Bacaan Alkitab
Mazmur 29

1  Mazmur Daud. Kepada TUHAN, hai penghuni sorgawi, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan!
2  Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan!
3  Suara TUHAN di atas air, Allah yang mulia mengguntur, TUHAN di atas air yang besar.
4  Suara TUHAN penuh kekuatan, suara TUHAN penuh semarak.
5  Suara TUHAN mematahkan pohon aras, bahkan, TUHAN menumbangkan pohon aras Libanon.
6  Ia membuat gunung Libanon melompat-lompat seperti anak lembu, dan gunung Siryon seperti anak banteng.
7  Suara TUHAN menyemburkan nyala api.
8  Suara TUHAN membuat padang gurun gemetar, TUHAN membuat padang gurun Kadesh gemetar.
9  Suara TUHAN membuat beranak rusa betina yang mengandung, bahkan, hutan digundulinya; dan di dalam bait-Nya setiap orang berseru: “Hormat!”
10  TUHAN bersemayam di atas air bah, TUHAN bersemayam sebagai Raja untuk selama-lamanya.
11  TUHAN kiranya memberikan kekuatan kepada umat-Nya, TUHAN kiranya memberkati umat-Nya dengan sejahtera!


Renungan GEMA
Suara TUHAN
GI Mario Novanno

Kata “TUHAN adalah kata paling dominan dalam Mazmur 29. Kata ini diulang delapan belas kali, seakan-akan Daud ingin memenuhi pikiran dan perasaan pembacanya dengan TUHAN. Jika kita meneliti beberapa nama tempat yang disebut oleh Daud, kita akan mendapati wilayah geografis yang mencakup seluruh wilayah Israel. Libanon (29:5) terletak di wilayah Utara Israel, sedangkan padang gurun Kadesh (29:8) terdapat di wilayah Selatan Israel. Daud ingin memastikan bahwa tidak ada ruang tersisa dalam hati seseorang yang diisi dengan hal lain selain TUHAN. Hanya TUHAN saja–dengan segala keagungan, kemuliaan dan kemegahan-Nya–yang sepatutnya memenuhi pikiran kita. Pikirkanlah Dia! Daud melakukannya dan ia tidak tahan untuk tidak mengajak “para penghuni sorgawi”–29:1, perkataan ini berasal dari bahasa Ibrani yang arti harfiahnya adalah “anak-anak Allah”. Jadi, yang dimaksud bukan hanya para malaikat di surga, tetapi juga semua orang yang percaya kepada Allah–untuk menyembah dan memuliakan TUHAN bersama dengan dirinya. Seandainya kita mengarahkan hati dan pikiran kita hanya kepada TUHAN, orang-orang akan terbawa untuk sujud menyembah dan memuliakan TUHAN. Sebelum kita mengajak orang lain untuk menyembah dan memuliakan Tuhan pun, kehadiran kita yang terfokus penuh pada Tuhan pun sudah akan membuat suasana terasa berbeda, sehingga orang lain bisa “merasakan” kehadiran TUHAN. Begitu besar kuasa TUHAN jika Tuhan hadir dalam hidup kita.

Kemudian, ada frase “Suara TUHAN” yang diulang tujuh kali. Angka tujuh adalah angka sempurna bagi orang Yahudi. Perhatikan bagaimana Daud menggunakan frase “Suara TUHAN” yang mengatur alam (29:3-9). TUHAN berkuasa penuh atas alam. Gambaran tentang suara TUHAN dalam Mazmur 29 mengingatkan kita pada peristiwa penciptaan dalam Kejadian 1 yang mencatat bagaimana TUHAN menciptakan dunia beserta segala isinya. “Berfirmanlah Allah (Kejadian 1:3,6,9,11,14, 20,24,26,29) … Dan jadilah demikian (1:7,11,15,24, 30).” Suara TUHAN tak boleh diabaikan karena pasti penting dan berkuasa. Suara TUHAN mencipta, memberi kehidupan, dan memelihara. Saat ini, suara apa yang lebih banyak kita dengarkan dan kita anggap penting? Sadarilah bahwa suara-suara lain itu membunuh dan menumpulkan kita. Dengarkanlah suara TUHAN dan taatilah!