Bacaan Alkitab
Lukas 8:22-56

22  Pada suatu hari Yesus naik ke dalam perahu bersama-sama dengan murid-murid-Nya, dan Ia berkata kepada mereka: “Marilah kita bertolak ke seberang danau.” Lalu bertolaklah mereka.
23  Dan ketika mereka sedang berlayar, Yesus tertidur. Sekonyong-konyong turunlah taufan ke danau, sehingga perahu itu kemasukan air dan mereka berada dalam bahaya.
24  Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: “Guru, Guru, kita binasa!” Iapun bangun, lalu menghardik angin dan air yang mengamuk itu. Dan angin dan air itupun reda dan danau itu menjadi teduh.
25  Lalu kata-Nya kepada mereka: “Di manakah kepercayaanmu?” Maka takutlah mereka dan heran, lalu berkata seorang kepada yang lain: “Siapa gerangan orang ini, sehingga Ia memberi perintah kepada angin dan air dan mereka taat kepada-Nya?”
26  Lalu mendaratlah Yesus dan murid-murid-Nya di tanah orang Gerasa yang terletak di seberang Galilea.
27  Setelah Yesus naik ke darat, datanglah seorang laki-laki dari kota itu menemui Dia; orang itu dirasuki oleh setan-setan dan sudah lama ia tidak berpakaian dan tidak tinggal dalam rumah, tetapi dalam pekuburan.
28  Ketika ia melihat Yesus, ia berteriak lalu tersungkur di hadapan-Nya dan berkata dengan suara keras: “Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus Anak Allah Yang Mahatinggi? Aku memohon kepada-Mu, supaya Engkau jangan menyiksa aku.”
29  Ia berkata demikian sebab Yesus memerintahkan roh jahat itu keluar dari orang itu. Karena sering roh itu menyeret-nyeret dia, maka untuk menjaganya, ia dirantai dan dibelenggu, tetapi ia memutuskan segala pengikat itu dan ia dihalau oleh setan itu ke tempat-tempat yang sunyi.
30  Dan Yesus bertanya kepadanya: “Siapakah namamu?” Jawabnya: “Legion,” karena ia kerasukan banyak setan.
31  Lalu setan-setan itu memohon kepada Yesus, supaya Ia jangan memerintahkan mereka masuk ke dalam jurang maut.
32  Adalah di sana sejumlah besar babi sedang mencari makan di lereng gunung, lalu setan-setan itu meminta kepada Yesus, supaya Ia memperkenankan mereka memasuki babi-babi itu. Yesus mengabulkan permintaan mereka.
33  Lalu keluarlah setan-setan itu dari orang itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau lalu mati lemas.
34  Setelah penjaga-penjaga babi itu melihat apa yang telah terjadi, mereka lari lalu menceritakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya.
35  Dan keluarlah orang-orang untuk melihat apa yang telah terjadi. Mereka datang kepada Yesus dan mereka menjumpai orang yang telah ditinggalkan setan-setan itu duduk di kaki Yesus; ia telah berpakaian dan sudah waras. Maka takutlah mereka.
36  Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu memberitahukan kepada mereka, bagaimana orang yang dirasuk setan itu telah diselamatkan.
37  Lalu seluruh penduduk daerah Gerasa meminta kepada Yesus, supaya Ia meninggalkan mereka, sebab mereka sangat ketakutan. Maka naiklah Ia ke dalam perahu, lalu berlayar kembali.
38  Dan orang yang telah ditinggalkan setan-setan itu meminta supaya ia diperkenankan menyertai-Nya. Tetapi Yesus menyuruh dia pergi, kata-Nya:
39  “Pulanglah ke rumahmu dan ceriterakanlah segala sesuatu yang telah diperbuat Allah atasmu.” Orang itupun pergi mengelilingi seluruh kota dan memberitahukan segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya.
40  Ketika Yesus kembali, orang banyak menyambut Dia sebab mereka semua menanti-nantikan Dia.
41  Maka datanglah seorang yang bernama Yairus. Ia adalah kepala rumah ibadat. Sambil tersungkur di depan kaki Yesus ia memohon kepada-Nya, supaya Yesus datang ke rumahnya,
42  karena anaknya perempuan yang satu-satunya, yang berumur kira-kira dua belas tahun, hampir mati. Dalam perjalanan ke situ Yesus didesak-desak orang banyak.
43  Adalah seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita pendarahan dan yang tidak berhasil disembuhkan oleh siapapun.
44  Ia maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya, dan seketika itu juga berhentilah pendarahannya.
45  Lalu kata Yesus: “Siapa yang menjamah Aku?” Dan karena tidak ada yang mengakuinya, berkatalah Petrus: “Guru, orang banyak mengerumuni dan mendesak Engkau.”
46  Tetapi Yesus berkata: “Ada seorang yang menjamah Aku, sebab Aku merasa ada kuasa keluar dari diri-Ku.”
47  Ketika perempuan itu melihat, bahwa perbuatannya itu ketahuan, ia datang dengan gemetar, tersungkur di depan-Nya dan menceriterakan kepada orang banyak apa sebabnya ia menjamah Dia dan bahwa ia seketika itu juga menjadi sembuh.
48  Maka kata-Nya kepada perempuan itu: “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!”
49  Ketika Yesus masih berbicara, datanglah seorang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: “Anakmu sudah mati, jangan lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru!”
50  Tetapi Yesus mendengarnya dan berkata kepada Yairus: “Jangan takut, percaya saja, dan anakmu akan selamat.”
51  Setibanya di rumah Yairus, Yesus tidak memperbolehkan seorangpun ikut masuk dengan Dia, kecuali Petrus, Yohanes dan Yakobus dan ayah anak itu serta ibunya.
52  Semua orang menangis dan meratapi anak itu. Akan tetapi Yesus berkata: “Jangan menangis; ia tidak mati, tetapi tidur.”
53  Mereka menertawakan Dia, karena mereka tahu bahwa anak itu telah mati.
54  Lalu Yesus memegang tangan anak itu dan berseru, kata-Nya: “Hai anak bangunlah!”
55  Maka kembalilah roh anak itu dan seketika itu juga ia bangkit berdiri. Lalu Yesus menyuruh mereka memberi anak itu makan.
56  Dan takjublah orang tua anak itu, tetapi Yesus melarang mereka memberitahukan kepada siapapun juga apa yang terjadi itu.


Renungan GEMA
Bayar Harga
GI Wirawaty Yaputri

PSetiap orang percaya memiliki panggilan yang berbeda-beda di dalam kehidupan ini. Ada orang yang dipanggil Tuhan untuk menjadi rohaniwan yang melayani penuh waktu. Ada pula orang yang Tuhan panggil untuk menjadi guru, pengusaha, pejabat, dan sebagainya. Tuhan memberi tugas dan misi yang berbeda-beda kepada setiap orang. Ada orang yang dipanggil untuk melayani di desa, di kota kecil, atau bekerja di bidang yang sederhana. Ada pula orang yang Tuhan pakai untuk melayani di kota besar atau menjadi pengusaha berskala internasional. Melayani atau bekerja di tempat sederhana bukan berarti kurang bernilai bila dibandingkan dengan melayani di kota besar atau bekerja di perusahaan besar. Setiap panggilan adalah unik—atau berbeda dengan yang lain—dan Tuhan menghargai orang yang bersedia menjalani panggilan-Nya dengan sungguh-sungguh.

Orang yang telah dibebaskan Tuhan Yesus dari kerasukan setan memohon agar diperkenankan untuk mengikuti Dia (8:38). Keinginan ini membuktikan bahwa ia beriman dan telah memperoleh anugerah Allah serta ingin menjadi pengikut Kristus. Akan tetapi, permintaan itu ditolak Tuhan. Perhatikan bahwa saat Tuhan Yesus memanggil orang untuk mengikut Dia, banyak yang mengemukakan berbagai alasan untuk menolak (9:57,59,61). Orang yang mendengar pengajaran Tuhan Yesus pun banyak yang meninggalkan Dia setelah mendengar perkataan-Nya yang tidak dapat mereka terima (Yohanes 6:60-66). Dalam bacaan Alkitab hari ini, mengapa Tuhan Yesus menolak orang yang ingin mengikuti Dia? Tuhan Yesus menolak karena Ia memiliki panggilan khusus terhadap orang yang sudah Dia sembuhkan itu. Dia ingin agar orang itu memberitakan pekerjaan Allah di kampung halamannya sendiri (8:39). Tugas ini tidak mudah! Kembali ke kampung halaman untuk memberitakan Yesus Kristus kepada kaum keluarga dan orang-orang yang mengenal masa lalunya sebagai seorang yang selama bertahun-tahun dirasuk setan adalah tugas yang sangat berat! Masa lalunya bisa membuat orang meragukan perkataannya. Ia juga bisa ditolak karena untuk kesembuhannya, banyak orang kehilangan babi yang merupakan sumber mata pencaharian mereka. Akan tetapi, orang itu menaati panggilan Tuhan Yesus bagi dirinya (8:39). Apakah Anda juga bersedia menaati panggilan Allah terhadap diri Anda?