Bacaan Alkitab
Lukas 9:22-43a

22  Dan Yesus berkata: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.”
23  Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
24  Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.
25  Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?
26  Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku, Anak Manusia juga akan malu karena orang itu, apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan-Nya dan dalam kemuliaan Bapa dan malaikat-malaikat kudus.
27  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Kerajaan Allah.”
28  Kira-kira delapan hari sesudah segala pengajaran itu, Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa.
29  Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.
30  Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia.
31  Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem.
32  Sementara itu Petrus dan teman-temannya telah tertidur dan ketika mereka terbangun mereka melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya: dan kedua orang yang berdiri di dekat-Nya itu.
33  Dan ketika kedua orang itu hendak meninggalkan Yesus, Petrus berkata kepada-Nya: “Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.” Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu.
34  Sementara ia berkata demikian, datanglah awan menaungi mereka. Dan ketika mereka masuk ke dalam awan itu, takutlah mereka.
35  Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: “Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia.”
36  Ketika suara itu terdengar, nampaklah Yesus tinggal seorang diri. Dan murid-murid itu merahasiakannya, dan pada masa itu mereka tidak menceriterakan kepada siapapun apa yang telah mereka lihat itu.
37  Pada keesokan harinya ketika mereka turun dari gunung itu, datanglah orang banyak berbondong-bondong menemui Yesus.
38  Seorang dari orang banyak itu berseru, katanya: “Guru, aku memohon supaya Engkau menengok anakku, sebab ia adalah satu-satunya anakku.
39  Sewaktu-waktu ia diserang roh, lalu mendadak ia berteriak dan roh itu menggoncang-goncangkannya sehingga mulutnya berbusa. Roh itu terus saja menyiksa dia dan hampir-hampir tidak mau meninggalkannya.
40  Dan aku telah meminta kepada murid-murid-Mu supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat.”
41  Maka kata Yesus: “Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu dan sabar terhadap kamu? Bawa anakmu itu kemari!”
42  Dan ketika anak itu mendekati Yesus, setan itu membantingkannya ke tanah dan menggoncang-goncangnya. Tetapi Yesus menegor roh jahat itu dengan keras dan menyembuhkan anak itu, lalu mengembalikannya kepada ayahnya.
43a  Maka takjublah semua orang itu karena kebesaran Allah.


Renungan GEMA
Mengikut Kristus
GI Wirawaty Yaputri

Apakah arti mengikut Tuhan Yesus? Mengikut Tuhan Yesus berarti menyangkal diri, memikul salib setiap hari, dan mengikuti Dia (9:23). Setiap orang yang sungguh-sungguh mau mengikut Tuhan Yesus harus mengikuti perkataan dan teladan yang Dia berikan. Sayangnya, sejak abad pertama sampai masa kini, banyak orang memiliki pemahaman yang keliru tentang Yesus Kristus sebagai Sang Mesias. Orang-orang Yahudi pada abad pertama mengharapkan kedatangan Mesias yang akan membebaskan mereka dari penjajahan pemerintah Romawi, bukan Mesias yang menderita sampai mati di kayu salib (9:22). Mereka tidak menyadari bahwa setiap orang yang mengikut Tuhan Yesus harus memikul salib atau mengalami penderitaan sebagai pengikut Kristus.

Perkataan Tuhan Yesus bahwa para pengikut-Nya harus memikul salib mengandung pengertian melakukan secara sukarela. Perkataan “menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari” adalah kalimat aktif, artinya orang yang mengikuti Tuhan Yesus harus memikul salib dengan kemauan sendiri. Perhatikan bahwa pada zaman itu, seseorang memikul salib karena pemaksaan. Seorang yang hendak dihukum dengan cara dipaku di kayu salib akan mengalami berbagai penyiksaan, termasuk dipaksa memikul salibnya sendiri sampai ke tempat penyaliban. Memikul salib bukan hanya merupakan penyiksaan, tetapi juga merupakan penghinaan berat. Di sepanjang jalan, banyak orang yang menyaksikan dan mengolok-olok. Sungguh menyakitkan hati! Oleh karena itu, bila Tuhan Yesus meminta agar para pengikut-Nya memikul salib secara sukarela setiap hari, hal itu berarti bahwa dalam kehidupan sehari-hari, mereka harus menghadapi berbagai macam penderitaan karena iman kepada Yesus Kristus yang harus ditanggung secara sukarela.

Perintah Tuhan untuk memikul salib itu bukan tanpa alasan. Setiap orang yang memikul salib sedang berjalan menuju ke surga dan memperoleh hidup kekal (9:24-25). Sikap menolak salib, lalu hidup mengikuti keinginan dunia akan membawa seseorang menuju pada kematian kekal. Seseorang yang sudah memperoleh anugerah keselamatan, sudah dilahirkan kembali, akan dipimpin oleh Roh Kudus untuk memikul salib secara sukarela. Walaupun memikul salib itu tidak mudah dan mungkin berarti harus mencucurkan air mata, Roh Kudus akan memampukan para pengikut Kristus.