Bacaan Alkitab
Mazmur 25

1  Dari Daud. Kepada-Mu, ya TUHAN, kuangkat jiwaku;
2  Allahku, kepada-Mu aku percaya; janganlah kiranya aku mendapat malu; janganlah musuh-musuhku beria-ria atas aku.
3  Ya, semua orang yang menantikan Engkau takkan mendapat malu; yang mendapat malu ialah mereka yang berbuat khianat dengan tidak ada alasannya.
4  Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku.
5  Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.
6  Ingatlah segala rahmat-Mu dan kasih setia-Mu, ya TUHAN, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala.
7  Dosa-dosaku pada waktu muda dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya TUHAN.
8  TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.
9  Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.
10  Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya.
11  Oleh karena nama-Mu, ya TUHAN, ampunilah kesalahanku, sebab besar kesalahan itu.
12  Siapakah orang yang takut akan TUHAN? Kepadanya TUHAN menunjukkan jalan yang harus dipilihnya.
13  Orang itu sendiri akan menetap dalam kebahagiaan dan anak cucunya akan mewarisi bumi.
14  TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.
15  Mataku tetap terarah kepada TUHAN, sebab Ia mengeluarkan kakiku dari jaring.
16  Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku, sebab aku sebatang kara dan tertindas.
17  Lapangkanlah hatiku yang sesak dan keluarkanlah aku dari kesulitanku!
18  Tiliklah sengsaraku dan kesukaranku, dan ampunilah segala dosaku.
19  Lihatlah, betapa banyaknya musuhku, dan bagaimana mereka membenci aku dengan sangat mendalam.
20  Jagalah kiranya jiwaku dan lepaskanlah aku; janganlah aku mendapat malu, sebab aku berlindung pada-Mu.
21  Ketulusan dan kejujuran kiranya mengawal aku, sebab aku menanti-nantikan Engkau.
22  Ya Allah, bebaskanlah orang Israel dari segala kesesakannya!


Renungan GEMA
Pola Hidup Saleh
GI Mario Novanno

Adalah lazim jika seseorang mengaitkan situasi sulit yang sedang ia hadapi dengan apa yang telah ia lakukan. Pertanyaan seperti, “Apakah perkataanku melukai hatinya? Apakah aku bersikap terlalu keras padanya?”, dan berbagai pertanyaan serupa mengindikasikan bahwa kita menyadari kemungkinan adanya sesuatu yang salah pada diri kita, tetapi kita masih ragu-ragu apakah kita memang telah melakukan kesalahan. Saat hal itu terjadi, melakukan check-up atau pemeriksaan menyeluruh tentang kondisi hati kita kepada Sang Ahli wajib dilakukan. Tidak salah bila kita datang kepada Tuhan dalam situasi apa pun. Jangan pernah mengecilkan dampak dari datang kepada Tuhan! Disiplin untuk datang kepada Tuhan ini dilakukan oleh Daud dalam seluruh mazmur yang ia tulis. Dalam situasi dan kondisi apa pun, Daud tidak pernah tidak datang kepada Tuhan. Sebenarnya, hal yang sama dilakukan oleh setiap tokoh saleh yang dicatat dalam Alkitab, juga tokoh-tokoh besar dalam sejarah kekristenan di sepanjang zaman. Siapakah kita sampai kita berani terlalu mandiri?

Saat datang kepada Tuhan, Daud mengingat dan menegaskan sifat Tuhan (25:3,8-10,12-14). Sebenarnya, ada pola yang sama di banyak mazmur lain yang ia tulis. Penting bagi Daud untuk mengingat kembali kepada Allah yang seperti apa ia datang dan berseru. Saya kira, kita akan mudah untuk datang kepada seorang yang kita kenal kesalehan karakternya. Sebaliknya, kita akan enggan atau merasa terpaksa bila harus datang kepada seseorang yang kita tahu bahwa perangainya buruk, kecuali bila kita sudah kepepet atau tidak punya pilihan lain. Karakter Tuhan itu sempurna. Tak ada kejahatan dalam diri-Nya. Yakobus 1:17 mengatakan, “Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.” Kenallah Tuhan dan ingatlah sifat/karakter sejati Tuhan!

Saya selalu mengagumi kerendahhatian Daud, baik saat ia menyadari dosanya maupun saat ia bimbang apakah ia mungkin telah jatuh. Ia meminta Tuhan menyelidiki hatinya, mengampuninya, dan ia memohon pimpinan-Nya (25:4, 6-7, 11, 15-22). Tidak banyak “orang besar” yang tetap mau menyerahkan hidupnya untuk dipimpin dan dibimbing oleh Tuhan. Jadilah salah satunya!