Bacaan Alkitab
Mazmur 24

1  Mazmur Daud. Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.
2  Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
3  “Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?”
4  “Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.
5  Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.
6  Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.” Sela
7  Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan!
8  “Siapakah itu Raja Kemuliaan?” “TUHAN, jaya dan perkasa, TUHAN, perkasa dalam peperangan!”
9  Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan!
10  “Siapakah Dia itu Raja Kemuliaan?” “TUHAN semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan!” Sela


Renungan GEMA
Menyambut Raja Kemuliaan
GI Mario Novanno

Mata saya langsung tertuju kepada ayat 3-6 saat membaca Mazmur 24. Saya bertanya-tanya, “Siapakah yang dapat berada dekat hadirat Tuhan? Siapa yang bisa menerima berkat Tuhan? Ada empat syarat yang disebut dalam 24:4, yaitu orang yang bersih tangannya, murni tangannya, tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan tidak bersumpah palsu. Keempat syarat itu harus dipenuhi semuanya, padahal saya sadar bahwa saya tidak bisa memenuhi keempat syarat tersebut. Bila kita jujur, saya yakin bahwa tidak seorang pun yang bisa memenuhi keempat syarat tersebut secara sempurna.

Mengapa syarat bertemu Tuhan amat ketat? Saya yakin bahwa Daud memiliki konsep yang benar tentang Allah. Tuhan adalah Pencipta dan Pemilik seluruh bumi dengan segala isinya (24:1-2). Dialah Raja Kemuliaan. Penyebutan “Raja Kemuliaan” sampai lima kali dalam 24:7-10 menunjukkan bahwa sebutan itu mendapat penekanan dan sudah sepatutnya membidik setiap hati yang merasa dirinya layak berada di hadirat Tuhan. Kesombongan rohani dapat menyusup sangat senyap dalam hati kita. Kita harus terpukau dengan gambaran Daud tentang Tuhan dalam Mazmur 24 ini, walaupun saya yakin bahwa tidak ada satu gambaran pun yang dapat mewakili keagungan dan kemuliaan Tuhan yang sesungguhnya. Namun, gambaran Daud seharusnya cukup membuat kita mengerti mengapa Daud begitu ketat mengemukakan syarat bagi orang yang dapat berada di hadirat Tuhan.

Bukankah kita akan mempersiapkan diri sebaik mungkin saat hendak menghadiri acara penting, apa lagi jika dalam acara itu akan hadir orang yang reputasi dan karakternya sangat kita hargai? Persiapan kita pasti akan lebih serius bila orang yang sangat kita hargai itu kita kenal. Beranikah kita tampil seadanya atau asal-asalan? Kita tidak mungkin memenuhi persyaratan yang Daud kemukakan. Akan tetapi, syukurlah bahwa Tuhan Yesus sudah menyucikan kita dari dosa dan pelanggaran kita. Jangan lupa bahwa kita sedang dalam masa penantian untuk menyambut kedatangan Raja Kemuliaan untuk kedua kali. Marilah kita mengikuti nasihat Rasul Paulus dalam Filipi 2:12, “Tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar!” Dalam konteks Mazmur 24, nasihat tersebut bisa berbunyi, “Ayo kejar kemurnian! Jangan terlibat penipuan! Jangan berdusta atau berbohong!