Bacaan Alkitab
Titus 2

1  Tetapi engkau, beritakanlah apa yang sesuai dengan ajaran yang sehat:
2  Laki-laki yang tua hendaklah hidup sederhana, terhormat, bijaksana, sehat dalam iman, dalam kasih dan dalam ketekunan.
3  Demikian juga perempuan-perempuan yang tua, hendaklah mereka hidup sebagai orang-orang beribadah, jangan memfitnah, jangan menjadi hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik
4  dan dengan demikian mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya,
5  hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya, agar Firman Allah jangan dihujat orang.
6  Demikian juga orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal
7  dan jadikanlah dirimu sendiri suatu teladan dalam berbuat baik. Hendaklah engkau jujur dan bersungguh-sungguh dalam pengajaranmu,
8  sehat dan tidak bercela dalam pemberitaanmu sehingga lawan menjadi malu, karena tidak ada hal-hal buruk yang dapat mereka sebarkan tentang kita.
9  Hamba-hamba hendaklah taat kepada tuannya dalam segala hal dan berkenan kepada mereka, jangan membantah,
10  jangan curang, tetapi hendaklah selalu tulus dan setia, supaya dengan demikian mereka dalam segala hal memuliakan ajaran Allah, Juruselamat kita.
11  Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata.
12  Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keingina duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini
13  dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus,
14  yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik.
15  Beritakanlah semuanya itu, nasihatilah dan yakinkanlah orang dengan segala kewibawaanmu. Janganlah ada orang yang menganggap engkau rendah.


Renungan GEMA
Antara Ekspektasi dan Realita
GI Tommy Chendana

Betapa senangnya Budi saat diajak ayahnya pergi ke salah satu restoran yang sudah lama ia idam-idamkan. Sang ayah mengizinkan Budi memesan makanan apa saja yang ia sukai, Budi segera melihat menu makanan dan menunjuk gambar makanan yang menurutnya sangat menarik dan diduga rasanya sangat enak. Namun, saat makanan tersebut dihidangkan, ia sangat kecewa karena ternyata apa yang ia lihat tidak sesuai dengan apa yang ia bayangkan: Yang disajikan tidak sesuai dengan gambar, porsinya kecil, dan yang paling mengecewakan adalah bahwa rasa makanan tersebut sangat hambar.

Antara harapan dan kenyataan sering bertolak belakang. Itulah yang terlihat dalam kehidupan orang Kristen di pulau Kreta. Cara hidup mereka sama seperti cara hidup orang non Kristen, sehingga pengajaran atau berita firman Tuhan menjadi tercela, bahkan muncul berbagai tuduhan atau gosip yang mempermalukan orang Kristen dan membuat orang non Kristen tidak tertarik terhadap kekristenan (bandingkan dengan 2:7-8). Di pasal ini, Rasul Paulus meminta Titus memberitakan hal-hal yang sesuai dengan ajaran yang benar serta memelihara integritas iman Kristen tanpa berkompromi dengan budaya setempat, baik yang menyangkut laki-laki maupun perempuan yang lebih tua (2:2-3), para perempuan yang lebih muda (2:4-5), para orang muda (2:6-8), maupun menyangkut para hamba (2:9-10).

Yang disampaikan Rasul Paulus kepada Titus itu sangat penting karena cara hidup orang Kristen harus berdasarkan kasih karunia Allah yang telah menyelamatkan, membebaskan, dan menguduskan kita melalui pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib. Kristus menghendaki agar umat-Nya selalu melakukan perbuatan baik (2:14, bandingkan dengan Efesus 2:10). Roh Kudus akan memampukan dan mendisiplin setiap orang percaya “supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini” (Titus 2:12). Semoga setiap orang Kristen selalu mengandalkan Roh Kudus, sehingga seluruh aspek hidupnya selalu memuliakan dan mencerminkan karakter Kristus, sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Dengan demikian, kekristenan memiliki daya tarik bagi orang yang belum percaya, dan orang Kristen makin disenangi oleh semua orang (bandingkan dengan Kisah Para Rasul 2:47).