Bacaan Alkitab dan Renungan Gema

本日经文读经运动



Bacaan Alkitab

Mazmur 56

1  Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Merpati di pohon-pohon tarbantin yang jauh. Miktam dari Daud, ketika orang Filistin menangkap dia di Gat.
2  Kasihanilah aku, ya Allah, sebab orang-orang menginjak-injak aku, sepanjang hari orang memerangi dan mengimpit aku!
3  Seteru-seteruku menginjak-injak aku sepanjang hari, bahkan banyak orang yang memerangi aku dengan sombong.
4  Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu;
5  kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?
6  Sepanjang hari mereka mengacaukan perkaraku; mereka senantiasa bermaksud jahat terhadap aku.
7  Mereka mau menyerbu, mereka mengintip, mengamat-amati langkahku, seperti orang-orang yang ingin mencabut nyawaku.
8  Apakah mereka dapat luput dengan kejahatan mereka? Runtuhkanlah bangsa-bangsa dengan murka-Mu, ya Allah!
9  Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Kaudaftarkan?
10  Maka musuhku akan mundur pada waktu aku berseru; aku yakin, bahwa Allah memihak kepadaku.
11  Kepada Allah, firman-Nya kupuji, kepada TUHAN, firman-Nya kupuji,
12  kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?
13  Nazarku kepada-Mu, ya Allah, akan kulaksanakan, dan korban syukur akan kubayar kepada-Mu.
14  Sebab Engkau telah meluputkan aku dari pada maut, bahkan menjaga kakiku, sehingga tidak tersandung; maka aku boleh berjalan di hadapan Allah dalam cahaya kehidupan.


Renungan GEMA

Mendekat Kepada Allah

GI Purnama

Walaupun Daud adalah pahlawan yang gagah perkasa, dia adalah seorang manusia biasa yang bisa merasa takut. Saat berada di medan peperangan untuk membela bangsanya dan membela nama Tuhan Allahnya, dia tidak mengenal rasa takut. Akan tetapi, saat dia melarikan diri dari kejaran Raja Saul, keberaniannya hilang. Saat orang Filistin di Gat mengenali Daud sebagai seorang pahlawan Israel dan hendak menangkap dia, ia merasa ketakutan, lalu ia berpura-pura gila agar tidak ditangkap (56:1-3; bandingkan dengan 1 Samuel 21:10-15). Akan tetapi, saat dia merasa ketakutan, ia tetap memercayai Allah, sehingga ketakutannya hilang (Mazmur 56:4-12). Perasaan yang dialami Daud ini manusiawi! Dia terombang-ambing di antara merasa ketakutan saat mengingat bahaya yang mengancam dengan merasa tenang saat mengingat bahwa Allah melindungi dirinya.

Pengalaman Daud itu serupa dengan pengalaman banyak orang beriman. Saat mata kita memperhatikan berbagai masalah yang kita hadapi dan kita mengingat orang-orang yang berniat jahat terhadap diri kita, kita merasa ketakutan. Akan tetapi, saat mata kita tertuju kepada Tuhan yang mengasihi dan melindungi kita, ketakutan kita hilang dan kita menjadi tenang. Relasi kita dengan Tuhan menentukan apakah kita akan merasa ketakutan atau kita merasa tenang. Bila kita terlalu sibuk dan terlalu memusatkan pikiran dan perhatian kita kepada masalah yang kita hadapi, sangat mungkin terjadi bahwa berangsur-angsur kita mulai mengabaikan relasi dengan Allah, dan tanpa sadar kita semakin jarang membaca firman Tuhan dan berdoa. Saat kita menjauh dari Tuhan, kita akan terjerat oleh kekhawatiran dan ketakutan. Akan tetapi, bila kita mendekat kepada Allah dan terus-menerus mengingat bahwa Allah yang Mahakuasa itu mengasihi kita dan bersedia menolong kita, kekhawatiran dan ketakutan kita akan berangsur-angsur menghilang, dan kita akan bisa berkata-kata seperti Daud, “Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu; kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” (56:4-5). Bagaimana keadaan Anda saat ini: Apakah situasi pandemi yang kita hadapi saat ini membuat Anda merasa takut dan khawatir? Apakah Anda tetap memercayai Allah? Apakah Anda tetap mendekat kepada Allah?