Bacaan Alkitab dan Renungan Gema

本日经文读经运动



Bacaan Alkitab

Mazmur 49

1  Untuk pemimpin biduan. Dari bani Korah. Mazmur.
2  Dengarlah, hai bangsa-bangsa sekalian, pasanglah telinga, hai semua penduduk dunia,
3  baik yang hina maupun yang mulia, baik yang kaya maupun yang miskin bersama-sama!
4  Mulutku akan mengucapkan hikmat, dan yang direnungkan hatiku ialah pengertian.
5  Aku akan menyendengkan telingaku kepada amsal, akan mengutarakan peribahasaku dengan bermain kecapi.
6  Mengapa aku takut pada hari-hari celaka pada waktu aku dikepung oleh kejahatan pengejar-pengejarku,
7  mereka yang percaya akan harta bendanya, dan memegahkan diri dengan banyaknya kekayaan mereka?
8  Tidak seorangpun dapat membebaskan dirinya, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya,
9  karena terlalu mahal harga pembebasan nyawanya, dan tidak memadai untuk selama-lamanya–
10  supaya ia tetap hidup untuk seterusnya, dan tidak melihat lobang kubur.
11  Sungguh, akan dilihatnya: orang-orang yang mempunyai hikmat mati, orang-orang bodoh dan dungupun binasa bersama-sama dan meninggalkan harta benda mereka untuk orang lain.
12  Kubur mereka ialah rumah mereka untuk selama-lamanya, tempat kediaman mereka turun-temurun; mereka menganggap ladang-ladang milik mereka.
13  Tetapi dengan segala kegemilangannya manusia tidak dapat bertahan, ia boleh disamakan dengan hewan yang dibinasakan.
14  Inilah jalannya orang-orang yang percaya kepada dirinya sendiri, ajal orang-orang yang gemar akan perkataannya sendiri. Sela
15  Seperti domba mereka meluncur ke dalam dunia orang mati, digembalakan oleh maut; mereka turun langsung ke kubur, perawakan mereka hancur, dunia orang mati menjadi tempat kediaman mereka.
16  Tetapi Allah akan membebaskan nyawaku dari cengkeraman dunia orang mati, sebab Ia akan menarik aku. Sela
17  Janganlah takut, apabila seseorang menjadi kaya, apabila kemuliaan keluarganya bertambah,
18  sebab pada waktu matinya semuanya itu tidak akan dibawanya serta, kemuliaannya tidak akan turun mengikuti dia.
19  Sekalipun ia menganggap dirinya berbahagia pada masa hidupnya, sekalipun orang menyanjungnya, karena ia berbuat baik terhadap dirinya sendiri,
20  namun ia akan sampai kepada angkatan nenek moyangnya, yang tidak akan melihat terang untuk seterusnya.
21  Manusia, yang dengan segala kegemilangannya tidak mempunyai pengertian, boleh disamakan dengan hewan yang dibinasakan.


Renungan GEMA

Kaum Yang Takut Akan Allah

Pdt. Emanuel Cahyanto Wibisono

Mazmur 49 bukan sekadar merupakan pujian kepada Tuhan, tetapi juga merupakan ungkapan tentang hikmat dan pengertian (49:4). Hikmat dan pengertian yang diungkapkan sang pemazmur berkaitan dengan kehidupan orang-orang yang percaya akan harta bendanya, dan memegahkan diri dengan banyaknya kekayaan mereka” (49:7). Mereka adalah kaum yang gemilang dan yang disanjung dalam masyarakat (49:13, 19). Mereka “percaya kepada dirinya sendiri” (49:14) serta “berbuat baik terhadap diirinya sendiri” (49:19). Jadi, mereka adalah kumpulan orang yang membanggakan kekuatan diri mereka dan cenderung untuk hidup bagi kepentingan diri mereka sendiri. Yang memprihatinkan, ternyata bahwa mereka melakukan kejahatan terhadap sesama (49:6).

Kesimpulan akhir dari hikmat yang diungkapkan dalam Mazmur 49 adalah bahwa orang yang hidup dalam kelimpahan dan terkemuka di antara masyarakat itu “tidak mempunyai pengertian” (49:21). Alkitab menjelaskan bahwa pengertian bukan sekadar pengetahuan, tetapi juga terkait dengan hikmat. Misalnya, penulis Amsal mengungkapkan bahwa orang yang berhikmat itu “memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN” (Amsal 2:1-5). Perlu diingat bahwa Mazmur 49 tidak melarang umat Allah untuk memiliki kekayaan atau berada di antara orang-orang yang terpandang dalam masyarakat. Akan tetapi, harus diwaspadai agar kekayaan tidak mengakibatkan hilangnya takut akan Allah. Orang yang tidak takut akan Allah–yang dibicarakan pemazmur–akan mengalami kebinasaan (Mazmur 49:14-15). Sadarilah bahwa harta, kuasa, kedudukan, ketenaran, dan jumlah follower di media sosial tidak membebaskan manusia dari ancaman hukuman akibat dosa (49:8-10). Ingatlah bahwa “dengan segala kegemilangannya manusia tidak dapat bertahan” (49:13) saat berhadapan dengan Allah dan harus mempertanggungjawabkan dosa-dosa mereka.

Sadarilah bahwa kehidupan di dunia ini bersifat sementara. Oleh karena itu, marilah kita sungguh-sungguh memercayai Allah yang kita kenal dalam Yesus Kristus. Ingatlah bahwa memercayai Allah itu bukan sekadar pengakuan di mulut, tetapi harus diwujudkan melalui ketaatan terhadap kehendak-Nya, yaitu dengan mengasihi Allah dan mengasihi sesama. Apakah Anda telah hidup dalam ketaatan?