Bacaan Alkitab
Hosea 14:2-10

2  Bertobatlah, hai Israel, kepada TUHAN, Allahmu, sebab engkau telah tergelincir karena kesalahanmu.
3  Bawalah sertamu kata-kata penyesalan, dan bertobatlah kepada TUHAN! katakanlah kepada-Nya: “Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik, maka kami akan mempersembahkan pengakuan kami.
4  Asyur tidak dapat menyelamatkan kami; kami tidak mau mengendarai kuda, dan kami tidak akan berkata lagi: Ya, Allah kami! kepada buatan tangan kami. Karena Engkau menyayangi anak yatim.”
5  Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan, Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela, sebab murka-Ku telah surut dari pada mereka.
6  Aku akan seperti embun bagi Israel, maka ia akan berbunga seperti bunga bakung dan akan menjulurkan akar-akarnya seperti pohon hawar.
7  Ranting-rantingnya akan merambak, semaraknya akan seperti pohon zaitun dan berbau harum seperti yang di Libanon.
8  Mereka akan kembali dan diam dalam naungan-Ku dan tumbuh seperti gandum; mereka akan berkembang seperti pohon anggur, yang termasyhur seperti anggur Libanon.
9  Efraim, apakah lagi sangkut paut-Ku dengan berhala-berhala? Akulah yang menjawab dan memperhatikan engkau! Aku ini seperti pohon sanobar yang menghijau, dari pada-Ku engkau mendapat buah.
10  Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan TUHAN adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ.


Renungan GEMA
Kasih Ilahi
GI Mario Novanno

Setelah semua yang telah dilakukan oleh bangsa Israel–pelanggaran, kejahatan, dan dosa–masih layakkah mereka menerima kebaikan Tuhan–pengampunan, penerimaan, pemulihan, apa lagi cinta-Nya? Akan tetapi, itulah yang dilakukan Tuhan! Tuhan berkata, “Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan, Aku akan MENGASIHI mereka DENGAN SUKARELA, sebab murka-Ku telah surut dari pada mereka.” (14:5). Bacalah beberapa kali lebih perlahan: “… mengasihi… dengan sukarela, ….” Resapi dan rasakan kasih Tuhan yang luar biasa besar dengan mengingat apa yang telah Israel (dan saya) lakukan dalam 14:1-13. Jelas bahwa sulit bagi manusia untuk mengasihi sebagaimana Allah mengasihi. Lebih mudah sekadar kembali berhubungan baik dan bersikap seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa, walaupun tindakan seperti itu bagaikan luka yang diperban, tetapi tidak diobati. Mungkin kita masih sanggup bersyukur untuk orang yang telah berbuat jahat terhadap diri kita–namun kemudian bertobat–tanpa menuntut orang itu meminta maaf. Hal itu manusiawi. Akan tetapi, hanya Yang Ilahi yang sanggup bukan hanya menerima dan memulihkan hubungan, tetapi juga secara sukarela mengasihi penjahat paling jahat di dunia. Kita cenderung hanya dapat mengasihi dengan cinta yang miskin–bukan sukarela–terhadap mereka yang kita anggap lebih pantas dibinasakan.

Tuhan tidak pernah putus asa dan berhenti berusaha, bahkan terhadap bangsa Israel yang telah berulang kali Ia sebut sebagai bangsa yang tegar tengkuk atau keras kepala. Tuhan menghormati perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak, dan Yakub. Dia tidak dapat memungkiri kesetiaan-Nya. Namun, seperti bangsa Israel, kitalah yang sering menyepelekan kebaikan Tuhan. Kita meremehkan perjanjian Tuhan. Kita menyerah terhadap dosa dan berhenti berusaha menaati Tuhan. Seberapa besar kasih kita kepada Tuhan? Seberapa kecil kasih Tuhan kepada kita? Kasih kita dengan kasih Tuhan tetap tidak sebanding! Sekali lagi: Bertobatlah kepada Tuhan (14:3). Akuilah bahwa kita tidak memiliki kesanggupan apa pun (14:4). Buktikanlah kasih setia Tuhan (14:5). Alamilah berkat Tuhan (14:6-9). Jangan salah tafsir: Bukan berkat materi yang Tuhan bicarakan, tetapi berkat rohani (14:10) yang jauh lebih mahal dan berharga, yaitu kesembuhan jiwa dan keselamatan. Tuhan sungguh amat baik!