Bacaan Alkitab
Mazmur 17

1  Doa Daud. Dengarkanlah, TUHAN, perkara yang benar, perhatikanlah seruanku; berilah telinga akan doaku, dari bibir yang tidak menipu.
2  Dari pada-Mulah kiranya datang penghakiman: mata-Mu kiranya melihat apa yang benar.
3  Bila Engkau menguji hatiku, memeriksanya pada waktu malam, dan menyelidiki aku, maka Engkau tidak akan menemui sesuatu kejahatan; mulutku tidak terlanjur.
4  Tentang perbuatan manusia, sesuai dengan firman yang Engkau ucapkan, aku telah menjaga diriku terhadap jalan orang-orang yang melakukan kekerasan;
5  langkahku tetap mengikuti jejak-Mu, kakiku tidak goyang.
6  Aku berseru kepada-Mu, karena Engkau menjawab aku, ya Allah; sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, dengarkanlah perkataanku.
7  Tunjukkanlah kasih setia-Mu yang ajaib, ya Engkau, yang menyelamatkan orang-orang yang berlindung pada tangan kanan-Mu terhadap pemberontak.
8  Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu
9  terhadap orang-orang fasik yang menggagahi aku, terhadap musuh nyawaku yang mengepung aku.
10  Mereka tidak menunjukkan belas kasihan, mereka membual;
11  mereka mengikuti langkah-langkahku, mereka sekarang mengerumuni aku, mata mereka diarahkan untuk menghempaskan aku ke bumi.
12  Rupa mereka seperti singa, yang bernafsu untuk menerkam, seperti singa muda, yang mengendap di tempat yang tersembunyi.
13  Bangunlah, TUHAN, hadapilah mereka, rebahkanlah mereka, luputkanlah aku dengan pedang-Mu dari pada orang fasik.
14  Luputkanlah aku, ya TUHAN, dengan tangan-Mu, dari orang-orang dunia ini yang bagiannya adalah dalam hidup ini; biarlah perut mereka dikenyangkan dengan apa yang Engkau simpan, sehingga anak-anak mereka menjadi puas, dan sisanya mereka tinggalkan untuk bayi-bayi mereka.
15  Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu.


Renungan GEMA
Menyerahkan Kecemasan Kepada-Nya
GI Mario Novanno

Pernahkah Anda dimusuhi oleh seseorang, padahal Anda merasa sama sekali tidak pernah berlaku jahat terhadap orang itu, bahkan mungkin selama ini Anda telah menganggap orang itu sebagai sahabat dan orang yang Anda kagumi, dan Anda telah beberapa kali menolong orang itu? Munculnya perasaan dikhianati, ditikam dari belakang, marah, kecewa, dan sedih adalah wajar. Akan tetapi, bagaimana supaya diri Anda tidak dikendalikan oleh perasaan Anda? Itulah yang penting dan menentukan tindakan Anda selanjutnya.

Daud sedang dikejar-kejar oleh Raja Saul saat menuliskan mazmur ini. Saul bukan sekadar membusukkan nama Daud di depan para petingginya (1 Samuel 20:25, 31), tetapi ia bertekad untuk membinasakan Daud dengan berbagai rencana penyergapan, padahal Daud adalah menantu Raja Saul sendiri. Lagi pula, Daud berjasa besar memenangkan peperangan demi peperangan bagi Raja Saul. Daud mempertaruhkan nyawanya bagi kerajaan yang dipimpin oleh Raja Saul. Tetapi, sesuatu telah terjadi dalam diri Raja Saul. Rasa tidak aman membuat Saul merasa iri dan curiga terhadap Daud (1 Samuel 18:6-30). Bagaimana reaksi Daud terhadap situasi ini?

Daud tidak menyusun skenario dan strategi untuk membalas Raja Saul, tetapi ia datang kepada Tuhan serta mencurahkan isi hatinya di dalam doa. Daud memohon Tuhan mendengar doanya. Dengan kesadaran dan kejujuran, ia menguji diri apakah ia telah berlaku jahat dengan tidak menaati firman Tuhan. Mengoreksi diri itu sangat penting agar kita memahami posisi kita di hadapan Tuhan serta bisa bersikap objektif dalam relasi dengan sesama. Kemudian, Daud membeberkan situasi yang dia hadapi serta meminta Tuhan menjadi Pembelanya. Berkali-kali Daud berhasil mengatasi desakan dalam dirinya dan dari orang lain untuk membalas perbuatan Raja Saul (1 Samuel 24 & 26)

Daud tidak bertindak gegabah, tetapi ia menghampiri dan menantikan Tuhan. Daud percaya penuh kepada Tuhan. Oleh karena itu, setelah berdoa, ia bisa tidur dan bangun dengan dipenuhi damai sejahtera. Situasi yang ia hadapi tidak mencengkeram dirinya. Rasa aman diletakkan pada percayanya kepada Tuhan yang menjaganya. Kiranya Tuhan menolong kita untuk bersikap seperti Daud saat menghadapi situasi yang sama atau mirip.