Bacaan Alkitab
Lukas 11:29-54

29  Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: “Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.
30  Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini.
31  Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!
32  Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!”
33  “Tidak seorangpun yang menyalakan pelita lalu meletakkannya di kolong rumah atau di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk, dapat melihat cahayanya.
34  Matamu adalah pelita tubuhmu. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu.
35  Karena itu perhatikanlah supaya terang yang ada padamu jangan menjadi kegelapan.
36  Jika seluruh tubuhmu terang dan tidak ada bagian yang gelap, maka seluruhnya akan terang, sama seperti apabila pelita menerangi engkau dengan cahayanya.”
37  Ketika Yesus selesai mengajar, seorang Farisi mengundang Dia untuk makan di rumahnya. Maka masuklah Ia ke rumah itu, lalu duduk makan.
38  Orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak mencuci tangan-Nya sebelum makan.
39  Tetapi Tuhan berkata kepadanya: “Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan.
40  Hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam?
41  Akan tetapi, berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu.
42  Tetapi celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.
43  Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan suka menerima penghormatan di pasar.
44  Celakalah kamu, sebab kamu sama seperti kubur yang tidak memakai tanda; orang-orang yang berjalan di atasnya, tidak mengetahuinya.”
45  Seorang dari antara ahli-ahli Taurat itu menjawab dan berkata kepada-Nya: “Guru, dengan berkata demikian, Engkau menghina kami juga.”
46  Tetapi Ia menjawab: “Celakalah kamu juga, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi kamu sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jaripun.
47  Celakalah kamu, sebab kamu membangun makam nabi-nabi, tetapi nenek moyangmu telah membunuh mereka.
48  Dengan demikian kamu mengaku, bahwa kamu membenarkan perbuatan-perbuatan nenek moyangmu, sebab mereka telah membunuh nabi-nabi itu dan kamu membangun makamnya.
49  Sebab itu hikmat Allah berkata: Aku akan mengutus kepada mereka nabi-nabi dan rasul-rasul dan separuh dari antara nabi-nabi dan rasul-rasul itu akan mereka bunuh dan mereka aniaya,
50  supaya dari angkatan ini dituntut darah semua nabi yang telah tertumpah sejak dunia dijadikan,
51  mulai dari darah Habel sampai kepada darah Zakharia yang telah dibunuh di antara mezbah dan Rumah Allah. Bahkan, Aku berkata kepadamu: Semuanya itu akan dituntut dari angkatan ini.
52  Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan; kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi.”
53  Dan setelah Yesus berangkat dari tempat itu, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi terus-menerus mengintai dan membanjiri-Nya dengan rupa-rupa soal.
54  Untuk itu mereka berusaha memancing-Nya, supaya mereka dapat menangkap-Nya berdasarkan sesuatu yang diucapkan-Nya.


Renungan GEMA
Mata Yang Baik
GI Wirawaty Yaputri

Apa maksud perkataan “Matamu adalah pelita tubuhmu”? (11:34). Apakah mata benar-benar dapat menerangi seluruh tubuh kita secara harfiah? Dalam bacaan Alkitab hari ini, sebutan “mata” bersifat metafora atau kiasan. Sebutan “mata” di sini menunjuk kepada cara pandang atau pola pikir seseorang terhadap sesuatu. Jika cara pandang kita baik, maka teranglah seluruh tubuh kita. Sebaliknya, jika cara pandang kita jahat, maka gelaplah seluruh tubuh kita (11:34). Dari mana seseorang memperoleh cara pandang terhadap sesuatu? Cara pandang seseorang sangat dipengaruhi oleh iman dan kerohaniannya. Jika seseorang memiliki iman yang benar dan kerohanian yang baik, cara pandangnya pasti baik. Sebaliknya, jika iman dan kerohanian seseorang tidak baik, cara pandangnya pasti jahat.

Cara pandang seseorang terhadap kehidupan akan berpengaruh terhadap perilaku dan sikap hidupnya, sama seperti pandangan mata jasmani akan mempengaruhi sikap anggota tubuh yang lain. Cara pandang yang baik akan menghasilkan perilaku yang baik, sedangkan cara pandang yang jahat akan membuat perilaku seseorang menjadi gelap (buruk). Oleh karena itu, Tuhan Yesus berpesan agar kita menjaga supaya terang yang ada pada diri kita tidak menjadi kegelapan (11:35). Apa yang bisa membuat terang di dalam diri kita menjadi gelap? Dalam Matius 6:22-23, Tuhan Yesus menjelaskan tentang mata yang jahat dan mata yang baik. Mata yang baik dan mata yang jahat itu menentukan cara pandang terhadap harta (bandingkan dengan Matius 6:19-24). Jadi, hati menentukan cara pandang terhadap harta, dan cara pandang terhadap harta menentukan perilaku. Mata yang baik berasal dari hati yang mengabdi kepada Allah, sedangkan mata yang jahat berasal dari hati yang mengabdi kepada mamon atau kekayaan. Hati yang mengabdi kepada mamon membuat mata seseorang menjadi jahat karena ia menganggap kekayaan sebagai hal yang terpenting dalam hidupnya. Cara pandang semacam ini akan menghasilkan perilaku yang jahat karena orang yang terlalu mencintai uang adalah orang yang tidak takut akan Allah dan tidak pantang melakukan perbuatan jahat. Sebaliknya, orang yang hatinya diabdikan kepada Allah akan memiliki mata yang baik karena firman Tuhan menjadi pelita yang menerangi hidupnya. Mata seperti apa yang Anda miliki?