Bacaan Alkitab
Mazmur 128

1  Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!
2  Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!
3  Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu!
4  Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN.
5  Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu,
6  dan melihat anak-anak dari anak-anakmu! Damai sejahtera atas Israel!


Renungan GEMA
Keluarga Yang Diberkati
GI Wirawaty Yaputri

Apakah keluarga yang diberkati selalu berarti keluarga lengkap yang terdiri dari suami, istri dan anak-anak? Apakah keluarga Kristen yang tidak dikaruniai anak merupakan keluarga yang tidak diberkati? Kriteria bagi keluarga yang diberkati di dalam mazmur yang kita baca hari ini bukan anggota keluarga lengkap. Setiap anggota keluarga merupakan wujud dari berkat Tuhan. Akan tetapi, berkat Tuhan juga dapat berupa kesehatan, kesempatan melayani, teman yang baik, bakat/talenta, dan sebagainya. Keluarga disebut diberkati bila setiap anggota keluarga hidup dalam takut akan TUHAN (128:1). Setiap orang yang takut akan Tuhan akan diberkati. Perhatikan bahwa kata “berbahagialah” dalam 128:1a dapat juga diterjemahkan menjadi “diberkatilah”. Setiap orang, apa pun latar belakangnya—termasuk latar belakang suku dan kondisi fisik—adalah orang yang diberkati jika ia hidup dalam takut akan Tuhan.

Apakah yang dimaksud dengan “hidup takut akan Tuhan”? Penulis Mazmur 128 menjelaskan melalui perkataan, “… yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya.” (128:1b). Takut akan Tuhan berarti hidup menurut jalan yang ditunjukkan Tuhan. Takut akan Tuhan bukan sekadar menyangkut perasaan, tetapi terutama menyangkut tindakan dan komitmen hidup. Orang yang benar-benar hidup dalam takut akan Tuhan adalah orang yang setiap kali menghadapi pilihan dalam hidupnya selalu mengambil keputusan dengan mempertimbangkan “kehendak” Tuhan. Apa pun keputusan yang ia ambil—termasuk dalam hal-hal yang kecil atau remeh—selalu mempertimbangkan lebih dulu apakah pilihan yang hendak diambil sesuai dengan kehendak Tuhan atau tidak. Hal sepele seperti urusan makan minum dan berpakaian pun diputuskan dengan mempertimbangkan kehendak Tuhan. Orang yang hidup dalam takut akan Tuhan adalah orang yang ingin menaati Tuhan dalam seluruh aspek hidupnya. Bagi orang seperti itu, Tuhan menjanjikan berkat-Nya. Tuhan memberkati dengan kenikmatan makan minum, dan kemampuan menikmati hasil pekerjaannya (128:2, bandingkan dengan Pengkhotbah 2:24-26). Tuhan dapat memberkati dengan kehadiran istri dan anak (128:3). Tuhan juga dapat memberkati dengan banyak hal lain. Akan tetapi, berkat yang paling utama adalah mengenal Yesus Kristus—Anak tunggal Allah—yang mengasihi kita sehingga rela memberikan nyawa-Nya bagi kita. Apakah Anda dan keluarga Anda sudah memperoleh berkat yang paling utama itu?