Bacaan Alkitab
Lukas 9:43b-62

43b  Ketika semua orang itu masih heran karena segala yang diperbuat-Nya itu, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya:
44  “Dengarlah dan camkanlah segala perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia.”
45  Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Dan mereka tidak berani menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya.
46  Maka timbullah pertengkaran di antara murid-murid Yesus tentang siapakah yang terbesar di antara mereka.
47  Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka. Karena itu Ia mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di samping-Nya,
48  dan berkata kepada mereka: “Barangsiapa menyambut anak ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia, yang mengutus Aku. Karena yang terkecil di antara kamu sekalian, dialah yang terbesar.”
49  Yohanes berkata: “Guru, kami lihat seorang mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.”
50  Yesus berkata kepadanya: “Jangan kamu cegah, sebab barangsiapa tidak melawan kamu, ia ada di pihak kamu.”
51  Ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke sorga, Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem,
52  dan Ia mengirim beberapa utusan mendahului Dia. Mereka itu pergi, lalu masuk ke suatu desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya.
53  Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem.
54  Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata: “Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?”
55  Akan tetapi Ia berpaling dan menegor mereka.
56  Lalu mereka pergi ke desa yang lain.
57  Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus: “Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.”
58  Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”
59  Lalu Ia berkata kepada seorang lain: “Ikutlah Aku!” Tetapi orang itu berkata: “Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku.”
60  Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.”
61  Dan seorang lain lagi berkata: “Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku.”
62  Tetapi Yesus berkata: “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.”


Renungan GEMA
Tuhan Yesus Yang Utama
GI Wirawaty Yaputri

Apa yang dituntut Tuhan Yesus dari para pengikut-Nya? Dia menuntut totalitas atau keseluruhan hidup kita! Karena Dia adalah Allah dan Juruselamat kita, kita harus mengutamakan Dia dalam hidup kita. Komitmen ini tidak berlebihan karena Beliau memang layak mendapat tempat paling utama dalam hidup kita. Sulitnya tuntutan mengutamakan Kristus itu terlihat dalam perbincangan di 9:57-62. Pertama, kehendak Kristus harus lebih diutamakan daripada kesenangan serta kenyamanan diri sendiri. Tuhan Yesus berkata kepada seseorang yang ingin mengikut Dia, “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya” (9:58). Mengikut Tuhan Yesus itu sangat sulit karena pelayanan yang Dia lakukan tidak mudah. Ingatlah bahwa perkataan di atas tidak berarti bahwa pengikut Kristus harus hidup tanpa tempat tinggal. Akan tetapi, perkataan itu berarti bahwa kita harus siap melepaskan kenyamanan diri kita.

Kedua, Kristus harus lebih diutamakan daripada keluarga kita sendiri. Tuntutan ini sangat sulit dilakukan. Kebanyakan orang lebih mementingkan suami, istri, atau anak daripada kehendak Allah. Orang kedua diundang langsung oleh Tuhan Yesus, tetapi ia tidak bersedia mengikut Kristus sebelum ayahnya meninggal. Kemungkinan besar, ayah orang itu belum meninggal. Jika ayahnya sudah meninggal dan ia sedang menanti waktu penguburan, dia tidak mungkin berada bersama-sama dengan Tuhan Yesus saat itu. Dia beranggapan bahwa tanggung jawab terhadap keluarga lebih penting daripada mengikut Kristus. Ingatlah bahwa tanggung jawab terhadap keluarga tidak boleh diabaikan. Akan tetapi, bila kita mengutamakan Kristus, kita bisa meyakini bahwa Tuhan pasti memelihara keluarga kita. Tuhan Yesus berkata bahwa orang yang mati bisa diurus oleh mereka yang mati secara rohani, sehingga orang itu seharusnya pergi memberitakan Injil (9:59-60).

Ketiga, Kristus harus lebih diutamakan daripada relasi dengan masa lalu. Tuhan Yesus berkata, “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.” (9:62). Beliau menginginkan agar para pengikut-Nya memusatkan perhatian pada pelayanan yang Ia percayakan, bukan pada masa lalu atau pada ikatan-ikatan relasi yang menghalangi pelayanan.