Bacaan Alkitab
Yesaya 8:23

23  Tetapi tidak selamanya akan ada kesuraman untuk negeri yang terimpit itu. Kalau dahulu TUHAN merendahkan tanah Zebulon dan tanah Naftali, maka di kemudian hari Ia akan memuliakan jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, wilayah bangsa-bangsa lain.

Yesaya 9:1-6

1  Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar.
2  Engkau telah menimbulkan banyak sorak-sorak, dan sukacita yang besar; mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti sukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan.
3  Sebab kuk yang menekannya dan gandar yang di atas bahunya serta tongkat si penindas telah Kaupatahkan seperti pada hari kekalahan Midian.
4  Sebab setiap sepatu tentara yang berderap-derap dan setiap jubah yang berlumuran darah akan menjadi umpan api.
5  Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
6  Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.


Renungan GEMA
Sumber Pengharapan Kita
GI Purnama

Kehadiran “Imanuel” (7:14) menandai pengharapan yang diberikan oleh Allah. Raja Ahas dan bangsa Yehuda ketakutan menghadapi serangan koalisi Kerajaan Israel Utara dan Kerajaan Aram atau Siria. Akan tetapi, melalui nabi Yesaya, Allah memberi tahu bahwa serangan koalisi tersebut tidak akan berhasil–dan pemberitahuan itu benar–karena TUHAN hadir untuk melindungi bangsa Yehuda. Sayang, Raja Ahas tidak memercayai perlindungan Allah. Saat Allah memerintahkan Ahas untuk meminta tanda, ia menolak karena ia mengharapkan bantuan pasukan Asyur. Memang benar, bahwa kemudian pasukan Asyur datang serta menaklukkan–bahkan menghancurkan–pasukan Israel Utara dan pasukan Aram. Akan tetapi, pasukan Asyur pun selanjutnya menjadi ancaman bagi Kerajaan Yehuda.

Dalam Perjanjian Baru, penulis Injil Matius mengungkapkan bahwa nubuat dalam Yesaya 7:14 adalah nubuat yang menunjuk kepada Sang Mesias, yaitu Yesus Kristus (Matius 1:23). Sebagaimana Imanuel menandai kehadiran Allah yang membebaskan bangsa Yehuda dari ancaman koalisi pasukan Israel Utara dan pasukan Aram, demikianlah Yesus Kristus datang dari sorga ke dunia untuk membebaskan manusia dari kuasa dosa! Oleh karena itu, tidak mengherankan bila nubuat dalam bacaan Alkitab hari ini menjelaskan tentang siapa Yesus Kristus yang menjadi sumber pengharapan kita itu, “Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya.” (Yesaya 9:5-6).

Yesus Kristus adalah Sang Imanuel yang sejati: Allah yang beserta dengan kita! Tanpa Yesus Kristus, kita tidak akan sanggup melepaskan diri dari kuasa dosa dan kita akan menghadapi hukuman Allah. Bila kita memercayai Tuhan Yesus, dosa kita sudah ditanggung oleh Yesus Kristus melalui pengorbanan-Nya di kayu salib, sehingga kita mendapat jaminan pengampunan dosa serta jaminan hidup kekal (Kisah Para Rasul 10:43; Yohanes 3:16). Apakah Anda sudah memiliki jaminan itu?