Bacaan Alkitab
Mazmur 45

1  Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Bunga bakung. Dari bani Korah. Nyanyian pengajaran; nyanyian kasih.
2  Hatiku meluap dengan kata-kata indah, aku hendak menyampaikan sajakku kepada raja; lidahku ialah pena seorang jurutulis yang mahir.
3  Engkau yang terelok di antara anak-anak manusia, kemurahan tercurah pada bibirmu, sebab itu Allah telah memberkati engkau untuk selama-lamanya.
4  Ikatlah pedangmu pada pinggang, hai pahlawan, dalam keagunganmu dan semarakmu!
5  Dalam semarakmu itu majulah demi kebenaran, perikemanusiaan dan keadilan! Biarlah tangan kananmu mengajarkan engkau perbuatan-perbuatan yang dahsyat!
6  Anak-anak panahmu tajam, menembus jantung musuh raja; bangsa-bangsa jatuh di bawah kakimu.
7  Takhtamu kepunyaan Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaanmu adalah tongkat kebenaran.
8  Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allahmu, telah mengurapi engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutumu.
9  Segala pakaianmu berbau mur, gaharu dan cendana; dari istana gading permainan kecapi menyukakan engkau;
10  di antara mereka yang disayangi terdapat puteri-puteri raja, di sebelah kananmu berdiri permaisuri berpakaian emas dari Ofir.
11  Dengarlah, hai puteri, lihatlah, dan sendengkanlah telingamu, lupakanlah bangsamu dan seisi rumah ayahmu!
12  Biarlah raja menjadi gairah karena keelokanmu, sebab dialah tuanmu! Sujudlah kepadanya!
13  Puteri Tirus datang dengan pemberian-pemberian; orang-orang kaya di antara rakyat akan mengambil muka kepadamu.
14  Keindahan belaka puteri raja itu di dalam, pakaiannya berpakankan emas.
15  Dengan pakaian bersulam berwarna-warna ia dibawa kepada raja; anak-anak dara mengikutinya, yakni teman-temannya, yang didatangkan untuk dia.
16  Dengan sukacita dan sorak-sorai mereka dibawa, mereka masuk ke dalam istana raja.
17  Para bapa leluhurmu hendaknya diganti oleh anak-anakmu nanti; engkau akan mengangkat mereka menjadi pembesar di seluruh bumi.
18  Aku mau memasyhurkan namamu turun-temurun; sebab itu bangsa-bangsa akan bersyukur kepadamu untuk seterusnya dan selamanya.


Renungan GEMA
Raja yang Ideal
Pdt. Jonathan Prasetia

Mazmur 45 merupakan puisi yang sering dilantunkan pada upacara pernikahan kerajaan di sepanjang sejarah Israel. Di samping itu, mazmur ini juga merupakan Mazmur Mesianik (mazmur yang berbicara tentang Mesias yang akan datang). Dalam Ibrani 1:8-9, penulis Ibrani mengutip bagian mazmur ini untuk merujuk kepada pribadi Yesus Kristus (Ibrani 1:8a). Ini artinya, mazmur ini menggambarkan tentang keagungan pribadi dan relasi Yesus Kristus dengan gereja-Nya.

Sifat mesianik tampak dalam karakteristik raja yang tergambar dalam mazmur ini: Pertama, Sang Raja memiliki takhta yang bersifat kekal. Takhta-Nya adalah kepunyaan Allah sendiri yang tetap untuk seterusnya dan selamanya (45:7) Kedua, perbuatan-perbuatan-Nya dahsyat. Selain dapat mengalahkan musuh dengan mudah, Ia sangat berperikemanusiaan (45:5), mencintai keadilan dan sangat membenci kefasikan (45:8). Ketiga, Ia begitu dicintai dan dihormati. Seluruh umat akan memasyhurkan namanya untuk selama-lamanya (45:18). Itulah karakteristik Sang Mesias.

Dalam mazmur ini, pemazmur juga menggambarkan karakteristik permaisuri yang berhak mendampingi Sang Mesias. Sang mempelai wanita digambarkan sebagai sujud kepada Sang Raja (45:12), bukan menuruti bangsanya dan seisi rumah ayahnya (45:11). Melalui penundukan diri kepada Sang Raja, mempelai wanita itu ikut merasa bangga dan terhormat (45:13) dan ikut merasakan sukacita (45:14-16).

Raja yang ideal itu adalah gambaran tentang Kristus, sedangkan kita?yaitu gereja?adalah permaisuri-Nya. Sudahkah Anda menjadi mempelai wanita yang ideal? Apakah Anda sudah menempatkan Tuhan?Sang Raja yang Ideal?di tempat yang terutama dalam hidup Anda? Atau sebaliknya, apakah Anda masih memiliki banyak penghalang untuk tunduk kepada Sang Mesias itu? Masalah harta, kekuasaan, kenyamanan, dan tekanan kehidupan sering kali membuat kita sulit untuk tunduk dan melakukan perintah Sang Raja yang seharusnya kita taati. Sebagai mempelai wanita, apakah Anda ikut merasa bangga terhadap Raja yang kita sembah? Apakah Anda sudah merasakan sukacita yang sepenuhnya?