Bacaan Alkitab
Efesus 2:4-10

4  Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita,
5  telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita–oleh kasih karunia kamu diselamatkan–
6  dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga,
7  supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.
8  Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
9  itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
10  Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.


Renungan GEMA
Anugerah yang Tak Terselami
GI Fifi Wijaya

Allah mengasihi manusia berdosa, itu pasti! Kekayaan kasih karunia Allah ini sulit untuk dimengerti. Manusia berdosa adalah orang yang akan terus berdosa, bahkan berdosa tanpa henti. Hati manusia tidak pernah puas, sehingga manusia sulit mengatakan “stop” karena ingin terus menyenangkan dirinya. Manusia cenderung memusatkan perhatian pada dirinya sendiri. Itulah dosa! Tidak pernah ada kata cukup bagi dosa. Dosa bekerja dalam diri manusia. Kematian kekal adalah upah dosa. Kematian itu pasti karena dosa telah membuat manusia rusak total.

Namun, Allah tidak membiarkan manusia begitu saja. Kekayaan kasih-Nya yang berlimpah-limpah siap untuk dicurahkan kepada setiap orang yang mau datang kepada-Nya. Pengharapan yang bisa memberi jaminan kepada manusia hanya satu, tidak ada yang lain! Bila kita membuka diri untuk menerima kasih Allah di dalam iman kepada Yesus Kristus, Sang Mesias itu, Allah akan “menciptakan ulang” atau mentransformasi diri kita dari kondisi sebagai manusia lama menjadi manusia baru. Hidup kita tidak pernah sama lagi! Tangan Allah berkarya di setiap sisi pada diri kita. Allah “mengejar” kita agar kita kembali pada tujuan awal saat Ia menciptakan kita, yaitu agar kita hidup untuk kemuliaan-Nya (Yesaya 43:7).

Bagaimana seharusnya umat Allah menanggapi anugerah kasih Allah yang berlimpah-limpah itu? Ingatlah bahwa dari kondisi kotor, kita telah menjadi bersih. Dari kondisi rusak, kita telah diperbaiki. Dari kondisi hancur, kita telah dipulihkan. Dari kondisi kacau, kita telah dirapikan. Dari kondisi tanpa masa depan, kita telah memiliki pengharapan. Dari kondisi pasti binasa dalam dosa, kita telah diselamatkan dan menerima hidup yang kekal. Dari kondisi jauh dari Allah, sekarang menjadi dekat. Apakah Anda sudah menerima kasih karunia Allah? Ingatlah bahwa kita ini buatan Allah yang telah diciptakan ulang di dalam Yesus Kristus, Sang Juruselamat. Marilah kita mengisi hidup kita dengan hal-hal yang memuliakan Allah, yaitu dengan melakukan pekerjaan baik yang telah dipersiapkan Allah jauh sebelum kita bisa merasakan kehadiran-Nya dalam hidup kita. Mengapa Allah mau mengerjakan hal itu bagi kita? Sungguh, kasih dan anugerah Allah bagi kita itu tidak terselami. Keselamatan adalah pekerjaan Allah, bukan hasil usaha kita (Efesus 2:9). Keselamatan adalah karya Allah dalam hidup kita. Jadi, muliakanlah Allah dalam kehidupan Anda!