Bacaan Alkitab
Mazmur 27

1  Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?
2  Ketika penjahat-penjahat menyerang aku untuk memakan dagingku, yakni semua lawanku dan musuhku, mereka sendirilah yang tergelincir dan jatuh.
3  Sekalipun tentara berkemah mengepung aku, tidak takut hatiku; sekalipun timbul peperangan melawan aku, dalam hal itupun aku tetap percaya.
4  Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.
5  Sebab Ia melindungi aku dalam pondok-Nya pada waktu bahaya; Ia menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemah-Nya, Ia mengangkat aku ke atas gunung batu.
6  Maka sekarang tegaklah kepalaku, mengatasi musuhku sekeliling aku; dalam kemah-Nya aku mau mempersembahkan korban dengan sorak-sorai; aku mau menyanyi dan bermazmur bagi TUHAN.
7  Dengarlah, TUHAN, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku!
8  Hatiku mengikuti firman-Mu: “Carilah wajah-Ku”; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN.
9  Janganlah menyembunyikan wajah-Mu kepadaku, janganlah menolak hamba-Mu ini dengan murka; Engkaulah pertolonganku, janganlah membuang aku dan janganlah meninggalkan aku, ya Allah penyelamatku!
10  Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku.
11  Tunjukkanlah jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, dan tuntunlah aku di jalan yang rata oleh sebab seteruku.
12  Janganlah menyerahkan aku kepada nafsu lawanku, sebab telah bangkit menyerang aku saksi-saksi dusta, dan orang-orang yang bernafaskan kelaliman.
13  Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup!
14  Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!


Renungan GEMA
Rahasianya: Berada di Hadirat Tuhan
GI Mario Novanno

Setiap orang pasti pernah merasa takut. Rasa takut–beserta rasa cemas, khawatir, gelisah–ketika menghadapi situasi yang sulit adalah bagian dari sistem kejiwaan yang dirancang Tuhan sejak semula. Akan tetapi, perasaan takut yang berlebihan bisa membuat kita menjadi sulit tidur, sukar konsentrasi, dan–yang paling parah–membuat kita mengalami depresi. Oleh karena itu, perasaan takut harus dikelola.

Daud sudah terbiasa menghadapi situasi sulit dan tekanan besar. Sebagai panglima perang, ia biasa menghadapi pasukan musuh yang jauh lebih kuat daripada pasukannya. Ia pernah hidup dikejar-kejar oleh Saul dan tentaranya untuk kejahatan yang tidak pernah ia lakukan. Sebagai seorang raja, ia punya banyak kawan, tetapi ia juga memiliki lawan-lawan yang ganas (27:2). Jika kita membayangkan Daud sebagai seorang yang tidak punya rasa takut, kita keliru. Seperti orang lain, Daud juga pernah merasa takut (1 Samuel 23:15), bahkan ia pernah merasa sangat takut (1 Samuel 21:12). Akan tetapi, inilah yang dilakukan Daud saat merasa takut: ia menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya (1 Samuel 30:6). Terlalu banyak alasan bagi Daud untuk menaruh rasa percaya yang penuh kepada TUHAN. Perhatikan bahwa saat kegelapan meliputi Daud, TUHAN adalah terang baginya. Saat Daud terjepit, TUHAN menjadi keselamatannya. Saat serangan bertubi-tubi tertuju padanya, TUHAN menjadi benteng hidupnya, sehingga ia terlindung dari bahaya (Mazmur 27:1-5). Daud tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa takut karena ia memercayai TUHAN (27:13-14). Yakinilah bahwa sampai saat ini, Tuhan tetap ‘memainkan’ peran yang sama dalam kehidupan anak-anak-Nya. Yang menjadi tanggung jawab kita adalah menaruh rasa percaya penuh kepada Tuhan.

Daud tidak mau membiarkan situasi yang terus berubah mengguncang kepercayaannya kepada TUHAN. Situasi bisa dan pasti berubah, dan hidup kelihatannya tidak akan menjadi lebih mudah. Seperti Daud yang meyakini bahwa jika ia berada di hadirat TUHAN, ia akan menyaksikan kemurahan TUHAN (27:4); maka ketika kita menyadari kehadiran Allah dalam segala situasi, kita dapat meyakini bahwa kita akan melihat kemurahan Tuhan, bahkan dapat menikmatinya sekalipun di tengah situasi yang sulit. TUHAN tidak pernah meninggalkan kita. Dia adalah Imanuel.