Bacaan Alkitab
Mazmur 36

1  Untuk pemimpin biduan. Dari hamba TUHAN, dari Daud.
2  Dosa bertutur di lubuk hati orang fasik; rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu,
3  sebab ia membujuk dirinya, sampai orang mendapati kesalahannya dan membencinya.
4  Perkataan dari mulutnya ialah kejahatan dan tipu daya, ia berhenti berlaku bijaksana dan berbuat baik.
5  Kejahatan dirancangkannya di tempat tidurnya, ia menempatkan dirinya di jalan yang tidak baik; apa yang jahat tidak ditolaknya.
6  Ya TUHAN, kasih-Mu sampai ke langit, setia-Mu sampai ke awan.
7  Keadilan-Mu adalah seperti gunung-gunung Allah, hukum-Mu bagaikan samudera raya yang hebat. Manusia dan hewan Kauselamatkan, ya TUHAN.
8  Betapa berharganya kasih setia-Mu, ya Allah! Anak-anak manusia berlindung dalam naungan sayap-Mu.
9  Mereka mengenyangkan dirinya dengan lemak di rumah-Mu; Engkau memberi mereka minum dari sungai kesenangan-Mu.
10  Sebab pada-Mu ada sumber hayat, di dalam terang-Mu kami melihat terang.
11  Lanjutkanlah kasih setia-Mu bagi orang yang mengenal Engkau, dan keadilan-Mu bagi orang yang tulus hati!
12  Janganlah kiranya kaki orang-orang congkak menginjak aku, dan tangan orang fasik mengusir aku.
13  Lihat, orang-orang yang melakukan kejahatan itu jatuh; mereka dibanting dan tidak dapat bangun lagi.


Renungan GEMA
Jangan Sampai Dianggap Sepi
GI Mario Novanno

Hukuman apa yang paling berat yang pernah Anda bayangkan dalam kehidupan Anda sebagai orang percaya? Apakah di-eksko-munikasi–artinya “dikeluarkan”–dari gereja? Bagi saya, hukuman terberat bagi orang percaya adalah PEMBIARAN, artinya dibiarkan, dianggap sepi, tidak dipedulikan oleh Tuhan.

Menarik untuk diperhatikan bahwa gambaran karakter orang fasik yang nyeleneh dalam Mazmur 36:2-5 sama sekali berlawanan–atau merupakan kontras–dengan sifat-sifat Tuhan yang peduli dan penuh kasih dalam 36:6-11. Keduanya bagaikan dua dunia yang sama sekali berbeda. Orang fasik mengalami pembiaran oleh Tuhan: sama sekali tidak ditegur, tidak dihalangi, tidak dinasihati bila apa yang ia pikirkan, katakan, dan lakukan itu salah! Bahkan, orang fasik membujuk dirinya sendiri untuk melakukan dosa yang selanjutnya memimpin kepada dosa yang lain. Biasanya, dosa yang dilakukan tidak semakin ringan, tetapi semakin serius. Selain itu si pelaku dosa akan semakin pintar melakukan dosa. Semula, dosa dilakukan dengan sikap takut-takut–bukan takut Tuhan, tetapi takut sesama atau takut merugikan diri sendiri–dan gampang ditebak. Lama-kelamaan, dosa dilakukan secara terang-terangan, tetapi dibungkus rapi sehingga menjadi samar-samar. Yang paling mengerikan adalah sudah tidak ada lagi orang yang mau menegur dosa tersebut! Sebagai orang percaya yang masih bisa jatuh dalam dosa, kiranya mazmur ini menjadi peringatan bagi kita agar kita bersikap terbuka terhadap teguran.

Gambaran manusia yang berlindung kepada Tuhan (36:8) amat berbeda dengan orang fasik. Kasih setia Tuhan yang besar senantiasa dinyatakan melalui keadilan dan hukum Tuhan demi menyelamatkan makhluk ciptaan-Nya (36:6-8,11). Tuhan tidak akan membiarkan anak-anak-Nya! Ada sedikit petunjuk dari Daud dalam ayat 9 yang menjadi bagian yang harus kita kerjakan untuk mengenal kasih setia Tuhan, yaitu ‘makan’ dan ‘minum’ dari Sang Sumber itu sendiri. Tuhan Yesus bersabda, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:33). Tuhan itu penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya. Marilah kita merespons kasihnya dan secara aktif menjalin relasi dengan Tuhan Yesus Kristus!