Bacaan Alkitab
Mazmur 32

1  Dari Daud. Nyanyian pengajaran. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi!
2  Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu!
3  Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari;
4  sebab siang malam tangan-Mu menekan aku dengan berat, sumsumku menjadi kering, seperti oleh teriknya musim panas. Sela
5  Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: “Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku,” dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. Sela
6  Sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada-Mu, selagi Engkau dapat ditemui; sesungguhnya pada waktu banjir besar terjadi, itu tidak melandanya.
7  Engkaulah persembunyian bagiku, terhadap kesesakan Engkau menjaga aku, Engkau mengelilingi aku, sehingga aku luput dan bersorak. Sela
8  Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.
9  Janganlah seperti kuda atau bagal yang tidak berakal, yang kegarangannya harus dikendalikan dengan tali les dan kekang, kalau tidak, ia tidak akan mendekati engkau.
10  Banyak kesakitan diderita orang fasik, tetapi orang percaya kepada TUHAN dikelilingi-Nya dengan kasih setia.
11  Bersukacitalah dalam TUHAN dan bersorak-soraklah, hai orang-orang benar; bersorak-sorailah, hai orang-orang jujur!


Renungan GEMA
Keharusan Mengaku Dosa
GI Mario Novanno

Apakah penyakit berkaitan dengan dosa? Tidak selalu! Dalam beberapa peristiwa penyembuhan yang dilakukan Tuhan Yesus, jelas dicatat bahwa ada kalanya masalah pada tubuh terkait erat dengan dosa. Kepada orang lumpuh dalam Markus 2:5, Tuhan Yesus berkata, “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!” Akan tetapi, dalam Yohanes 9:2-3, Tuhan Yesus dengan jelas mengatakan bahwa orang yang buta sejak lahir bukan buta karena dosa.

Walaupun hidupnya berkenan di hati Tuhan (1 Samuel 13:14; Kisah Para Rasul 13:22), Daud merasa bahwa tangan Tuhan sangat menekan dia sehingga tubuhnya menjadi sangat lemah (Mazmur 32:4) karena dosa yang telah ia lakukan itu (perhatikan konteks ayat itu, yaitu 32:1-5). Sebaliknya, orang fasik kebas (tidak merasakan) bahwa ada sesuatu yang salah saat berbuat dosa (bandingkan dengan 73:3-12). Seandainya orang fasik menderita karena dosa pun (32:10), mungkin mereka tidak sadar bahwa penderitaan itu berkaitan dengan kefasikan mereka.

Seperti Daud, setiap orang percaya pasti mendapat perkenanan Tuhan. Roh Kudus–yang tinggal di hati setiap orang yang sudah menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamatnya–akan membuat hati kita merasa gelisah saat hendak berbuat dosa. Bersyukurlah untuk rasa sakit–jiwa yang tertekan–yang mendesak kita untuk datang kepada Tuhan dan mendapat kasih karunia pengampunan-Nya (32:5). Alamilah kebahagiaan karena pengampunan itu (32:1-2). Bagaimana mungkin kita tidak merasa berbahagia saat merenungkan pengorbanan Kristus yang membebaskan kita dari kutuk salib yang mengerikan itu?

Jangan menahan diri atau mengeraskan hati berdasarkan pemikiran bahwa kita sanggup menebus kesalahan/dosa dengan berbuat baik atau tindakan memperbaiki diri seperti membayar ganti rugi, memberi pelayanan ekstra, menambah jumlah persembahan, dan sebagainya. Sebenarnya, kelegaan yang didasarkan pada usaha sendiri merupakan perasaan yang semu. Jadi, selama Tuhan masih mengundang kita untuk datang ke takhta kasih karunia-Nya, apa untungnya kita berkeras hati di hadapan-Na (32:9, bandingkan dengan Yesaya 55:6-7)? Ada kontras yang jelas antara akibat mengaku dosa (32:1,2,11) dengan akibat menyimpan dosa (32:3-4). Sebagai orang dengan pikiran yang dipimpin Roh Kudus, pilihlah dengan bijak!