Bacaan Alkitab dan Renungan Gema

本日经文读经运动



Bacaan Alkitab

Mazmur 52

1  Untuk pemimpin biduan. Nyanyian pengajaran Daud,
2  ketika Doeg, orang Edom itu, datang memberitahukan kepada Saul, bahwa Daud telah sampai di rumah Ahimelekh.
3  Mengapa engkau memegahkan diri dengan kejahatan, hai pahlawan, terhadap orang yang dikasihi Allah sepanjang hari?
4  Engkau merancangkan penghancuran, lidahmu seperti pisau cukur yang diasah, hai engkau, penipu!
5  Engkau mencintai yang jahat lebih dari pada yang baik, dan dusta lebih dari pada perkataan yang benar. Sela
6  Engkau mencintai segala perkataan yang mengacaukan, hai lidah penipu!
7  Tetapi Allah akan merobohkan engkau untuk seterusnya, Ia akan merebut engkau dan mencabut engkau dari dalam kemah, membantun engkau dari dalam negeri orang-orang hidup. Sela
8  Maka orang-orang benar akan melihatnya dan menjadi takut, dan mereka akan menertawakannya:
9  “Lihatlah orang itu yang tidak menjadikan Allah tempat pengungsiannya, yang percaya akan kekayaannya yang melimpah, dan berlindung pada tindakan penghancurannya!”
10  Tetapi aku ini seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah Allah; aku percaya akan kasih setia Allah untuk seterusnya dan selamanya.
11  Aku hendak bersyukur kepada-Mu selama-lamanya, sebab Engkaulah yang bertindak; karena nama-Mu baik, aku hendak memasyhurkannya di depan orang-orang yang Kaukasihi!


Renungan GEMA

Memercayai Allah

GI Purnama

Memercayai Allah tidak membebaskan kita dari masalah, tetapi membuat kita memiliki pengharapan, sehingga kita bisa merasa tenang saat menghadapi masalah. Masalah tidak selalu bisa dihindari. Masalah akan selalu muncul karena kita hidup dalam dunia yang berdosa, bukan dalam dunia yang ideal. Kehidupan seorang saleh seperti Daud pun dipenuhi dengan masalah. Sebagian masalah muncul karena kesalahan diri sendiri, tetapi sebagian masalah muncul karena inisiatif orang-orang yang berniat jahat. Mazmur 52 ini disusun berdasarkan pengalaman Daud saat ia dikejar-kejar oleh Raja Saul yang hendak membunuh dia. Dalam pelariannya, dia mampir ke rumah Imam Ahimelekh. Imam Ahimelekh memberi roti dan senjata kepada Daud. Sayangnya, tindakan Ahimelekh itu dilihat oleh Doeg, dan kemudian dilaporkan kepada Raja Saul (52:2). Raja Saul menjadi murka, lalu menghukum mati Ahimelekh dengan seluruh keluarganya, yaitu para imam di Nob. Hanya Abyatar–anak Ahimelekh–yang bisa lolos dari pembunuhan itu dan bergabung dengan Daud.

Bila kita hanya memperhatikan orang-orang yang dihukum mati oleh Raja Saul, kita akan memandang kehidupan secara negatif. Sadarilah bahwa sama seperti setiap orang bisa menghirup oksigen dan memperoleh sinar matahari, demikian pula bencana banjir, gempa, gunung meletus, wabah penyakit, dan sebagainya bisa menimpa setiap orang. Orang jahat maupun orang benar bisa memperoleh berkat dan tertimpa bencana yang sama Akan tetapi, sering kali Allah memberi anugerah khusus kepada orang yang berharap kepadanya. Cara Allah menolong tidak selalu dapat kita duga. Bila kita mau membuka mata untuk melihat hal-hal baik yang telah Allah anugerahkan kepada kita, kita akan selalu memiliki alasan untuk mengucap syukur. Orang jahat tidak selamanya bisa menyombongkan diri karena mereka akan menerima hukuman pada waktu yang ditetapkan Allah (52:3-7). Orang benar tidak boleh kehilangan pengharapan karena cara Allah menolong tidak selalu bisa kita tebak. Kita bisa berharap kepada pertolongan Allah dalam segala keadaan karena Allah itu penuh dengan kasih dan Dia setia kepada janji-Nya (52:8-11). Apakah Anda masih memiliki pengharapan dalam situasi sulit yang kita hadapi saat ini? Apakah Anda masih memercayai Allah?