Bacaan Alkitab
Mazmur 90

1  Doa Musa, abdi Allah. Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kami turun-temurun.
2  Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah.
3  Engkau mengembalikan manusia kepada debu, dan berkata: “Kembalilah, hai anak-anak manusia!”
4  Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam.
5  Engkau menghanyutkan manusia; mereka seperti mimpi, seperti rumput yang bertumbuh,
6  di waktu pagi berkembang dan bertumbuh, di waktu petang lisut dan layu.
7  Sungguh, kami habis lenyap karena murka-Mu, dan karena kehangatan amarah-Mu kami terkejut.
8  Engkau menaruh kesalahan kami di hadapan-Mu, dan dosa kami yang tersembunyi dalam cahaya wajah-Mu.
9  Sungguh, segala hari kami berlalu karena gemas-Mu, kami menghabiskan tahun-tahun kami seperti keluh.
10  Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.
11  Siapakah yang mengenal kekuatan murka-Mu dan takut kepada gemas-Mu?
12  Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.
13  Kembalilah, ya TUHAN–berapa lama lagi? –dan sayangilah hamba-hamba-Mu!
14  Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita semasa hari-hari kami.
15  Buatlah kami bersukacita seimbang dengan hari-hari Engkau menindas kami, seimbang dengan tahun-tahun kami mengalami celaka.
16  Biarlah kelihatan kepada hamba-hamba-Mu perbuatan-Mu, dan semarak-Mu kepada anak-anak mereka.
17  Kiranya kemurahan Tuhan, Allah kami, atas kami, dan teguhkanlah perbuatan tangan kami, ya, perbuatan tangan kami, teguhkanlah itu.


Renungan GEMA
Tempat Perteduhan yang Sejati
Pdt. Emanuel Cahyanto Wibisono

Seorang penulis yang bernama Harold J. Sala pernah mengatakan bahwa tahun yang akan datang dapat dilihat sebagai kelanjutan dari tahun yang segera berlalu. Namun, di penghujung tahun 2020 ini, saya meyakini bahwa banyak orang yang berharap bahwa situasi pandemi Covid-19–yang telah mengguncang kestabilan hidup–tidak berlanjut di tahun 2021. Akan tetapi, di tahun 2021, tampaknya para pelajar dan mahasiswa belum bisa seluruhnya menjalani studi tatap muka, ekonomi masih akan berputar lebih lambat, dan virus Covid-19 masih akan tetap mengancam kesehatan masyarakat.

Mazmur 90 ditulis oleh Musa saat ia memimpin bangsa Israel menuju ke Tanah Perjanjian. Perjalanan itu penuh dengan berbagai kesulitan. Pergumulan dan penderitaan Musa itu tersirat melalui tema ratapan seperti di ayat sepuluh yang menjadi pokok pikiran utama berdasarkan struktur mazmur ini. Musa berkata, “Kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan” (90:10). Musa menyadari bahwa hidup manusia itu fana (90:5,6). Musa menyadari bahwa Allah murka kepada Israel yang berdosa (90:7,8,11), sebab bangsa itu dikenal sebagai kaum yang tegar tengkuk (Keluaran 32:9). Oleh karena dosanya, maka keturunan Abraham, Ishak, dan Yakub harus mengembara di padang gurun selama 40 tahun (Bilangan 32:13).

Alkitab mengungkapkan kepada kita yang hidup di zaman ini bahwa semua manusia berdosa (Roma 3:23) dan Allah murka atas dosa manusia (Roma 1:18). Dosa menyebabkan manusia mengalami kematian (Roma 5:12), bermacam-macam kesulitan (2 Timotius 3:1, Mazmur 54:5, Roma 8:19-21), bahkan murid Kristus pun tidak luput dari penderitaan (Filipi 1:29). Berdasarkan ajaran Alkitab, kita menyadari bahwa pandemi Covid-19 mengungkapkan keberadaan manusia yang berdosa dan hidup dalam kesementaraan. Dalam situasi seperti ini, kita harus tetap meyakini bahwa Allah adalah ‘tempat perteduhan’ yang sejati (90:1). Kita senantiasa mengandalkan Allah untuk memperoleh kelegaan (90:13), sukacita (90:14), dan kekuatan (90:17). Ingatlah bahwa Allah tidak merancang kejahatan (Yakobus 1:17). Dia memelihara dan memberi jalan keluar saat kita menderita (1 Korintus 10:13). Marilah kita menjaga agar kita tetap hidup dalam kekudusan, sebab tidak ada dosa yang dapat kita sembunyikan dari Allah (90:8).