Bacaan Alkitab
Mazmur 48

1  Nyanyian. Mazmur bani Korah.
2  Besarlah TUHAN dan sangat terpuji di kota Allah kita!
3  Gunung-Nya yang kudus, yang menjulang permai, adalah kegirangan bagi seluruh bumi; gunung Sion itu, jauh di sebelah utara, kota Raja Besar.
4  Dalam puri-purinya Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai benteng.
5  Sebab lihat, raja-raja datang berkumpul, mereka bersama-sama berjalan maju;
6  demi mereka melihatnya, mereka tercengang-cengang, terkejut, lalu lari kebingungan.
7  Kegentaran menimpa mereka di sana; mereka kesakitan seperti perempuan yang hendak melahirkan.
8  Dengan angin timur Engkau memecahkan kapal-kapal Tarsis.
9  Seperti yang telah kita dengar, demikianlah juga kita lihat, di kota TUHAN semesta alam, di kota Allah kita; Allah menegakkannya untuk selama-lamanya. Sela
10  Kami mengingat, ya Allah, kasih setia-Mu di dalam bait-Mu.
11  Seperti nama-Mu, ya Allah, demikianlah kemasyhuran-Mu sampai ke ujung bumi; tangan kanan-Mu penuh dengan keadilan.
12  Biarlah gunung Sion bersukacita; biarlah anak-anak perempuan Yehuda bersorak-sorak oleh karena penghukuman-Mu!
13  Kelilingilah Sion dan edarilah dia, hitunglah menaranya,
14  perhatikanlah temboknya, jalanilah puri-purinya, supaya kamu dapat menceriterakannya kepada angkatan yang kemudian:
15  Sesungguhnya inilah Allah, Allah kitalah Dia seterusnya dan untuk selamanya! Dialah yang memimpin kita!


Renungan GEMA
Kota Terindah
Pdt. Jonathan Prasetia

Pada tahun 2019, Paris dinobatkan sebagai kota terindah di dunia. Paris memang memiliki pesona tersendiri sebagai destinasi wisata. Menara Eiffel merupakan salah satu objek wisata yang dituju oleh banyak orang. Selain sebagai kota yang indah, kota ini juga menawarkan nuansa romantis. Sebanyak 40 juta turis mancanegara datang setiap tahun, sebagian besar adalah pasangan yang sedang berbulan madu. Namun, keindahan Paris bukan hanya soal Menara Eiffel-nya saja. Kota dengan 6.000 jalan ini memiliki lebih banyak sudut menarik.

Pemazmur juga menobatkan Yerusalem sebagai kota yang terindah. Tentunya hal ini bukan disebabkan karena di sana banyak destinasi wisata, tetapi karena kehadiran Allah sangat nyata. Yerusalem adalah kota Allah kita (48:2), yang dipilih-Nya dari semua kota Israel untuk menetapkan nama-Nya di sana. Di Yerusalem, umat Allah mengakui bahwa Allah itu besar dan sangat terpuji (48:2). Di Yerusalem, Allah memperkenalkan diri kepada umat-Nya dan menyebut diri-Nya sebagai benteng (48:4). Maksudnya, Allah adalah tempat perlindungan bagi kota itu, bahkan Allah menimbulkan kengerian terhadap kota-kota lain atau kepada musuh-musuh-Nya (5-8).

Kenangan terhadap kota Yerusalem membuat pemazmur mengingat kasih setia Tuhan (48:10). Walaupun kota Yerusalem sudah dihancurkan, ingatan pemazmur akan kota itu masih membekas. Yang diingat tentu saja bukan kotanya, namun pemilik kota Yerusalem, yaitu Allah sendiri. Setelah mengenang kesetiaan Allah, kemudian pemazmur menceritakan ingatan tentang kota Yerusalem itu kepada angkatan yang terkemudian (48:14).

Perbuatan Allah yang besar itu tidak hanya terjadi di kota Yerusalem saja, tetapi juga di kota-kota lain. Sebagai warga kerajaan Allah, tugas kita adalah bersaksi kepada mereka yang belum mengenal Dia. Kisah Para Rasul 1:8 mengatakan, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Pertanyaannya, apakah kita sudah menjadi saksi Tuhan di kota tempat kita tinggal saat ini? Seberapa banyak kita berdoa agar pekerjaan Tuhan dinyatakan di bumi Indonesia, termasuk di setiap kota di seluruh Indonesia?