Bacaan Alkitab
Lukas 20:20-47

20  Ahli-ahli Taurat dan imam-imam kepala mengamat-amati Yesus. Mereka menyuruh kepada-Nya mata-mata yang berlaku seolah-olah orang jujur, supaya mereka dapat menjerat-Nya dengan suatu pertanyaan dan menyerahkan-Nya kepada wewenang dan kuasa wali negeri.
21  Orang-orang itu mengajukan pertanyaan ini kepada-Nya: “Guru, kami tahu, bahwa segala perkataan dan pengajaran-Mu benar dan Engkau tidak mencari muka, melainkan dengan jujur mengajar jalan Allah.
22  Apakah kami diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?”
23  Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka yang licik itu, lalu berkata kepada mereka:
24  “Tunjukkanlah kepada-Ku suatu dinar; gambar dan tulisan siapakah ada padanya?” Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.”
25  Lalu kata Yesus kepada mereka: “Kalau begitu berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!”
26  Dan mereka tidak dapat menjerat Dia dalam perkataan-Nya di depan orang banyak. Mereka heran akan jawab-Nya itu dan mereka diam.
27  Maka datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang tidak mengakui adanya kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya:
28  “Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita: Jika seorang, yang mempunyai saudara laki-laki, mati sedang isterinya masih ada, tetapi ia tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu.
29  Adalah tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang perempuan lalu mati dengan tidak meninggalkan anak.
30  Lalu perempuan itu dikawini oleh yang kedua,
31  dan oleh yang ketiga dan demikianlah berturut-turut oleh ketujuh saudara itu, mereka semuanya mati dengan tidak meninggalkan anak.
32  Akhirnya perempuan itupun mati.
33  Bagaimana sekarang dengan perempuan itu, siapakah di antara orang-orang itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia.”
34  Jawab Yesus kepada mereka: “Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan,
35  tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan.
36  Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan.
37  Tentang bangkitnya orang-orang mati, Musa telah memberitahukannya dalam nas tentang semak duri, di mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.
38  Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup.”
39  Mendengar itu beberapa ahli Taurat berkata: “Guru, jawab-Mu itu tepat sekali.”
40  Sebab mereka tidak berani lagi menanyakan apa-apa kepada Yesus.
41  Tetapi Yesus berkata kepada mereka: “Bagaimana orang dapat mengatakan, bahwa Mesias adalah Anak Daud?
42  Sebab Daud sendiri berkata dalam kitab Mazmur: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku,
43  sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu.
44  Jadi Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?”
45  Ketika semua orang banyak mendengarkan, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya:
46  “Waspadalah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar, yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan,
47  yang menelan rumah janda-janda dan yang mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka itu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.”


Renungan GEMA
Allah Orang Hidup
GI Wirawaty Yaputri

Apakah Anda percaya terhadap kebangkitan orang mati? Orang yang sungguh-sungguh memercayai kebangkitan orang mati seharusnya mengabdikan hidupnya untuk kekekalan. Hidup yang singkat saat ini harus dipakai untuk menyiapkan diri memasuki kekekalan. Secara umum, kepercayaan orang Saduki bertentangan dengan kepercayaan orang Farisi. Orang Saduki tidak percaya terhadap kebangkitan orang mati (20:27). Mereka beranggapan bahwa roh itu tidak kekal, tidak ada kehidupan setelah kematian, dan tidak ada hukuman serta upah bagi orang yang sudah mati. Mereka juga tidak percaya pada roh-roh dan malaikat (bandingkan dengan Kisah Para Rasul 23:6-9). Dalam bacaan Alkitab hari ini, beberapa orang Saduki bertanya kepada Tuhan Yesus dengan pertanyaan yang bertujuan untuk menjebak (Lukas 20:28-33). Namun, sebenarnya pertanyaan mereka itu keliru karena mereka sama sekali tidak mengerti tentang kondisi manusia setelah kebangkitan berlangsung. Manusia tidak mungkin mengerti tentang kondisi dirinya sesudah kebangkitan terjadi, kecuali berdasarkan apa yang telah Allah ungkapkan di dalam firman-Nya. Sebaliknya, Yesus Kristus–Sang Anak Allah yang datang dari sorga–mengetahui secara pasti tentang kondisi manusia sesudah kebangkitan berlangsung.

Tuhan Yesus menjelaskan bahwa orang-orang yang telah mengalami kebangkitan sudah tidak akan melakukan kawin-mengawin lagi karena mereka telah menjalani kehidupan kekal sama seperti para malaikat di sorga (20:34-36). Ingatlah bahwa orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus adalah anak-anak Allah (Yohanes 1:12). Dari zaman dahulu, Allah telah berkata kepada Musa bahwa Ia adalah Allah orang hidup, bukan Allah orang mati. Ia adalah Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub. Ia adalah Allah orang hidup, sebab di hadapan Allah, semua orang itu hidup (Lukas 20:37-38).

Kebangkitan orang mati adalah hal yang pasti bagi orang percaya. Tuhan Yesus berulang kali menegaskan hal ini dengan mengatakan bahwa Ia adalah Jalan untuk sampai kepada Bapa. Ia pergi ke sorga untuk menyediakan tempat bagi kita (Yohanes 14:1-6). Apakah Anda yakin bahwa Anda akan dibangkitkan pada hari kebangkitan? Apakah Anda sudah mengisi kehidupan yang singkat di dunia ini dengan pandangan yang terarah ke sorga?