Bacaan Alkitab
Mazmur 30

1  Mazmur. Nyanyian untuk pentahbisan Bait Suci. Dari Daud.
2  Aku akan memuji Engkau, ya TUHAN, sebab Engkau telah menarik aku ke atas, dan tidak memberi musuh-musuhku bersukacita atas aku.
3  TUHAN, Allahku, kepada-Mu aku berteriak minta tolong, dan Engkau telah menyembuhkan aku.
4  TUHAN, Engkau mengangkat aku dari dunia orang mati, Engkau menghidupkan aku di antara mereka yang turun ke liang kubur.
5  Nyanyikanlah mazmur bagi TUHAN, hai orang-orang yang dikasihi-Nya, dan persembahkanlah syukur kepada nama-Nya yang kudus!
6  Sebab sesaat saja Ia murka, tetapi seumur hidup Ia murah hati; sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai.
7  Dalam kesenanganku aku berkata: “Aku takkan goyah untuk selama-lamanya!”
8  TUHAN, oleh karena Engkau berkenan, Engkau telah menempatkan aku di atas gunung yang kokoh; ketika Engkau menyembunyikan wajah-Mu, aku terkejut.
9  Kepada-Mu, ya TUHAN, aku berseru, dan kepada Tuhanku aku memohon:
10  “Apakah untungnya kalau darahku tertumpah, kalau aku turun ke dalam lobang kubur? Dapatkah debu bersyukur kepada-Mu dan memberitakan kesetiaan-Mu?
11  Dengarlah, TUHAN, dan kasihanilah aku, TUHAN, jadilah penolongku!”
12  Aku yang meratap telah Kauubah menjadi orang yang menari-nari, kain kabungku telah Kaubuka, pinggangku Kauikat dengan sukacita,
13  supaya jiwaku menyanyikan mazmur bagi-Mu dan jangan berdiam diri. TUHAN, Allahku, untuk selama-lamanya aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu.


Renungan GEMA
Judul
GI Mario Novanno

Apa hubungan antara Mazmur 30:1 dengan ayat-ayat selanjutnya? Saat membaca mazmur ini, mungkin Anda sulit melihat kaitan mazmur ini dengan urusan penahbisan Bait Suci. Kesulitan ini disebabkan karena mungkin Daud menulis mazmur ini saat ia mendirikan mezbah di tempat pengirikan Ornan (1 Tawarikh 21:1-22:6), tetapi tidak ada informasi dari teks yang kita baca tentang kemungkinan ini. Saat itu, Daud berhadapan dengan situasi yang sangat sulit. Ia menuai akibat dari kesombongannya. Tujuh puluh ribu orang Israel tewas karena tulah berupa penyakit sampar yang merupakan pilihan Daud sendiri. Perhatikan bahwa kesalahan seorang pemimpin bisa berdampak pada para pengikutnya. Daud tidak tahan melihat berlangsungnya wabah itu, sehingga ia meminta belas kasihan Tuhan. Ia sedih karena kesalahannya berimbas pada rakyatnya. Daud berseru kepada Tuhan, lalu ia mengikuti petunjuk Tuhan untuk mendirikan mezbah di lokasi yang kelak menjadi tempat Bait Allah didirikan, lalu tulah itu berhenti.

Daud berseru dan meminta pertolongan Tuhan karena ia mengenal Tuhan dengan benar (1 Tawarikh 21:13). Perhatikan keyakinan Daud, “Sesaat saja Ia murka, tetapi seumur hidup Ia murah hati.” (Mazmur 30:6). Keyakinannya membuat Daud mampu memaknai pengalamannya dengan benar. Keyakinan Daud juga membuat ia sanggup bangkit kembali dan tetap menempatkan Tuhan sebagai segala-galanya dalam hidupnya. Perhatikan karya Tuhan yang dicatat Daud hampir di setiap ayat dalam Mazmur 30 ini. Bayangkanlah bahwa Daud seolah-olah sedang bernyanyi dan menari di depan Anda. Rasakanlah luapan emosi serta entakan tangan dan kakinya. Jelas bahwa Daud bersukacita karena mendapat kelepasan dan kelegaan besar dari Tuhan. Kapan terakhir kali Anda mendapat kelepasan dan kelegaan dari Tuhan? Mungkin pekerjaan Anda telah menguras kesehatan fisik dan emosi Anda, sehingga Anda kewalahan dan meminta pertolongan Tuhan agar Ia memberi pekerjaan yang lebih cocok. Mungkin keluarga Anda menuntut perhatian lebih dari apa yang bisa Anda berikan. Di situasi pandemi ini, mungkin pendapatan Anda menurun drastis. Tetaplah nantikan pertolongan Tuhan! Cara kerja Tuhan tak selalu dapat diduga. Bila Tuhan telah mendatangkan kelepasan dan kelegaan, jangan lupa untuk bersyukur dan memuji nama-Nya!