Bacaan Alkitab
2 Timotius 3:10-17

10  Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku.
11  Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara seperti yang telah kuderita di Antiokhia dan di Ikonium dan di Listra. Semua penganiayaan itu kuderita dan Tuhan telah melepaskan aku dari padanya.
12  Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya,
13  sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan.
14  Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.
15  Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.
16  Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
17  Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.


Renungan GEMA
Kesatuan Kata dan Perbuatan
GI Hendro Lim

Pernahkah Anda mendengar perkataan, “Do as I say, not as I do”, yang artinya, “Ikutilah perkataan saya, bukan perbuatan saya”? Perkataan itu menunjuk kepada orang yang tidak melakukan apa yang ia ajarkan, bahkan orang itu mungkin saja melakukan kebalikan dari apa yang ia ajarkan.

Dalam pelayanannya, Tuhan Yesus berjumpa dengan orang-orang seperti ini. Dia menegur mereka dengan sangat keras, bahkan Dia menyebut mereka sebagai orang-orang munafik dan mengibaratkan mereka seperti kuburan yang dilabur putih, yang kelihatan bersih di luar, tetapi sebenarnya penuh dengan tulang-belulang dan pelbagai macam kotoran di dalamnya (Matius 23:27). Kepada murid-murid-Nya, Tuhan Yesus berkata, “… turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya” (Matius 23:3).

Sebagai orang Farisi, Rasul Paulus mungkin pernah menjalani–paling tidak memahami–kehidupan seperti itu. Dalam bacaan Alkitab hari ini, kita melihat bahwa Rasul Paulus bukan hanya mengajar Timotius, tetapi ia juga melakukan apa yang ia ajarkan. Rasul Paulus mengajar Timotius hal-hal yang telah ia jalankan terlebih dahulu dalam kehidupannya.

Dalam 2 Timotius 3:10-11a, Rasul Paulus menulis, “Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku. Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara seperti yang telah kuderita di Antiokhia dan di Ikonium dan di Listra.” Dia sudah lebih dahulu melakukan apa yang ia ajarkan! Oleh karena itu, tidak mengherankan bila Rasul Paulus bisa melayani dengan penuh kuasa ke mana pun dia pergi.

Bagaimana cara hidup, pendirian, dan iman kita di mata keluarga kita? Apakah kita sudah hidup dengan penuh kesabaran terhadap suami, istri, serta anak-anak kita? Apakah kita sudah mengasihi dengan penuh ketekunan? Apakah kita berani “menderita” atau mengalami kesulitan demi Kristus? Apakah yang akan mereka katakan tentang kita kalau kita berbicara kepada mereka tentang pendirian atau iman kita? Apakah yang akan dikatakan oleh Tuhan Yesus tentang diri kita saat Dia datang melawat umat-Nya?