Bacaan Alkitab
Mazmur 33

1  Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar, dalam TUHAN! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang-orang jujur.
2  Bersyukurlah kepada TUHAN dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali!
3  Nyanyikanlah bagi-Nya nyanyian baru; petiklah kecapi baik-baik dengan sorak-sorai!
4  Sebab firman TUHAN itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan.
5  Ia senang kepada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia TUHAN.
6  Oleh firman TUHAN langit telah dijadikan, oleh nafas dari mulut-Nya segala tentaranya.
7  Ia mengumpulkan air laut seperti dalam bendungan, Ia menaruh samudera raya ke dalam wadah.
8  Biarlah segenap bumi takut kepada TUHAN, biarlah semua penduduk dunia gentar terhadap Dia!
9  Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada.
10  TUHAN menggagalkan rencana bangsa-bangsa; Ia meniadakan rancangan suku-suku bangsa;
11  tetapi rencana TUHAN tetap selama-lamanya, rancangan hati-Nya turun-temurun.
12  Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah TUHAN, suku bangsa yang dipilih-Nya menjadi milik-Nya sendiri!
13  TUHAN memandang dari sorga, Ia melihat semua anak manusia;
14  dari tempat kediaman-Nya Ia menilik semua penduduk bumi.
15  Dia yang membentuk hati mereka sekalian, yang memperhatikan segala pekerjaan mereka.
16  Seorang raja tidak akan selamat oleh besarnya kuasa; seorang pahlawan tidak akan tertolong oleh besarnya kekuatan.
17  Kuda adalah harapan sia-sia untuk mencapai kemenangan, yang sekalipun besar ketangkasannya tidak dapat memberi keluputan.
18  Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya,
19  untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.
20  Jiwa kita menanti-nantikan TUHAN. Dialah penolong kita dan perisai kita!
21  Ya, karena Dia hati kita bersukacita, sebab kepada nama-Nya yang kudus kita percaya.
22  Kasih setia-Mu, ya TUHAN, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu.


Renungan GEMA
Bersyukurlah karena Tuhan
GI Mario Novanno

Setiap orang pasti pernah merasa bersukacita. Ada berbagai macam sebab yang membuat seseorang bersukacita, misalnya karena merasa disayangi, diperhatikan, diberi sesuatu, harapan terpenuhi, mendapat promosi, dan sebagainya. Ungkapan rasa sukacita bisa bermacam-macam: Ada yang melompat kegirangan, ada yang men-sharing-kan kepada orang lain, ada yang menggelar pesta syukur, dan sebagainya. Dalam Mazmur 33, jelas bahwa hati pemazmur bersukacita. Ia mengajak pembacanya–orang-orang yang sudah mengenal Tuhan–untuk bersorak-sorai, memuji-muji, bersyukur bersama kepada Tuhan. Ia mengajak mereka mengekspresi-kan sukacita mereka dengan bernyanyi dan bermazmur bagi Tuhan dengan kecapi (33:1-3). Kapan terakhir kali Anda mengekspresikan sukacita kepada Tuhan? Selain bersaksi tentang kebaikan/berkat Tuhan kepada orang lain, jangan lupa mengekspresikan secara langsung kepada Tuhan. Tuhan akan mengangkat jiwa kita seiring dengan pujian yang kita naikkan kepada-Nya.

Berbeda dengan banyak orang yang bersukacita karena mendapat sesuatu, barang atau uang, pemazmur bersukacita karena Tuhan. Mulai ayat 4 yang ditandai dengan kata ‘sebab’, pemazmur menguraikan alasan mengapa ia begitu bersukacita karena Tuhan, yaitu karena Tuhan menciptakan bumi yang ia tinggali dengan kuasa dan kasih yang hangat. Dengan firman-Nya, Tuhan membuat bumi menjadi tempat yang dapat ditinggali manusia, maka patutlah kita takut–kagum, hormat, dan mengasihi–Tuhan (33:4-9). Kita mungkin tidak menyadari bahwa lingkungan tempat tinggal kita adalah karya Tuhan melalui tangan manusia. Selain itu, dalam hubungan dengan rencana-Nya terhadap umat manusia, Tuhan berdaulat penuh. Manusia mungkin saja mengatakan bahwa ia punya sumber daya yang cukup untuk memastikan rencananya berjalan (33:16-17) meskipun hal itu melawan dan menentang Tuhan. Akan tetapi, Tuhan memastikan bahwa rencana-Nya-lah yang akan terlaksana (33:10-11). Ingatlah kisah Yusuf! Saudara-saudaranya merancangkan hal jahat kepadanya, tetapi pada akhirnya Yusuf menyimpulkan bahwa Tuhan berdaulat mendatangkan kebaikan melalui rancangan jahat tersebut (Kejadian 50:20). Ingatlah bahwa rencana Tuhan itu selalu baik dan tidak pernah gagal (Roma 8:28). Bersyukurlah dan pujilah nama-Nya karena Tuhan itu baik!