Bacaan Alkitab
Yesaya 57:6-21

6  Padamu hanya ada batu-batu licin dari sungai, dan hanya itu sajalah yang ditentukan bagimu; kepada mereka juga engkau mengunjukkan korban curahan, dan mempersembahkan korban sajian. Masakan Aku sabar akan hal itu?
7  Engkau menaruh petiduranmu di atas gunung yang tinggi dan menjulang dan ke atas gunung itu juga engkau naik untuk mempersembahkan korban sembelihan.
8  Engkau telah menaruh lambang berhalamu di ambang pintu masuk rumahmu, ya, engkau telah meninggalkan Aku dan menelanjangi dirimu, engkau telah menaiki petiduranmu dan telah melebarkannya; engkau telah mengadakan janji dengan beberapa orang yang kauingini untuk tidur bersama-sama mereka dan engkau memandangi lingga.
9  Engkau datang menghadap Molokh dengan membawa minyak dan banyak-banyak wangi-wangian; engkau menyuruh duta-dutamu pergi sampai jauh, dan sampai ke bawah di dunia orang mati.
10  Oleh perjalananmu yang jauh engkau sudah letih lesu, tetapi engkau tidak berkata: “Tidak ada harapan!” Engkau mendapat kekuatan yang baru, dan sebab itu engkau tidak menjadi lemah.
11  Kepada siapa gerangan engkau gentar dan takut, sehingga engkau berdusta dan tidak mengingat Aku atau memberi perhatian kepada-Ku? Bukankah karena Aku membisu dan menutup mata, maka engkau tidak takut kepada-Ku!
12  Aku akan menyebutkan kesalehanmu dan segala perbuatanmu, tetapi semuanya itu tidak akan berguna bagimu:
13  apabila engkau berteriak, biarlah berhala-berhalamu melepaskan engkau! Mereka semua akan ditiup angin, akan diterbangkan hembusan nafas. Tetapi orang yang berlindung kepada-Ku akan mewarisi negeri dan akan memiliki gunung-Ku yang kudus.
14  Ada yang berkata: “Bukalah, bukalah, persiapkanlah jalan, angkatlah batu sandungan dari jalan umat-Ku!”
15  Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: “Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk.
16  Sebab bukan untuk selama-lamanya Aku hendak berbantah, dan bukan untuk seterusnya Aku hendak murka, supaya semangat mereka jangan lemah lesu di hadapan-Ku, padahal Akulah yang membuat nafas kehidupan.
17  Aku murka karena kesalahan kelobaannya, Aku menghajar dia, menyembunyikan wajah-Ku dan murka, tetapi dengan murtad ia menempuh jalan yang dipilih hatinya.
18  Aku telah melihat segala jalannya itu, tetapi Aku akan menyembuhkan dan akan menuntun dia dan akan memulihkan dia dengan penghiburan; juga pada bibir orang-orangnya yang berkabung
19  Aku akan menciptakan puji-pujian. Damai, damai sejahtera bagi mereka yang jauh dan bagi mereka yang dekat–firman TUHAN–Aku akan menyembuhkan dia!
20  Tetapi orang-orang fasik adalah seperti laut yang berombak-ombak sebab tidak dapat tetap tenang, dan arusnya menimbulkan sampah dan lumpur.
21  Tiada damai bagi orang-orang fasik itu,” firman Allahku.


Renungan GEMA
Hanya Allah yang Sanggup Menolong
GI Purnama

Kondisi kepemimpinan yang bobrok yang digambarkan dalam 56:9-12 membuat kondisi rakyat Yehuda tidak terurus. Kejahatan merajalela dan banyak orang benar atau orang saleh yang meninggal dunia dengan tenang tanpa disadari oleh orang yang masih hidup (57:1-2). Kematian ini sebenarnya merupakan bentuk kasih sayang Allah yang menginginkan agar orang yang saleh tidak mengalami kondisi yang terus memburuk. Pada masa itu, praktik penyembahan berhala sering disertai oleh praktik perzinahan sebagai bagian dari ibadah kafir, bahkan terdapat praktik pengorbanan anak (57:5-10) yang dimaksudkan sebagai persembahan untuk Dewa Molokh. Praktik perzinahan itu merupakan praktik upacara kafir untuk memohon kesuburan tanah kepada berhala atau dewa. Praktik pengorbanan anak itu dimaksudkan agar tidak terjadi bencana terhadap orang dewasa. Perlu dipahami bahwa praktik perzinahan dan praktik pengorbanan anak merupakan dua praktik ibadah kafir yang paling dibenci Allah dan memunculkan murka Allah (57:17). Akan tetapi, sebelum Allah menjatuhkan hukuman berat, umat Allah tidak sadar dan tidak bertobat dari dosa mereka. (57:11), padahal para berhala itu tidak akan dapat menolong bila Allah sudah menjatuhkan hukuman. Hanya Allah saja tempat perlindungan yang memungkinkan umat Yehuda bisa mengalami kondisi aman di Tanah Perjanjian (57:13). Puncak hukuman Allah adalah pembuangan umat Yehuda ke Babel. Pembuangan itu membuat mereka sangat direndahkan. Dalam keadaan terpuruk semacam itulah bangsa Israel baru bisa sadar dan mencari pertolongan Allah, dan Allah selalu mau memberi pertolongan bila umat-Nya bersedia merendahkan diri di hadapan-Nya (57:14-19).

Pengalaman bangsa Yehuda merupakan cermin bagi umat Alah sepanjang masa. Kita harus senantiasa menyadari bahwa dosa selalu mengakibatkan datangnya hukuman dan bahwa pertolongan hanya bisa datang dari Allah saja. Mengharapkan pertolongan dari yang bukan Allah hanyalah pengharapan yang sia-sia. Sebelum Allah menjatuhkan hukuman, kita mungkin beranggapan bahwa dosa bukanlah sumber masalah. Akan tetapi, bila Allah sudah menjatuhkan hukuman, pertolongan hanya bisa kita peroleh bila kita bersedia merendahkan diri di hadapan Tuhan. Apakah Anda sudah berusaha hidup dengan menjauhi dosa dan merendahkan diri di hadapan Allah?