Bacaan Alkitab dan Renungan Gema

本日经文读经运动



Bacaan Alkitab

Mazmur 55

1  Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi. Nyanyian pengajaran Daud.
2  Berilah telinga, ya Allah, kepada doaku, janganlah bersembunyi terhadap permohonanku!
3  Perhatikanlah aku dan jawablah aku! Aku mengembara dan menangis karena cemas,
4  karena teriakan musuh, karena aniaya orang fasik; sebab mereka menimpakan kemalangan kepadaku, dan dengan geramnya mereka memusuhi aku.
5  Hatiku gelisah, kengerian maut telah menimpa aku.
6  Aku dirundung takut dan gentar, perasaan seram meliputi aku.
7  Pikirku: “Sekiranya aku diberi sayap seperti merpati, aku akan terbang dan mencari tempat yang tenang,
8  bahkan aku akan lari jauh-jauh dan bermalam di padang gurun. Sela
9  Aku akan segera mencari tempat perlindungan terhadap angin ribut dan badai.”
10  Bingungkanlah mereka, kacaukanlah percakapan mereka, ya Tuhan, sebab aku melihat kekerasan dan perbantahan dalam kota!
11  Siang malam mereka mengelilingi kota itu di atas tembok-temboknya, dan di dalamnya ada kemalangan dan bencana;
12  penghancuran ada di tengah-tengahnya, di tanah lapangnya tidak habis-habisnya ada penindasan dan tipu.
13  Kalau musuhku yang mencela aku, aku masih dapat menanggungnya; kalau pembenciku yang membesarkan diri terhadap aku, aku masih dapat menyembunyikan diri terhadap dia.
14  Tetapi engkau orang yang dekat dengan aku, temanku dan orang kepercayaanku:
15  kami yang bersama-sama bergaul dengan baik, dan masuk rumah Allah di tengah-tengah keramaian.
16  Biarlah maut menyergap mereka, biarlah mereka turun hidup-hidup ke dalam dunia orang mati! Sebab kejahatan ada di kediaman mereka, ya dalam batin mereka.
17  Tetapi aku berseru kepada Allah, dan TUHAN akan menyelamatkan aku.
18  –Di waktu petang, pagi dan tengah hari aku cemas dan menangis; dan Ia mendengar suaraku.
19  Ia membebaskan aku dengan aman dari serangan terhadap aku, sebab berduyun-duyun mereka melawan aku.
20  Allah akan mendengar dan merendahkan mereka, –Dia yang bersemayam sejak purbakala. Sela Karena mereka tidak berubah dan mereka tidak takut akan Allah.
21  Orang itu mengacungkan tangannya kepada mereka yang hidup damai dengan dia, janjinya dilanggarnya;
22  mulutnya lebih licin dari mentega, tetapi ia berniat menyerang; perkataannya lebih lembut dari minyak, tetapi semuanya adalah pedang terhunus.
23  Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.
24  Tetapi Engkau, ya Allah, akan menjerumuskan mereka ke lubang sumur yang dalam; orang penumpah darah dan penipu tidak akan mencapai setengah umurnya. Tetapi aku ini percaya kepada-Mu.


Renungan GEMA

Menghadapi Masalah

GI Purnama

Kita tidak bisa memastikan latar belakang mazmur ini, tetapi ada kemungkinan bahwa Raja Daud menuliskan mazmur ini pada masa pemberontakan Absalom, anak kandungnya sendiri (2 Samuel 15-18). Bila Raja Daud tidak mau menyebut nama Absalom dalam mazmur ini, bisa diduga bahwa hal itu disebabkan karena dia amat menyayangi anaknya, bahkan bisa dikatakan bahwa dia amat memanjakan anaknya itu. Raja Daud hanya menyebutkan bahwa yang membuat masalah yang ia hadapi terasa sangat berat adalah pengkhianatan sahabatnya, yang kemungkinan besar menunjuk kepada Ahitofel. Raja Daud merasa sulit menghadapi Ahitofel karena Ahitofel adalah sahabat dan sekaligus penasihat Raja Daud. Kedekatan mereka itulah yang membuat Ahitofel memahami sifat dan cara berpikir Raja Daud, sehingga nasihat Ahitofel menjadi amat jitu dan membahayakan (55:13-14). Itulah sebabnya, pemberontakan Absalom membuat Raja Daud merasa gelisah, ngeri, takut, gentar, cemas, dan sedih (55:5-6,18). Dalam keadaan yang sulit semacam itu, Raja Daud berseru kepada Allah! Dia meyakini bahwa Allah akan menolong dirinya (55:17). Bagi Raja Daud, mencari pertolongan Allah itu seperti sebuah refleks atau sebuah gaya hidup. Allah adalah tempat bagi Raja Daud untuk bersandar dan menyerahkan segala kekhawatirannya (55:23). Dia memercayai Allah (55:24). Kita tahu bahwa pemberontakan ini akhirnya berakhir dengan kematian Absalom (2 Samuel 18:9-15). Allah selalu menyediakan masa depan yang baik bagi setiap orang yang berharap kepada-Nya!

Banyak orang beranggapan bahwa masalah yang ia hadapi lebih berat daripada masalah yang dihadapi oleh orang lain. Akan tetapi, masalah yang dihadapi oleh Raja Daud dalam bacaan Alkitab hari ini termasuk masalah yang sangat berat, yaitu dikhianati oleh sahabatnya dan oleh anak kandungnya sendiri. Rasul Paulus mengatakan bahwa merupakan hal yang biasa saja bila kita–sebagai anggota umat Allah–menghadapi masalah dan bahwa seharusnya kita sanggup menghadapi atau mengatasi masalah tersebut bila kita mengikuti jalan keluar yang disediakan Allah (1 Korintus 10:13). Masalah apa yang sedang Anda hadapi saat ini? Saat Anda menghadapi masalah, apakah Anda sudah membiasakan diri untuk selalu bersandar kepada Allah dan mengikuti jalan keluar yang disediakan Allah itu?