Bacaan Alkitab
1 Timotius 5:17-25

17  Penatua-penatua yang baik pimpinannya patut dihormati dua kali lipat, terutama mereka yang dengan jerih payah berkhotbah dan mengajar.
18  Bukankah Kitab Suci berkata: “Janganlah engkau memberangus mulut lembu yang sedang mengirik,” dan lagi “seorang pekerja patut mendapat upahnya.”
19  Janganlah engkau menerima tuduhan atas seorang penatua kecuali kalau didukung dua atau tiga orang saksi.
20  Mereka yang berbuat dosa hendaklah kautegor di depan semua orang agar yang lain itupun takut.
21  Di hadapan Allah dan Kristus Yesus dan malaikat-malaikat pilihan-Nya kupesankan dengan sungguh kepadamu: camkanlah petunjuk ini tanpa prasangka dan bertindaklah dalam segala sesuatu tanpa memihak.
22  Janganlah engkau terburu-buru menumpangkan tangan atas seseorang dan janganlah terbawa-bawa ke dalam dosa orang lain. Jagalah kemurnian dirimu.
23  Janganlah lagi minum air saja, melainkan tambahkanlah anggur sedikit, berhubung pencernaanmu terganggu dan tubuhmu sering lemah.
24  Dosa beberapa orang menyolok, seakan-akan mendahului mereka ke pengadilan, tetapi dosa beberapa orang lagi baru menjadi nyata kemudian.
25  Demikianpun perbuatan baik itu segera nyata dan kalau tidak demikian, ia tidak dapat terus tinggal tersembunyi.


Renungan GEMA
Bertindak tanpa Memihak
GI Hendro Lim

Tidak ada musuh atau teman permanen dalam politik, yang ada hanyalah kepentingan permanen. Kalimat ini sering kita dengar. Sebagaimana musuh politik dapat menjadi sekutu karena kepentingan esok hari, demikianlah teman politik dapat ditusuk dari belakang saat ada kepentingan yang berseberangan. Dalam politik, penilaian sarat kepentingan dan kebenaran merupakan barang antik nan langka.

Dalam bacaan Alkitab hari ini, Rasul Paulus mengingatkan Timotius agar selalu bersikap objektif dan bertindak tanpa memihak dalam segala hal. Di satu sisi, Timotius harus menghormati para penatua yang baik pimpinannya dan memperlakukan mereka dengan sepatutnya. Di sisi lain, Timotius harus terbuka untuk menerima tuduhan terhadap para penatua itu bila terdapat cukup saksi. Bahkan, ia harus menegur mereka yang terbukti bersalah, bila perlu menegur secara terbuka.

Dasar nasihat Rasul Paulus bukan sekadar kenyataan bahwa kebenaran akan segera nyata dan tidak dapat terus tersembunyi di hadapan manusia. Beliau sadar betul bahwa hidup kita senantiasa terbuka dan transparan di hadapan Allah atau Coram Deo. Tidak ada yang tersembunyi di hadapan Allah. Allah, Kristus Yesus, dan malaikat-malaikat pilihan-Nya adalah saksi atas segala sesuatu. Apa makna hal itu bagi kita? Di satu sisi, kita bersukacita bahwa pada akhirnya, yang benar akan dinyatakan sebagai benar dan yang salah akan dinyatakan sebagai salah oleh Allah. Di sisi lain, kenyataan ini seharusnya membuat kita hidup dengan gentar karena kita tahu bahwa kita harus mempertanggungjawabkan pikiran, perkataan, dan tindak tanduk kita, bukan hanya di hadapan manusia, tetapi juga–terutama–di hadapan Allah Tritunggal.

Sayang sekali, sejarah mencatat adanya orang-orang percaya atau para pemimpin gereja yang sangat memikirkan kepentingan diri sendiri, subjektif, dan memandang bulu, baik dalam pikiran, perkataan, maupun perbuatan.

Hari ini, bagaimana cara Anda bertindak? Apakah Anda bertindak tanpa memihak saat anak-anak Anda bertengkar? Apakah Anda berlaku murni terhadap rekan-rekan kerja dan rekan-rekan sepelayanan Anda? Apakah Anda menghormati mereka yang memang layak menerima hormat, dan Anda mengingatkan–bahkan menegur–mereka yang terbukti bersalah?