Bacaan Alkitab
Mazmur 19

1  Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud.
2  Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya;
3  hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam.
4  Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar;
5  tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Ia memasang kemah di langit untuk matahari,
6  yang keluar bagaikan pengantin laki-laki yang keluar dari kamarnya, girang bagaikan pahlawan yang hendak melakukan perjalanannya.
7  Dari ujung langit ia terbit, dan ia beredar sampai ke ujung yang lain; tidak ada yang terlindung dari panas sinarnya.
8  Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.
9  Titah TUHAN itu tepat, menyukakan hati; perintah TUHAN itu murni, membuat mata bercahaya.
10  Takut akan TUHAN itu suci, tetap ada untuk selamanya; hukum-hukum TUHAN itu benar, adil semuanya,
11  lebih indah dari pada emas, bahkan dari pada banyak emas tua; dan lebih manis dari pada madu, bahkan dari pada madu tetesan dari sarang lebah.
12  Lagipula hamba-Mu diperingatkan oleh semuanya itu, dan orang yang berpegang padanya mendapat upah yang besar.
13  Siapakah yang dapat mengetahui kesesatan? Bebaskanlah aku dari apa yang tidak kusadari.
14  Lindungilah hamba-Mu, juga terhadap orang yang kurang ajar; janganlah mereka menguasai aku! Maka aku menjadi tak bercela dan bebas dari pelanggaran besar.
15  Mudah-mudahan Engkau berkenan akan ucapan mulutku dan renungan hatiku, ya TUHAN, gunung batuku dan penebusku.


Renungan GEMA
Melihat Allah
GI Mario Novanno

Apa yang kita pikirkan tentang Allah dalam kaitannya dengan apa–debu tapi juga mahkota ciptaan Tuhan–dan siapa–jati diri, posisi, prestasi, reputasi–diri kita?

Sebelum menjadi raja, Daud adalah seorang gembala. Tentu saja, dia telah terbiasa dengan alam terbuka. Saat Daud beristirahat setelah seharian menjaga domba-dombanya, matanya tertuju pada kemegahan dan keagungan alam ciptaan Tuhan. Padang rumput dan aliran sungai yang segar menjadi sumber sukacita tersendiri baginya dan bagi domba-dombanya. Dia terbuai oleh kemewahan dekorasi alam karya Tuhannya. Sebagai panglima perang, Daud telah terbiasa menjelajah wilayah-wilayah yang harus ia selidiki dengan jeli untuk memastikan keamanan dan kemenangan pasukannya. Pagi, siang, dan malam menjadi sahabat yang mengungkapkan rahasia waktu Tuhan yang tepat yang bisa memberi kemenangan kepadanya. Melalui pengamatan terhadap alam semesta–yang termasuk wahyu umum–Daud melihat kebesaran Tuhan. Bagaimana dengan kita? Bila Anda memiliki kesempatan untuk menjelajah wisata alam, jangan melewatkan waktu hanya untuk sekadar melepas penat dan berekreasi bersama keluarga, tetapi lihatlah kebesaran Tuhan melalui alam ciptaan-Nya!

Yang luar biasa, Daud bukan hanya memuji-muji kebesaran Tuhan yang tercermin melalui alam semesta. Melalui perenungannya, Daud bukan hanya memercayai Taurat Tuhan yang merupakan wahyu khusus, melainkan ia memuji-muji Taurat Tuhan seperti seorang yang sedang memuji-muji kekasihnya. Pernahkah Anda memuji-muji firman Tuhan sampai sanggup menggubah lagu untuk mengungkapkan pujian itu? Daud dapat sampai ke titik ini karena ia sendiri sudah mendapatkan manfaat atau berkat rohani dari perenungannya terhadap hukum Taurat (19:12-14). Baik sebagai gembala–dengan lingkungan yang kasar dan keras–maupun sebagai seorang raja–yang memerlukan sumber hikmat untuk menghadapi godaan dan tantangan–Daud mengarahkan hatinya kepada Tuhan Sang Pencipta alam dan Pewahyu firman. Bagaimana dengan Anda? Tidak ada kata ‘kebetulan’ dalam kamus orang percaya. Tuhan menempatkan kita pada waktu dan situasi yang tepat sesuai dengan kehendak-Nya bagi anak-anak-Nya. Kiranya Tuhan membuka mata kita!