbuatannya.
23  Pada waktu ia berumur empat puluh tahun, timbullah keinginan dalam hatinya untuk mengunjungi saudara-saudaranya, yaitu orang-orang Israel.
24  Ketika itu ia melihat seorang dianiaya oleh seorang Mesir, lalu ia menolong dan membela orang itu dengan membunuh orang Mesir itu.


Renungan GEMA
Kemapanan dan Panggilan
Pdt Petroes Soeryo

Musa adalah bayi yang lolos dari pembunuhan masal yang diperintahkan oleh Firaun atas semua bayi Israel. Ternyata, Tuhan memutarbalikkan keadaan. Bayi Musa bukan hanya lolos dari pembunuhan masal, dia bahkan masuk ke istana Firaun sejak bayi!

Apa yang terjadi di Istana Firaun sampai Musa dewasa? Musa diasuh sebagai anak Putri Firaun, bahkan diberi pendidikan di istana Firaun (7:21-22). Menurut temuan arkeologi, pendidikan di Mesir sudah ada setidaknya 2500 tahun sebelum Masehi. Bahkan, pendidikan di Mesir pada masa itu adalah pendidikan yang terbaik di dunia. Sekolah di sana sudah mengajarkan ilmu aljabar, geometri, arsitektur, astronomi, biologi, kimia, farmasi, kedokteran, dan banyak ilmu lain. Sampai hari ini, kehebatan ilmu pengetahuan Mesir Kuno masih merupakan misteri yang menakjubkan. Di tengah hebatnya pendidikan di Mesir Kuno, Musa memperoleh pendidikan elite di istana Firaun! Itulah sebabnya, di dalam ayat 22 dikatakan, “Musa dididik dalam segala hikmat orang Mesir, dan ia berkuasa dalam perkataan dan perbuatannya.”

Akan tetapi, menarik untuk diperhatikan bahwa saat berusia 40 tahun, Musa memiliki keinginan untuk menjumpai kaum sebangsanya (7:23). Kehidupan yang nyaman dan pendidikan elite di istana tidak membuat Musa kehilangan kesadaran akan identitasnya sebagai bagian dari umat Tuhan. Mengapa? Dalam Ibrani 11:24 dikatakan, “Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun”. Iman Musa menimbulkan kesadaran atas identitas dan panggilannya sebagai bagian dari umat Tuhan yang jauh lebih tinggi daripada statusnya sebagai elit di istana.

Hari ini, pendidikan dapat saja menempatkan Anda sebagai orang yang terhormat di masyarakat, sebagai pemimpin di perusahaan, atau sebagai orang yang berkelimpahan dengan kenyamanan. Namun, ada hal yang lebih mulia daripada sekadar menikmati hasil pendidikan kita. Jangan terjebak pada status elite sebagai orang terpelajar. Kita adalah umat tebusan yang dipanggil untuk melakukan pekerjaan baik yang telah Tuhan persiapkan bagi kita (Efesus 2:10). Mari, temukanlah dan penuhilah panggilan hidup Anda!