Bacaan Alkitab
Lukas 2:1-40

1  Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia.
2  Inilah pendaftaran yang pertama kali diadakan sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria.
3  Maka pergilah semua orang mendaftarkan diri, masing-masing di kotanya sendiri.
4  Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, –karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud–
5  supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung.
6  Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin,
7  dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.
8  Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam.
9  Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan.
10  Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa:
11  Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.
12  Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.”
13  Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya:
14  “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”
15  Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: “Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita.”
16  Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.
17  Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu.
18  Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka.
19  Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.
20  Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.
21  Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.
22  Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,
23  seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah”,
24  dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.
25  Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya,
26  dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.
27  Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat,
28  ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya:
29  “Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu,
30  sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,
31  yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,
32  yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.”
33  Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia.
34  Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan
35  –dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri–,supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.”
36  Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya,
37  dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa.
38  Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem.
39  Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea.
40  Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.


Renungan GEMA
Damai Sesungguhnya
GI Wirawaty Yaputri

Yesus Kristus dilahirkan pada masa pemerintahan Kaisar Agustus (2:1). Kaisar Agustus adalah Kaisar Romawi yang pertama, sekaligus kaisar yang berhasil mendatangkan kedamaian bagi bangsa Romawi. Kondisi damai ini dikenal dengan nama Pax Romana, sebuah istilah bahasa Latin yang berarti “kedamaian Romawi”. Meskipun masih ada sedikit perang, ekspansi, dan pemberontakan, namun pada masa Pax Romana ini, bangsa Romawi berhasil memperluas wilayah mereka, dan negara dalam keadaan yang stabil. Mungkin, keadaan negara yang stabil inilah yang membuat Kaisar Agustus memerintahkan agar dilakukan sensus di seluruh wilayah kekuasaannya. Selama lebih kurang dua abad, bangsa Romawi mengalami kondisi damai. Kondisi ini merupakan prestasi Kaisar Agustus yang luar biasa.

Orang-orang pada masa itu sangat berharap bahwa Kaisar Agustus dapat membawa kedamaian bagi seluruh dunia. Akan tetapi, kedamaian yang tercapai pada masa pemerintahan Kaisar Agustus itu bukanlah kedamaian yang sesungguhnya. Walaupun situasi damai dalam arti tidak ada perang, hati manusia belum tentu merasa damai. Malaikat memberitakan bahwa Yesus Kristus adalah Juruselamat yang membawa damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya (2:10-14). Damai sejahtera yang diberikan oleh Tuhan Yesus ini adalah damai yang dibutuhkan semua orang. Damai sejahtera yang diberikan Allah adalah shalom yang mengandung makna keutuhan (wholeness). Shalom didapatkan saat seseorang berdamai dengan Allah, dengan orang lain, dan dengan diri sendiri. Shalom adalah keselamatan dari dosa. Dosalah yang membuat manusia terpisah dari Allah, dari orang lain, dan dari diri sendiri. Siapakah yang dapat menyelamatkan kita dari dosa? Hanya Yesus Kristus—Anak Allah—yang dapat menyelamatkan kita karena Dialah Korban Penebus Dosa kita.

Kaisar Agustus adalah seorang kaisar yang luar biasa, namun ia tidak dapat menyelamatkan manusia dari dosa dan tidak dapat memberikan damai sejahtera yang sesungguhnya. Damai sejahtera itu disediakan bagi orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya. Artinya, damai sejahtera itu akan bisa didapatkan saat seseorang merespons anugerah yang diberikan Tuhan kepada-Nya. Apakah Anda sudah memperoleh damai sejahtera itu?